Home / Arsip / Arsip 2016 / Nasional / Reviews / Travel

Selasa, 9 Agustus 2016 - 15:40 WIB

Tapanuli Utara Tempat Wisata Yang Menyenangkan

Viewer: 963
0 0
Terakhir Dibaca:12 Menit, 19 Detik

PENDAHULUAN

Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah. Usaha memperbesar pendapatan asli daerah, maka program pengembangan dan pendayagunaan sumber daya dan potensi pariwisata daerah diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi. Secara luas. Pariwisata dipandang sebagai kegiatan yang mempunyai multi dimensi dari rangkaian suatu proses pembangunan.

Pembangunan sektor pariwisata menyangkut aspek sosial budaya, ekonomi dan politik (Spillane, 1994 : 14). (Hal tersebut sejalan dengan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 Tentang Kepariwisataan yang menyatakan bahwa penyelenggaraan kepariwisataan ditujukan untuk meningkatkan pendapatan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja, mendorong pembangunan daerah, memperkenalkan dan mendayagunakan obyek dan daya tarik wisata di Indonesia serta memupuk rasa cinta tanah air dan mempererat persahabatan antar bangsa.

Perkembangan pariwisata juga mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Kegiatan pariwisata menciptakan permintaan, baik konsumsi maupun investasi yang pada gilirannya akan menimbulkan kegiatan produksi barang dan jasa. Selama berwisata, Wisatawan akan melakukan belanja, sehingga secara langsung menimbulkan permintaan (Tourism Final Demand) pasar barang dan jasa. Selanjutnya Final Demand wisatawan secara tidak langsung menimbulkan permintaan akan barang modal dan bahan baku (Investment Derived Demand) untuk berproduksi memenuhi permintaan wisatawan akan barang dan permintaan wisatawan diperlukan investasi di bidang transportasi dan komunikasi, perhotelan dan akomodasi lain, industri kerajinan dan industri produk konsumen, industri jasa, rumah makan restoran dan lain-lain.

Kabupaten Tapanuli Utara atau identik disebut Bona Pasogit adalah merupakan sebuah Kabupaten yang tertua dari beberapa Kabupaten di Indonesia pada umumnya di Sumatera Utara pada khususnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan pemekaran hingga melahirkan berbagai Kabupaten antara lain Kabupaten Dairi, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Samosir, yang dulunya berada dalam embrio Kabupaten Tapanuli Utara. Hal ini menunjukkan sebuah terobosan baru menuju perubahan sebagaimana yang telah dicanangkan oleh Nikson/Mauliate. Perubahan tersebut direalisasikan dengan berbagai dekadensi semangat kerja keras dalam mewujudkan langkah yang pasti menuju perubahan, Kehidupan masyarakat dan penataan di berbagai dimensi pembangunan di desa, kecamatan dan kabupaten. Hal ini dilakukan adalah untuk mewujudkan arah dan gerak dalam menjadikan Tapanuli Utara sebagai Lumbung Pangan dan Lumbung Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas serta Daerah Wisata. Oleh karena itu seorang pemimpin tidaklah cukup hanya memberikan politik, rancangan dan metode kepada para stafnya, agar mereka berjalan melalui itu semua.Atau tidak cukup pula hanya sekedar merumuskan aturan-aturan, memberlakukannya dan menggambarkan batasan-batasannya. Namun lebih daripada itu melalui semangat. Sebab semangat adalah sebuah perasaan yang tercampur dengan keinginan. Jika keinginan itu kuat, maka semangat akan semakin berkobar seperti yang dilaksanakan Bupati Taput Drs. Nikson Nababan selama ini. Atas dasar inilah penulis dari PERSIA sangat tertarik dengan Lomba Karya Tulis ini dengan judul : “TAPANULI UTARATEMPAT WISATA YANG MENYENANGKAN PADA SEMARAK FESTIVAL DANAU TOBA 2016”.

Bona Pasogit adalah merupakan salah satu kabupaten yang kaya dengan potensi daerah terutama obyek wisata panorama alam dan religi. Obyek Wisata ini jika di olah dan dikembangkan dengan baik akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bona Pasogit secara khusus masyarakat Tapanuli Utara pada umumnya.

