KISARAN- Kompasnasional.com
Warga di bantaran Sungai Silau heboh temuan mayat laki-laki tanpa identitas, Selasa (23/8) pagi, sekira pukul 08.00 WIB. Belum diketahui identitas korban, namun di dada sebelah kanan pria tersebut ada tato setangkai bunga mawar.
Mayat pria tidak dikenal itu pertama kali ditemukan salahseorang warga Jalan Prof M Yamin, Lingkungan II, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, bernama Reja Syamsudin Marpaung (50). Pagi itu, Syamsudin sedang memancing di Sungai Silau persis di belakang pabrik ubi, masih di Jalan Prof M Yamin.
“Begitu saya lihat ada mayat mengambang di air, aku langsung menyampaikannya ke pak Hamlet,” ujar Syamsudin.
Orang yang dimaksud Syamsudin itu adalah Hamlet Marpaung, kepling (kepala lingkungan) setempat.
“Pagi-pagi ada warga yang lapor sama saya, ada mayat terapung di sungai. Selanjutnya, kami hubungi polsek,” kata Hamlet.
Syamsudin dan Hamlet mengungkapkan, saat pertama kali ditemukan kondisi mayat korban dalam keadaan telungkup di aliran Sungai Silau.
Mendapat informasi warga, personil Polres Asahan langsung turun ke lokasi. Hadir di lokasi perwira pengendali (Padal) Iptu H Zainal, Ipda Rianto dan Piket Reskrim Ipda ER Ginting. Mereka hadir di lokasi bersama personil Polsek Kota.
“Begitu dapat informasi, kita koordinasi dengan BPBD dan mengevakuasi mayat korban ke RSUD Abdul Manan Simatupang, sekira pukul 09.30 WIB,” kata Kasat Reskrim AKP Bayu Putra Samara SIK, melalui Padal Ipda Rianto, didampingi Ipda ER Ginting.
Mayat laki-laki tanpa identitas itu mengenakan celana jeans warna hitam merk JGR, pakai ikat pinggang, celana dalam warna biru muda, baju kaos warna hitam dan pakai topi hitam.
“Tinggi korban diperkirakan 157 cm, ada tato gambar setangkai bunga mawar di dada sebelah kanan,” sebut Rianto.
Kemudian, lanjut Rianto, dalam dalam saku korban terdapat dompet berisi pas foto ukuran 3x 4 seorang anak laki mengenakan seragam SD (sekolah dasar).
Saat ditemukan, hidung korban mengeluarkan darah tapi tidak ada ditemukan luka di tubuh korban.
Kapolsek Kisaran Kota IPTU Tombak Samosir menjelaskan, belum dapat memastikan identitas dan apa motif kematian korban. Pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan.
Tapi salahsatu ciri-ciri korban sebut Tombak, kulitnya kehitam-hitaman.
Menurut perkiraaan, jasad korban telah dua malam tenggelam di sungai yang membelah Kisaran, ibukota Kabupaten Asahan tersebut. Kini, jenazah korban disemayamkan di Kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Haji Abdul Manan Simatupang.
“Kepada masyarakat, bilamana mendapati anggota keluarga yang hilang dapat menghubungi Polsek Kota Kisaran,” imbau Kapolsek IPTU Tombak, seraya menyebutkan bahwa sidik jari korban sudah diambil.
Dua Minggu Lalu Juga Ada Mayat Terapung di Sungai
Dalam berita sebelumnya, warga juga heboh penemuan mayat pria dalam goni yang ditemukan terapung di tepi anak sungai, Jalan Pematang Sei Baru, Dusun II, Kecamatan Tanjungbalai, Asahan, tepatnya Senin (8/8) lalu sekira pukul 17.30 WIB. Saat ditemukan, kondisi tangan dan kaki korban terikat tali plastik.
Saat pertama kali ditemukan juga sama sekali tidak diketahui identitasnya dan kondisi mayat korban sudah membusuk.
