Home / Arsip / Arsip 2016 / Kriminal

Sabtu, 2 Juli 2016 - 14:10 WIB

Perkelahian Maut,Kakek Berusia 75 Tahun Tewas di Parit

Viewer: 623
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 29 Detik

kompasnasional.com

Siantar-Perkelahian yang mengakibatnya tewasnya seorang pria berusia 75 tahun terjadi di Jalan Sarimatua, Dusun Gereja, Desa Pematang Sengkring Pekan, Kecamatan Medang Deras, Batubara, Kamis (30/6), sore pukul 17.00 WIB. Adalah Richan Manurung, warga Dusun Mari Matua, Desa Tanjung Sigoni, Kecamatan Medang Deras, Batubara, ditemukan tewas di dalam parit (drainase).

Informasi dihimpun, korban diduga tewas karena tindak pidana penganiayaan. Lalu, oleh pihak keluarga, jasad korban dibawa ke Instalasi Jenazah RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar, untuk diotopsi.

“Ia tewas dengan kondisi kepala telungkup ke dalam air irigasi di Dusun Gereja, Jalan Sari Matua, Desa Pematang Cengkring, Kecamatan Medang Deras, Batubara. Sewaktu ditemukan di lokasi, kondisi pelipis mata korban ada luka lecet yang diduga kuat akibat penganiayaan,” ucap salah seorang kerabat korban bernama N Sitorus, mengaku sebagai keponakan (Bere) korban saat ditemui , di Ruang Forensik RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, Jumat (1/7).

Sitorus menerangkan, sebelumnya paman Richan hendak pergi mengecek ladang sawitnya dengan berjalan kaki. Sedangkan posisinya waktu itu lagi menjemur padi.

Lalu sekira pukul 17.00 WIB, ia mendapat kabar bahwa pamannya Richan sudah tewas di parit irigasi.

“Begitu dikabari aku langsung pergi ke sana, tapi mayat paman Richan sudah dibawa ke rumah lalu dilaporkan ke pihak kepolisian,” tambah Sitorus.

Polisi yang mendapat laporan pihak keluarga korban langsung melakukan pengembangan dan selanjutnya mengamankan Tenner Sihombing, yang diduga kuat sebagai pelaku yang mengakibatkan nyawa korban melayang. Tenner itu masih bertetangga dengan korban dan pelaku sendiri diamankan malam harinya dari rumah.

Baca Juga  AKP Misdi Dipecat dan Terancam Hukuman Seumur Hidup

Tindakan polisi mengamankan Tenner berangkat dari kesaksian warga yang menyebutkan bahwa sebelum tewas korban sempat terlibat perkelahian dengan terduga pelaku tersebut. Namun, menurut sepengetahuan Sitorus, antara korban dengan Tenner selama ini sama sekali tidak pernah ada berselisih paham.

“Itu makanya kita bingung,” sambung Sitorus.

Kapolsek Medang Deras AKP Jhoni Andreas, melalui telepon selulernya, Jumat (1/7) sekira pukul 10.30 WIB, menerangkan bahwa sebelumnya pihak keluarga sempat mengira Richan masih hidup sehingga cepat-cepat dibawa ke rumahnya untuk mendapat perawatan. Namun, sesampainya di rumah ternyata Richan sudah tidak bernyawa.

“Pihak keluarga pun curiga karena ada luka lecet di bagian pelipis dan kepala, maka keluarga melapor ke kita,” sebut Jhoni.

Sementara, dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian diketahui bahwa tewasnya Richan akibat terlibat perkelahian dengan Tenner Sihombing (65), yang masih satu kampungnya.

“Jadi pelakunya Tenner telah kita amankan tadi malam dari rumahnya,” ujarnya.

Sedangkan, mengenai motif penganiayaan masih didalami. Soalnya, selama ini, antara korban Richan dengan Tenner tidak pernah berselisih paham.

“Kita juga masih menunggu hasil otopsi, sehingga bisa diketahui penyebab kematian korban Richan,” tandasnya.

Sementara, Kepala Desa Pematang Cengkring Pekan Hasudungan Manik, ketika dikonfirmasi enggan berkomentar. Menurutnya, untuk mengungkap motif kejadian sebaiknya diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

“Saya tidak berani memberikan penjelasan apa-apa, sebab pastinya ada saksi yang melihat kejadian itu. Jadi mengenai motif kejadian itu saya juga tidak berani memberikan penjelasan apa-apa. Kalau menurut keluarga katanya sempat ada keributan dan perkelahian, ya itukan menurut mereka dan apakah mereka punya saksi akan hal itu,” ujarnya.(kn-ms)

 

Baca Juga  Gawat! 389 Pendaki Terjebak di Puncak Gunung Barujari
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Head Teller Gelapkan Rp3 M Uang Nasabah Bank Sumut Kabanjahe

Berita

Ditetapkan Jadi Tersangka,Ratna Sarumpaet Ditangkap di Bandara
12 Rumah Sakit di Jawa dan Sumatera Gunakan Vaksin Palsu-kompasnasional

Arsip

12 Rumah Sakit di Jawa dan Sumatera Gunakan Vaksin Palsu
Kedatangan Wapres, 2.400 Personel Diturunkan-kompasnasional

Arsip

Kedatangan Wapres, 2.400 Personel Diturunkan

Kriminal

Polda Jatim Mengungkap Kasus Besar, Barang Bukti Uang Bertumpuk-tumpuk

Arsip

Harta Labora Sitorus Mendadak Raib Saat Hendak Disita

Arsip

Otto Hasibuan: Setya Novanto Tidak Langgar Pasal Apapun

Arsip

Karyawan Bank Danamon Kaget Lihat Pintu Kantor Sudah Rusak