Daerah obyek wisata yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara ada sekitar 20 lebih anatar lain Panorama Alam Huta Ginjang, Pantai Muara, Air Soda di Parbubu, Air Panas di Hutabarat, Air Panas di Saitnihuta, Air Panas Ugan, Air Panas Sipoholon, Pacuan Kuda Siborongborong, Sopo Partungkoan, Gua Natumandi, Situs Hindu Hopong, Salib Kasih Siatas Barita, Makam Munson dan Leman, Kantor Pusat HKBP, Seminarium Sipoholon, Tugu Nomensen, Onan Sitahuruk, Gereja Dame, Makam Pendeta Johanes dan Makam Pendeta Johanes Siregar.

Dari 20 tempat wisata ini hanya beberapa tempat saja yang selalu rutin di bersihkan. Menyikapi ini, Bupati membuat program jitunya yaitu Jumat Bersih serta Menggalakkan Budaya Gotong Royong.

“Kalau Jumat bersih ini terus kita galakkan dan laksanakan, pekarangan dan daerah wisata ini akan bersih serta tertata rapi tentu akan memancing wisatawan datang yang nantinya akan menambah pendapatan penduduk sekitar, ini bukan untuk siapa tapi untuk kita semua” ujar Nikson pada saat Jumat bersih bersama Insan Pers.

Banyak yang belum kita kerjakan. Saya menyadari itu. Saya mengharapkan dukungan masyarakat Bona Pasogit ini supaya terwujudnya cita-cita dan tujuan mulia kita bersama “menjadikan Tapanuli Utara sebagai Tuan Rumah Festival Danau Toba 2016 Tampil Beda dan Sukses.” Ayo Kerja… Bersama kita Pasti Bisa….!!!!”.

PEMBAHASAN

Festival Danau Toba 2016

Pada 9-12 September 2016 mendatang, Festival Danau Toba (FDT) akan digelar di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kota Muara sebagai central kegiatan.Ibarat berdagang/berjualan ya….. tentu barang jualan (makanan dan atau penganan, dan lain-lain ) dan acara festivalnya (pertandingan olah raga, kesenian, permainan rakyat, acara adat, dan sebagainya) sejatinya disajikan dengan enak, menarik dan bermutu. Seperti Halnya Kabupaten Tapanuli Utara yang dipimpin Drs. Nikson Nababan, tidak ingin jualannya tidak ada penawaran. Artinya Bupati Taput Drs. Nikson Nababan tidak ingin Pergelaran FDT 2016 yang dilaksanakan di Bona Pasogit ini berjalan seperti rutinitas semata, tapi dengan segala persiapan yang matang akan tampil beda dan sukses.

Memang tidaklah gampang untuk mengkreasi sebuah perhelatan sekelas FDT, apalagi dari monoton ke kreatif, yang dapat memuaskan semua pihak/orang. Oleh karena itu, Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan melalui Dinas Pariwisata Drs. Gibson Siregar sejak dini telah melaksanakan pengorganisasian dan pengkoordinasian kepanitiaan secara professional yang terencana.

Baca Juga  Jokowi Instruksikan Tambah Pasukan di Daerah dengan Kurva Corona Tinggi

Supaya suksesnya perhelatan Festival Danau Toba 2016 Di Tapanuli Utara tepatnya di Kota Muara nanti, tentu bukan hanya tanggung jawab Dinas pariwisata Provinsi Sumatera Utara dan Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Utara dengan instansi lintas sektoralnya. Dukungan warga masyarakat sekitar sangat menentukan demi kesuksesan dan kelancaran perhelatan tersebut, seperti diantaranya sopan santun, ramah tamah, harga barang dagangan yang wajar, menjaga kebersihan dan keindahan rumah lingkungan serta tidak kalah pentingnya dukungan dari perantau asal Bona Pasogit.

FDT dengan selaras euforia semangat perubahan yang terus digiatkan Bupati Drs. Nikson Nababan tidak hanya pada pembangunan insfratktur semata, tapi pembangunan Revolusi mental tidak kalah galaknya. Diberbagai lokasi termasuk lokasi wisata yang sering dikunjungi Bupati Nikson selalu menggiatkan budaya gotong-royong yang akhir-akhir ini mulai redup, membersihkan Taman, lingkungan, pekarangan dll. Program Budaya gotong-royong tersebut adalah bagian dari revolusi mental yang di canangkan Presiden RI Ir Joko Widodo.

Kaitan dengan Semarak menyambut festival danau toba yang akan berlangsung di kawasan Danau Toba dan dipusatkan di Kota Muara. Bupati Taput berharap melalui momen ini Tapanuli Utara akan mampu menarik minat wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk singgah maupun berkunjung ke tempat wisata yang ada di Tapanuli Utara secara khusus dan ke Danau Toba yang merupakan danau terbesar di Asia.

