Viewer: 833
0 0

Home / Politik

Selasa, 16 Juni 2020 - 19:01 WIB

Prabowo Subianto Beri Sinyal, AHY Akan Masuk Dalam Jajaran Pemerintahan, Pada Pilpres 2024?

Viewer: 834
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 59 Detik

Kompasnasional | Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto ternyata pernah mengungkapkan pernyataan mengejutkan, yang kini menjadi bahan pergunjingan publik.

Publik mendiskusikan pernyataan Prabowo Subianto tersebut, di tengah-tengah wacana demokrasi Indonesia menuju Pilpres 2024 mendatang.

Pada suatu kesempatan di Solo, Jawa Tengah, Prabowo Subianto mengatakan, bila terpilih menjadi Presiden, ia akan membentuk pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.

Untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, mantan Danjen Kopassus itu pun meminta mitra partai koalisi untuk mengirimkan kader terbaiknya, baik dari sisi integritas mau intelegitas.

“Saya akan minta dari partai-partai untuk mengirimkan putra putri terbaik, putrimu . Demokrat, kasih tokoh-tokoh terbaik, kader-kader terbaik,” tuturnya.

Menurut Prabowo Subianto, kader-kader terbaik tersebut salah satunya, adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang kini menjadi Ketua Umum Partai Demokrat dan Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon.

Baca Juga  Aktivis 98 Sebut KAMI Adalah Bagian dari Olgarki Orba, Ini Buktinya

Dikutip dari laman Wartakotalive.com menyebutkan, Hashim Djojohadikusumo mengaku sudah berbicara dengan Prabowo Subianto, mengenai nama-nama calon menteri, bila terpilih menjadi Presiden.

Pada bagian lain, Prabowo Subianto juga mengatakan, menjelang usia 69 tahun pada Oktober mendatang (2020), sebenarnya ia ingin beristirahat.

Sejak umur 18 tahun hingga sekarang, ia mengaku belum pernah betul-betul beristirahat.

“Usia saya nanti Oktober 68 tahun (2019). Sebetulnya saya ingin istirahat. Saya belum pernah istirahat dari umur 18 tahun. Saya tidak tahu libur,” ujar Prabowo Subianto.

“Saya hanya punya satu anak, dia pun mengeluh (saya) enggak pernah memperhatikan dia. Saya ingin istirahat, tapi saya tidak rela lihat negara ini seperti sekarang,” sambungnya.

Prabowo Subianto juga mengatakan, ia masih terjun ke dunia politik di usia yang tidak muda lagi, hanya untuk membuka jalan bagi generasi muda.

Ia membuka jalan karena sadar ada yang tidak beres dengan generasinya.

Baca Juga  DPD Pospera Sumut Mengecam Aksi di Kantor Bupati Asahan dan meminta APH Menindak Oknum Yang Mengatasnamakan Pospera

“Ini anak-anak muda, ini waktumu, ini masa depanmu. Saya hanya ingin buka jalan. Saya turun gunung karena lihat generasi saya enggak beres. Generasi saya enggak beres, jadi enggak usah dicontohi,” kata Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto mengungkapkan cita-citanya, yakni sebelum ia meninggal nanti, Indonesia sudah dalam keadaan adil dan makmur.

Cita-cita tersebut, menurut Prabowo Subianto, demimkian tertanam dalam benaknya, karena ia dibesarkan oleh angkatan 45. Mulai dari Soekarno, Mohammad Hatta, Syahrir, dan lainnya.

Cita-cita Indonesia adil dan makmur tersebut, kata Prabowo Subianto, merupakan cita-cita angkatan 45.

“Jadi saya lihat cita-cita mereka, saya merasakan harapan mereka insyaallah Indonesia akan bangkit. Kita akan menjamin perdamaian di Indonesia, kesejahteraan, akan membuat perdamaian, perdamaian akan memungkinkan kemakmuran, keadilan akan kita tegakkan,” paparnya.(PK/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Politik

Pemuda Muhammadiyah Minta Pembakar Bendera PDIP Diusut Tuntas

Politik

Jokowi Tetapkan Lima Deputi Kepala Staf Presiden, Ini Profilnya
Foto sidang Bharada

Berita

Sidang Lanjutan Kasus Brigadir J: Bharada E Cs Bakal Seruangan

Politik

Unggah Video Rizieq Bicara Penggal Kepala, Jimly: Ceramah Penuh Kebencian

Politik

Mahasiswa yang Demo Kantor DPP Demokrat Tak Terima Nama Kampusnya Dicatut AHY

Politik

Partai Koalisi Pemerintah Disarankan Berlanjut di 2024
Foto penampakan Gedung Kejari Medan yang roboh

Berita

Gedung Kejari Medan Roboh Berujung Kontraktor Balikin Duit Rp 1,4 M

Politik

PKB Ungkap Faksi-Faksi di Sekitar Presiden yang Ingin Rebut Kekuasaan, tapi Tak sampai Kudeta