Kapolres Asahan AKBP Tatan Dirsan Admaja SIK, melalui Kapolsek Sei Kepayang AKP Hamdani, ditemui RSUD Dr Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai mengatakan, perkiraan mayat itu sudah lebih tiga hari berada di tempat kejadian perkara (tkp). Dugaan sementara motif kematian korban adalah pembunuhan.
Dugaan korban pembunuhan itu diperkuat keterangan dr Reinhard Hutahaean, Kepala Instalasi dan Kedokteran Forensik RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar, usai melakukan otopsi terhadap mayat mayat pria tidak dikenal tersebut, Selasa (9/8). Reinhard menyebutkan dari hasil otopsi, pada tulang kepala korban diketahui mengalami retak di sebelah kiri, rahang kanan bawah patah akibat trauma benda tumpul.
“Yang pasti korban diduga dibunuh,” kata dr Reinhard.
Lalu keesokan harinya, diketahui bahwa identitas mayat pria yang ditemukan dalam goni dengan posisi terapung di pingiran anak sungai Desa Pematang Sei Baru itu ternyata bernama Fadly Tamimi (20 tahun), warga Jalan KS Tubun, Kelurahan Tanjungbalai Kota I, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai.
Sesuai penuturan Rudi, teman karib korban ketika ditemui di sekitar rumah duka membenarkan bahwa mayat dalam karung itu adalah kawannya bernama Fadly Tamimi.
“Iya bang, jenazah dalam karung itu teman saya Fadly. Ini saya mau ke masjid mengumumkan berita duka,” ujar Rudi, kepada METRO ASAHAN, Rabu (10/8).
Ucok, salahseorang pelayat ditemui di rumah duka di Jalan KS Tubun juga menyampaikan hal serupa. Mereka sangat meyakini jika mayat pria yang ditemukan dalam goni itu benar rekan mereka bernama Fadly Tamimi.
Keyakinan itu lanjut Ucok, berdasarkan hasil tes DNA antara orangtua korban dan jenazah korban sudah keluar dari laboratorium. Hasilnya menyebutkan DNA antara korban dan keluarganya cocok.
“Selain itu, pakaian korban juga sama seperti yang dipakai Fadly Tamimi saat pergi meninggalkan rumah,” ujar Ucok, saat melayat di rumah duka di Jalan KS Tubun.
Kapolsek Sei Kepayang AKP Ramadhani, saat dikonfirmasi melalui telepon selurernya mengaku dirinya baru mendapat laporan tersebut. Untuk kepastianya, ia akan memanggil pihak kelurga korban.
“Barusan saya diinformasikan keluarga korban, untuk lebih memastikan saya panggil ke Polsek dan saat ini dalam perjalanan,” ujarnya singkat.
Informasi diperoleh, Fadly Tamimi dilaporkan hilang sejak Jumat (5/8), malam sekira pukul 20.00 WIB. Korban terakhir kali diketahui pergi mengendarai sepedamotor Honda CBR 150 warna merah dengan nopol BK 6446 QAE.
Saat itu Fadly mengenakan baju kemeja warna coklat polos, celana biru tua dan sandal putih. Mengenai hilangnya korban juga sudah dilaporkan ke Polsek Tanjungbalai Selatan.
Amatan koran ini, pihak Rumah Sakit Umum Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai, telah mengebumikan jenazah pria yang ditemukan di dalam goni (karung) tersebut. Proses pemakamannya dilakukan pada Rabu (10/8) siang di Pemakaman Muslim, Jalan Abadi, Kelurahan Tanjungbalai Kota II, Kecamatan Tanjungbalai Selatan.
Direktur Rumah Sakit Umum Tengku Masyur Kota Tanjungbalai, melalui Petugas Kamar Mayat Ilham Sinambela mengatakan, pemakaman itu dilakukan pihaknya setelah menunggu keluarga korban sejak dua hari tak kunjung datang menjemput jenazah korban.
“Karena sudah dua hari kami tunggu keluarga korban tak kunjung datang, maka korban kami kuburkan di Pemakaman Muslim Jalan Abadi,” ujar Ilham.(kn/ma)