 

Festival Danau Toba

Festival Danau Toba merupakan kegiatan rutin tahunan yang telah berlangsung sejak tahun 2013. Kegiatan festival ini merupakan pengganti dari Pesta Danau Toba yang sudah ada sejak 1983. Awalnya Pesta Danau Toba digagas masyarakat local (Parapat). Mereka bersyukur atas keberadaan Danau Toba yang berperan penting bagi kehidupan suku Batak yang tinggal di pesisir Danau Toba. Perhelatan Festival Danau Toba yang dulunya disebut Pesta Danau Toba hanya digelar di Kota Parapat, tapi dengan berubahnya menjadi Festival Danau Toba yang penyelengaraannya menjadi bergiliran di kabupaten/kota yang ada di kawasan Danau Toba. Yang menjadi pertanyaan,”Kenapa penyelenggaraan FDT terkesan monoton selama ini ?….”. Pemerintah daerah maupun pusat sebenarnya kurang mengerti akan permasalahan mengapa jumlah wisatawan yang berkunjung ke danau yang memiliki panorama indah ini. Dari beberapa catatan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara ataupun domestik terus berkurang dari tahun ke tahun. Seharusnya pemerintah dan stakeholder pariwisata harus terjun langsung ke lapangan dan melakukan survey mengapa minat masyarakat (lokal, luar daerah maupun mancanegara) kurang untuk berkunjung ke danau ini, dan pasti alasan utamanya adalah pelayanan SDM-nya yang kurang dan boleh dikatakan tidak menghargai pelanggan, penataan lokasi wisata yang kurang serta kerusakan lingkungan baik di Danau Toba-nya sendiri serta di lingkungan sekitar Danau Toba. Tapi yang kita soroti disini adalah masalah SDM-nya karena ini merupakan masalah dasar, SDM merupakan pondasi utama untuk membangun sebuah kawasan untuk maju. Menurut pengalaman pribadi ketika berkunjung ke salah satu titik pariwisata di Danau Toba ini sangat-sangat mengecewakan dan kapok untuk datang keduakalinya ke tempat tersebut. Jika berbicara tentang keindahan alamnya spot ini sangat bagus karena spot ini berada tepat hampir disiku Danau Toba dan berada dipinggir dua bukit dengan warna air hijau muda dan jika memandang ke sebelah kanan warna airnya biru berkilauan serta burung Bangau yang banyak beterbangan disekitar danau dan hinggap di atas pohon. Tapi keindahan alam ini tidak dibarengi dengan pelayanan SDM yang baik malah sebaliknya. Tidak hanya di tempat ini ketika kita pergi ke titik yang lain yang menjadi masalah adalah kurang menjaga kebersihan lingkungan di mana ketika kita makan mangga ataupun jajanan di pinggiran Danau Toba, penjual dan konsumen langsung membuang ampasnya (bungkus) ke Danau Toba tanpa merasa bersalah akan tindakannya. Buat pemerintah, ini merupakan hal utama yang harus diperhatikan.

Selain kotornya sebagian kawasan Danau Toba juga ulah pedagang di kawasan tersebut, beberapa wisatawan merasa terpaksa membayar makanan ataupun jajanan karena harganya tidak wajar dan terkesan menjebak.

“Saya kapok berkunjung ke Danau Toba ini, daftar harga barang ataupun makanan tidak ada, ketika saya membayar harganya diluar kewajaran dan terkesan dijebak oleh penjual,” keluh salah satu wisatawan.

Pemerintah perlu melakukan pembinaan akan SDM yang beretika untuk dapat melayani para wisatawan dengan baik serta menjaga daftar harga yang tidak mencekik dan menjebak sehingga wisatawan mau datang secara berulang-ulang ke kawasan ini. Karena event semeriah dan sebanyak apapun dilaksanakan di Danau Toba jika tanpa dibarengi oleh pelayanan SDM yang baik maka para wisatawan tidak akan tertarik untuk datang kedua kali.

Dilihat dari konsep kolektifitas kepariwisataan Sumut melalui ajang FDT ini, kita mendapat sebuah pelajaran berharga bahwa ternyata pengelolaan kepariwisataan tersebut tidak efektif apabila hanya mengandalkan potensi satu atau dua daerah saja, tanpa didukung oleh kepariwisataan dari daerah kab/ kota lainnya. Namun pada FDT 2016 ini, melalui semangat perubahan hal ini disuguhkan dalam satu bentuk paket kegiatan yang melibatkan kab/kota se-kawasan Danau Toba dengan benar dan bersinergi.

