Home / Arsip / Arsip 2016 / Ekonomi / Nasional / Reviews

Selasa, 16 Agustus 2016 - 11:35 WIB

Jokowi: Anggaran 2017 Tak Lagi Sekedar Dibagi Rata Ke Unit Kerja

Viewer: 524
0 0
Terakhir Dibaca:55 Detik

Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menegaskan komitmen pemerintah agar penggunaan anggaran belanja khususnya di 2017 disusun demi peningkatan kesejahteraan rakyat. Presiden berjanji alokasi anggaran tidak lagi berbasis bagi rata ke unit-unit kerja.

“Anggaran tahun 2017 disusun dengan cermat demi peningkatan kesejahteraan rakyat. Anggaran itu harus mengikuti program prioritas. Tidak boleh lagi sekedar dibagi rata ke unit-unit kerja,” ujarnya dalam pidato kenegaraan Sidang Tahunan MPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/8).

Baca Juga  Polda Sumut Silaturahim Dengan 50 Wartawan Media Online

Presiden mengungkapkan kerja DPR dan pemerintah sejauh ini terbilang baik jika melihat sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) yang berhasil disahkan. Terhitung setidaknya 10 RUU sudah disahkan sepanjang tahun ini.

“Antara lain Undang-Undang tentang Tabungan Perumahan Rakyat yang menjamin upaya pemenuhan kebutuhan akan tempat tinggal yang layak dan terjangkau bagi rakyat; Undang-Undang tentang Amnesti Pajak yang mendukung sumber penerimaan negara; serta Undang-Undang tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidayaan Ikan dan Petambak Garam sebagai bagian dari upaya pemajuan kesejahteraan nelayan serta sektor kemaritiman di Tanah Air.”

Baca Juga  ri Sultan Hamengkubuwono X Minta Masyarakat Tenang dan Tidak Terprovokasi

Seperti diketahui, saat ini DPR bersama pemerintah sedang membahas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2017 dan RUU tentang Pertanggungjawaban Atas Pelaksanaan APBN 2015 (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Sebar Kartun Hina Islam, Penulis Ini Ditembak Mati di Pengadilan

Berita

“Di situ pak Situmorang dan bupati cerita sebelumnya yang ngerjakan proyek jembatan di batubara Johan namanya, tapi kerjanya nggak beres. Kebetulan pak Situmorang mengaku perusahaannya ahli dibidang konstruksi jembatan,” sebut Ayen. Hingga akhirnya, OK Arya menyerahkan draft proyek Dinas PUPR Batubara kepada Ayen untuk diberikan kepada Maringan Situmorang. “Di Desember bupati ada kasih draft proyek untuk diserahkan ke Situmorang. Disitu ada ditandai tulisan ‘situ’. Karena saat itu saya mau olahraga, saya foto saja, kalau nggak salah dua atau tiga lembar. Setelah itu saya print lalu dikasih ke Situmorang. Saya tak terlalu perhatikan proyek-proyek apa saja,” jelasnya. Disinggung, mengapa mau menjadi tempat penitipan uang dari rekanan Pemkab Batubara untuk diserahkan kepada OK Arya, Ayen mengaku khilaf. “Saya khilaf. Semua demi menjaga hubungan bisnis karena keduanya sering beli mobil sama saya. Apalagi sebelumnya mereka ada nitip uang Rp 1 miliar, tapi nggak ada masalah. Tapi yang terakhir ini saya justru jadi terlibat,” sebutnya. KPK menangkap dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar beserta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Helman Herdadi dan pemilik Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen pada 13 September 2017 dari sejumlah lokasi berbeda di Medan dan Batubara. Penangkapan kelimanya dilakukan terkait kasus penyuapan senilai Rp 4,1 miliar. Total uang suap tersebut diberikan Maringan dan Syaiful, diduga sebagai persenan untuk OK Arya setelah mendapatkan sejumlah proyek yang dananya tertampung pada APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.(*)

Arsip

Makin Miskin, Ratusan Ribu Rakyat Korut Dipaksa Kerja di Luar Negeri

Arsip

Rakyat Filipina Mulai Bangkit Perang Narkoba Ala Duterte

Berita

Eni Saragih Didakwa Terima Gratifikasi Rp 6 Miliar

Berita

Kostum Baru ‘Avengers: Infinity War’ Lebih Menarik

Berita

Termasuk Anton-Rospita Berikut 75 Paslon Pilkada Serentak 2020

Arsip

Lily Wahid Tegaskan Tak Ada Agenda Lengserkan Presiden Jokowi