Home / Arsip / Arsip 2016 / Kriminal / Nasional / Reviews

Jumat, 19 Agustus 2016 - 12:06 WIB

Wartawan Aceh Kecam Penganiayaan Yang Dilakukan Anggota TNI AU di Medan

Viewer: 597
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 37 Detik

Puluhan jurnalis di Banda Aceh menggelar aksi simpatik dan melakukan doa bersama di depan Masjid Raya Baiturrahman, Jumat (19/8). Aksi damai ini merupakan sikap protes terhadap kekerasan dan penganiayaan dilakukan sejumlah anggota TNI Angkatan Udara terhadap dua wartawan di Medan, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

Adapun organisasi jurnalis tergabung dalam aksi ini, berasal dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia. Mereka mengaku aksi ini sebagai bentuk protes dan solidaritas jurnalis di Banda Aceh

Selain berorasi, peserta aksi juga membawa sejumlah poster memprotes pemukulan yang dilakukan oleh TNI AU di Medan. Di antaranya poster diusung pendemo bertuliskan ‘Jurnalis Bukan Musuh’ dan ‘Lawan kekerasan pada jurnalis’.

Baca Juga  Viral Video Pria Tendang Anak Kecil di Mall

Para jurnalis di Banda Aceh, dalam aksinya, menuntut agar pelaku diseret ke meja hijau dan dijerat menggunakan UU No 40/1999 tentang Pers. Ketua AJI Banda Aceh, Adi Warsidi menyebutkan, kasus pemukulan ini tidak bisa ditoleransi dengan alasan apa pun.

Semua pihak, terutama aparat yang mengerti hukum, seharusnya tidak main pukul terhadap wartawan dan warga. Selesaikan kasus ini secara hukum. Kami menuntut agar Polisi Militer bisa menindak dan menangkap anggota TNI AU yang melakukan pelanggaran hukum dan pemukulan terhadap jurnalis, kata Adi Warsidi.

Hal senada juga dikemukakan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Aceh, Didik Ardiansyah. “Jangan diamkan kasus kekerasan terhadap wartawan ini. Seret pelaku ke pengadilan,” ujarnya.

Baca Juga  Demi Uang Kampanye, Ahok Rela Ikut Stand Up Comedy

Didik juga meminta kepada Panglima TNI untuk segera melakukan investigasi terkait dengan kasus kekerasan yang menimpa dua jurnalis di Medan. Ini agar menjadi pelajaran bagi institusi lain tidak melakukan kekerasan terhadap jurnalis.

Seperti diketahui, dua wartawan mengalami tindak kekerasan sejumlah anggota TNI Angkatan Udara. Mereka yang menjadi korban adalah Array Argus (Tribun Medan) dan Andri Safrin (MNC TV).

Keduanya mengalami tindak kekerasan saat meliput bentrokan antara warga Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia dengan prajurit TNI AU pada Senin lalu. Kekerasan ini mengakibatkan kedua jurnalis itu mengalami patah tulang dan mendapat perawatan intensif di rumah sakit (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Tarif Interkoneksi Turun, Saham Operator Babak Belur

Kriminal

Cerita Perajin Jamu Diduga Jadi Mesin Uang Oknum Perwira Polisi, Total Serahkan Rp 7 Miliar

Berita

Identitas Perempuan Tanpa Lengan dan Kaki di Hutan Mangrove Terungkap

Berita

Pemerintah Tetapkan SNI Mainan Anak yang Aman

Berita

Dikarenakan Kelelahan,Siswa SPN Polda Kepri Meninggal Dunia
Ket:Foto//Pengacara Darmawan Yusuf, SH, SE, M.Pd, MH, CTLA, Med mendampingi Kliennya TH Ketika keluar dari Gedung Ditreskrimum Poldasu

Daerah

Poldasu Harus Objektif dan Mengundang BPN Dan Para Pihak Dalam Klaim Tanah Jalan Bilal Blok D1-D8 Yang Diklaim Janto

Arsip

Pesta LGBT di Sidimpuan Malah Difasilitasi Pemerintah. Parah Kali Bah

Arsip

Menteri Rini teteskan air mata lihat Telkom cepat tangani krisis satelit