 

Kesiapan Kab Tapanuli Utara Dibawah Nikson Nababan

Ide pioneer Nikson Nababan dengan semangat perubahannya di segala leading sektor patut di ancungi jempol dan didukung. Festival Danau Toba 2016 di Tapanuli Utara melalui semangat PERUBAHAN yang dimotori sang Educator Drs. Nikson Nababan tentunya ingin Menginspirasi Pengembangan Wisata di Tapanuli Utara dan kawasan Danau Toba. Danau Toba ditetapkannya masuk dalam prioritas pengembangan destinasi wisata disebabkan telah memenuhi tiga kriteria umum, yaitu punya daya tarik, luas kawasan lebih dari 100 hektar, dan memiliki aksesibilitas dan infrastruktur. Sebelumnya kawasan Danau Toba saat itu pernah diusulkan menjadi obyek taman bumi atau geopark baru kelas dunia yang terdaftar dalam Jaringan Taman Bumi Global Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO). Kaldera Toba menjadi fenomena alam unik karena diketahui terbentuk dari letusan supervolcano 74.000 tahun lalu yang juga merubah suhu bumi.

Baca Juga  Dishub DKI Minta Aplikasi Ojek Online Dimatikan di Area Tertentu

Motivasi Pemda Taput mewujudkan Tapanuli Utara sebagai Tempat wisata yang menyenangkan semakin mantap dengan dibesarkanya Bandara Silangit, sejak bulan Maret 2016 penumpang asal kawasan Danau Toba selalu terlihat penuh dikarenakan lokasi bandara Silangit sangat strategis untuk kabupaten Tapteng, Tapsel, Samosir, Tobasa dan tuan rumah Tapanuli Utara. Pengembangan Bandara Silangit jelas sangat tepat dan strategis menjawab tuntutan masa depan. Berbeda dengan pengembangan Bandara Sibisa yang katanya untuk kepentingan wisata Badan Otorita Danau Toba. Jika memang akan dibukanya Jalan TOL MEDAN-PARAPAT, padahal bandara Sibisa dengan kota Parapat hanya beberapa kilometer lagi bisa ditempuh, hal inilah yang dianggap pengamat mubajir dan tidak tepat sasaran, tapi mungkin saja pemerintah pusat punya perhitungan sendiri.

Kesiapan Kab Tapanuli Utara di bawah Nikson Nababan bisa dikatakan cukup matang dan tak ingin FDT 2016 kali ini seperti estafet penyelenggara semata, tetapi ajang promosi pariwisata di Tapanuli Utara supaya terwujudnya visi-misi perubahan “Menuju Lumbung Pangan dan Lumbung Sumber Daya Manusia yang Berkualitas serta Daerah Wisata”. Kesiapan dimaksud adalah jauh-jauh sebelumnya sebelum September mendatang, telah dilakukan dan sesuai dengan petunjuk Bupati Taput Drs Nikson Nababan agar dermaga Muara di jadikan pusat kegiatan yang nanti akan dibangun pentas dan mensosialisasikan ke warga sekitar baik melalui gereja maupun sekolah. Koordinasikan ke instansi terkait, baik perhubungan untuk lokasi parkir diusulkan empat desa terdekat dengan lokasi sekitar kurang lebih 1 km dengan menampung kendaraan sekitar 500 unit. Selain itu kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten untuk membekali siswa-siswi dalam mengisi hiburan termasuk rencana tortor massal sepanjang 8 km menuju pelabuhan Muara.Yang pasti semua persiapan terus menggeliat baik itu Pemda Taput ataupun masyarakat. Horas…Horass…Horasss.

Kesimpulan

Festival Danau Toba 2016 di Tapanuli Utara adalah sebuah pegelaran budaya dan adat istiadat yang ada di kawasan Danau Toba sekaligus ajang promosi pariwisata di Tapanuli Utara serta mensukseskan program pemerintah pusat melalui badan otorita Danau Toba salah satu destinasi wisata berkelas Internasional atau Danau Toba jadi “Monaco Of Asia”.

