Satu lagi mahasiswa Indonesia yang ditahan pemerintah Turki karena diduga terkait kudeta militer 15 Juli lalu, kembali dibebaskan. Syaiful Iman, yang ditahan akhir bulan lalu, akhirnya dibebaskan pemerintah Turki setelah Kedutaan Besar RI di Ankara berusaha membebaskannya.
Dari keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Sabtu (10/9), Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri menyebutkan, Syaiful dibebaskan 8 September lalu pada pukul 20.30 waktu setempat.
“Kita tahu bahwa yang bersangkutan ditahan karena tidak mengikuti imbauan KBRI untuk meninggalkan fasilitas yang dikelola FETO. Namun demikian kita tetap melakukan upaya terbaik membebaskannya sejak kali pertama memperoleh informasi penangkapan tersebut,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Turki Wardhana.
“Setiap hari saya komunikasi dengan Menlu dan beliau selalu ingatkan hal itu,” sambung dia.
Syaiful adalah mahasiswa pada Middle East Technical University, Ankara. Ia ditangkap pada tanggal 26 Agustus di sebuah rumah yang dikelola oleh yayasan yang terkait dengan FETO yang sudah lama dipantau oleh Otoritas Turki.
Saat ini, Syaiful sudah berada di Wisma Duta Besar RI di Ankara bersama dengan sekitar 40 mahasiswa lainnya. Mereka semua ditampung di sana untuk sementara waktu.
“Kita tidak akan meninggalkan anak-anak kita penerima beasiswa Pasiad yang ada di Turki. Kita akan bantu carikan jalan keluar yang paling memungkinkan”, seru Menlu Retno beberapa waktu lalu (mdk|dwk)







