Home / Arsip / Arsip 2016 / Ekonomi

Rabu, 18 Mei 2016 - 15:41 WIB

Selain Beras, Sebentar Lagi Perum Bulog Juga Akan Berbisnis Bawang Merah

Viewer: 550
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 49 Detik

KompasNasional.com

JAKARTA– Setelah dipastikan menjadi penyangga dan stabilisator harga beras, jagung, dan kedelai, Perum Bulog sepertinya bakal semakin sibuk dengan adanya penugasan baru dari Kementerian Perdagangan (Kemdag), yakni sebagai pemain baru di bisnis Bawang Merah.

Tak hanya sekedar pemain baru, Bulog pun diminta untuk masuk bisnis bawang skala besar sehingga bisa menyeimbangkan harga Bawang Merah di pasaran yang rentan bergejolak.

Untuk bermain di bisnis Bawang Merah ini, Kemdag menugaskan Bulog agar berada di pasar induk supaya tidak mengganggu pangsa pasar para pedagang kecil di pasar tradisional.

Sekretaris Jenderal Kemdag, Srie Agustina, mengatakan, peran Bulog sebagai pedagang bawang merah skala besar akan dibatasi untuk memasok bawang dari daerah sentra produksi yang tidak terjangkau para pedagang kecil dan daerah yang tidak efisien dalam hal tranportasi.

“Jadi Bulog harus mencoba mencari satu akses pasar baru dan menjadi pedagang besar di sana sebagai penyeimbang dan perwujudan pemerintah,” ujar Srie, Senin (16/5/2016).

Srie menyebut kenaikan harga bawang merah yang terjadi naiknya harga bawang di sejumlah daerah lantaran terjadinya penurunan produksi.

Baca Juga  Harta Labora Sitorus Mendadak Raib Saat Hendak Disita

Hal itu terlihat dengan berkurangnya pasokan bawang ke Pasar Induk Kramatjati Jakarta. Biasanya pasokan bawang mencapai 150 ton hingga 200 ton per hari.

“Namun sekarang cuma 95 ton per hari, ini menunjukkan pasar dari hulu turun 37% dari biasanya,” terang Srie.

Penugasan Bulog masuk ke bisnis bawang merah ini tertuang dalam surat resmi penugasan dari Kemdag.

Dia mengatakan, Kemdag berwenang menugaskan BUMN, BUMD, dan swasta melakukan penyerapan pangan tertentu bila situasi membutuhkan.

Dalam hal ini, Kemdag telah memberikan tugas khusus atau tambahan kepada Bulog untuk menjadi pemain baru di bisnis bawang merah.

Baca Juga  21 Ton Bawang Merah Ilegal Dimusnahkan

Menanggapi hal ini, Direktur Komersial Bulog Fadzri Sentosa mengaku segera menjalankan penugasan ini dengan membeli sekitar 8.000 ton bawang merah untuk menstabilkan harga selama puasa dan lebaran tahun ini.

Rencananya, Bulog akan menjual bawang merah secara komersial, artinya tetap ada untung bagi Bulog. Saat ini, Bulog membeli bawang dari petani rata-rata seharga Rp 20.000 per kg dan menjualnya dengan harga Rp 24.150 per kg di pasar induk.

Untuk itu, Bulog menganggarkan sekitar Rp 1,6 triliun untuk pengadaan bawang merah tersebutDana ini berasal dari dana internal perusahaan dan Bawang Merah akan dijual sebanyak 300 ton per hari.(kn/tbn)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Tawuran Tak Pakai Kung Fu, Tiga Biksu China Dicopot Dari Bihara

Arsip

Bunuh Jutaan Pecandu Narkoba, