Home / Arsip / Arsip 2016 / Kriminal

Jumat, 29 Juli 2016 - 10:10 WIB

Berlin Simanjuntak Ditemukan Tak Bernyawa, Tersangkut di Bebatuan

Viewer: 605
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 50 Detik

Hatonduhan – Kompasnasional.com

Aroma utte pangir (jeruk purut, red) menyengat di sekitar tali penyeberangan layang atau biasa disebut warga sekitar flying fox. Seorang wanita terlihat memegang batang pisang, daun sirih dan beras, Kamis (28/7) pagi.

Dalam ritual yang digelar, wanita yang terakhir diketahui sebagai paranormal itu kemudian berdiri di pangkal atau tempat warga yang hendak naik flying fox.

Sesaat kemudian, perempuan yang didatangkan dari kawasan Huta Padang, Kecamatan BP Mandoge, Asahan, itu menabur benda-benda sesajian itu ke bawah.

Ya, selain melakukan pencarian Oppung Dani atau Berlin Simanjuntak (73) dengan menelusuri sungai Boluk di Huta I Maligas Bayu, Nagori Saribu Asih, Hatonduhan, Simalungun, warga juga meminta bantuan paranormal.

Menurut warga yang percaya, ritual khusus dengan menabur beberapa persembahan itu ditujukan kepada roh penghuni sungai Boluk, agar berkenan menerima permohonan mereka untuk melepaskan jenazah korban dan memunculkannya di atas permukaan air.

Herobin Napitupulu, warga sekitar mengatakan, setelah dua malam Berlin belum juga muncul dari dalam air, warga pun mulai cemas. Sebab, jika air meluap karena turun hujan, mereka memperkirakan jenazah korban akan semakin sulit ditemukan.

Dari diskusi yang dialkukan, akhirnya diputuskan untuk mencari paranormal lainnya. Pagi hari kemarin, diundanglah seorang wanita dari daerah BP Mandoge. Tujuannya, untuk melihat secara ghaib keberadaan korban.

“Tadi katanya, orang pintar itu berdialog secara gaib dengan roh penghuni lembah sungai Boluk. Disebutkannya, sebelum pukul 12.00 WIB mayat korban akan muncul sendiri ke permukaan. Tetapi jika sampai lewat dari jam 12 siang tidak muncul, maka posisi mayat akan semakin menjauh dan sulit terdeteksi,” terang Napitupulu.

Setelah itu, paranormal itu pun melakukan ritualnya dan menabur persembahan dari atas, tepatnya di dekat flying fox.

Secara kebetulan, sekira pukul 11.30 WIB, Oppung Dani pun terlihat di permukaan air, berjarak sekitar 200 meter dari atas lintasan flying fox. Saat itu warga melihat ia tersangkut di bebatuan sungai, namun sudah tak bergerak. Setelah didekati, dipastikan bahwa korban sudah tak bernyawa. Tak jauh dari jenazah Berlin , juga ada bangkai lembu besar. Warga memperkirakan, lembu itu hanyut dari kawasan Tangga Batu.

Baca Juga  Hadiri Acara Amal, Wali Kota Gdansk di Polandia Ditikam

Setelah ditemukan, jasad korban kemudian dievakuasi ke rumah duka. Namun proses evakuasi tidaklah mudah. Sebab warga harus melintasi terjalnya medan di sekitar lokasi.

Isteri korban, Tialom br Pakpahan saat diwawancarai Wartawan di sela-sela acara pemakaman, mengaku sangat bersyukur atas temuan jenazah suaminya itu.

“Penantian selama dua hari dua malam berakhir. Saya berterim akasih kepada warga Maligas Bayu yang telah bekerja keras siang dan malam untuk mencari mayat suami saya,” jelasnya.

Dan, kemarin sore jenazah Berlin dikebumikan persis di samping kanan rumah korban.

Baca Juga  Usai Gorok Leher Anaknya, Sakiyem Pun Bunuh Diri

Camat Hatonduhan Manganjur Lumban Gaol SH yang hadir di rumah duka mengapresiasi kekompakan dan kerja keras warga Maligas Bayu, Saribu Asih, yang tak mengenal lelah dalam menemukan korban.

Sebelumnya, Oppung Dani dinyatakan hilang sejak Selasa (26/7) sekira pukul 19.00 WIB. Warga menduga, korban yang kesehariannya menjadi paragat tuak ini tergelincir dari atas flying fox saat hendak menyeberang semak belukar dan sungai.

Diperkirakan warga, malam itu Oppung Dani baru saja pulang meragat tuak. Namun karena kondisi cuaca yang sedang hujan, diduga ia tergelincir dari flying fox dan akhirnya terjun bebas ke sungai Boluk berarus deras yang berada di bawahnya.

Hal itu diperkuat dengan adanya temuan sandal dan perlengkapan korban berceceran di bawah flying fox.

Selanjutnya, warga pun melakukan pencarian dengan beramai-ramai merayap menuruni tebing sungai yang terjal dan curam.

Namun sayangnya, setelah menyusuri sungai sejauh 1 kilometer, korban belum ditemukan. Bahkan hingga Rabu (27/7) malam, pencarian belum membuahkan hasil.(kn-ms-sp)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Idul Fitri, Tahanan KPK Boleh Dijenguk Keluarga Selama Tiga Jam

Berita

Analisis Pakar Gestur soal Peluang ART Ferdy Sambo Berbohong di Sidang

Kriminal

Tersangka Pembunuhan Kesurupan Saat Adegan ke-14

Headline News

Pengusaha Kopi Kok Tong Dituntut 1,5 Tahun Penjara Karena Dugaan Penipuan

Arsip

SBY Telah Mampu Meningkatkan Elektabilitas Agus Yudhoyono dengan Strategi Ini

Arsip

Bupati Hadiri Sosialisasi Disdukcapil

Arsip

Pelaku Teror bom Gereja di Medan Menyusup Diantara Jemaat

Arsip

Bocah 15 Tahun Jadi Mahasiswi Baru Termuda di UGM