Danau Toba merupakan Danau yang paling terkenal di Asia karena memiliki banyak keistimewaan, salah satunya adalah pemandangan alamnya sangat indah. Di Muara tepatnya di dermaga Pantai Muara, akan terlihat Pulau Sibandang sangat bagus dan indah apalagi pada waktu pagi dan sore untuk menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam. Belum lagi Huta Ginjang Panatapan salah satu tempat gantole (para layang) yang ada di kawasan Danau Toba sangat tepat untuk dijadikan obyek wisata alam yang mendatangkan pendapatan masyarakat dan devisa bagi Negara Indonesia.

Berdasar data, analisis data dan pembahasan data penelitian ini dapat ditarik kesimpulan yang merupakan bagian akhir dari karya tulis PERSIA yang berjudul “TAPANULI UTARA TEMPAT WISATA YANG MENYENANGKAN PADA SEMARAK FESTIVAL DANAU TOBA 2016” sebagai berikut :

  1. Kondisi lokasi Wisata di Tapanuli Utara masih mengandalkan pada keindahan alam, perlunya diperbanyak sentuhan manusia.
  2. Pengunjung ramai pada hari Minggu dan Libur serta bulan ramai pada bulan Desember atau pada saat Perayaan Natal Tahun baru.
  3. Para pedagang belum ada organisasi dan perlu ditertibkan supaya pengunjung dan pembeli tidak kapok untuk kembali berkunjung ke wisata yang ada di Tapanuli Utara dan kawasan Danau Toba.
  4. Masyarakat harus siap menerima kehadiran wisata dan wisatawan dengan senyum sapa dan keramahan serta menjaga kebersihan lingkungan, baik kebersihan rumah yang berdekatan dengan kandang ternak, terutama ternak Babi supaya tidak ada pencemaran.
  5. Taman Wisata Tapanuli Utara dan kawasan Danau Toba, perlu adanya pengembangan.
  6. Pengembangan ini meliputi (a) tata guna lahan, (b) infrastruktur, (c) fasilitas umum, (d) akomodasi, (e) restoran, (f) fasilitas rekreasi, (g) budaya, (h) masyarakat pelaku wisata, (i) manajemen (j) pedagang.

Saran

Penyelenggaraan Festival Danau Toba 2016 di Tapanuli Utara dengan semangat perubahan harus dikelola secara maksimal dengan melibatkan masyarakat di kawasan Danau Toba dan perantaunya. Selanjutnya pengelolaan event dan perbaikan sarana dan fasilitas umum dilakukan tidak ketika kegiatan tersebut mendekati waktu pelaksanaan, namun dikelola dengan perencanaan dan pengerjaan yang baik dan lebih bervariasi sehingga manfaat positif dari event tersebut dirasakan masyarakat secara permanen. Karena selama ini pelaksanaan FDT terkesan monoton dan seperti rutinitas semata.

Tapanuli Utara dan Danau Toba walaupun belum seberapa pendapatan masyarakat dan devisa untuk Negara, namun sudah menjadi obyek wista tujuan para wisatawan dalam negeri maupun wistawan mancanegara karena keistemewaan yang dimiliki dan kemudahan akses jalan. Namun seharusnya obyek wisata kawasan Danau Toba ini akan dapat lebih berkembang dan dikenal banyak orang apabila kita mengadakan pengenalan dan publikasi yang faktual kepada masyarakat luas secara terperinci mengenai Danau Toba dan wisata lainnya di Tapanuli Utara (Penulis adalah Wartawan Peristiwa Indonesia Kabupaten Tapanuli Utara)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Foto gunung merapi erupsi

Berita

Gunung Marapi Erupsi Lagi, Tinggi Kolom Abu Mencapai 200 Meter

Arsip

Ini Bukti Video Cristiano Ronaldo Pemain Culas
Papan Reklame Liar Bakal Ditumbangkan-KompasNasional

Arsip

Papan Reklame Liar Bakal Ditumbangkan

Berita

Sudirman Said: Impor Beras Bukan Solusi
Akhyar Nasution, H Anif dan Musa Rajekshah Juga Dipanggil KPK-kompasnasional

Arsip

Akhyar Nasution, H Anif dan Musa Rajekshah Juga Dipanggil KPK

Berita

Kepling Medan Johor Terjaring OTT, Polisi minta Segera Dicopot

Arsip

Janjikan Masuk PNS Tanpa Tes, Guru SMA Tipu Korban Rp 69 Juta

Headline News

Patung Replika Merlion (Singapura) Menjadi Daya Tarik Di Pemandian Sungai Hijau Tiga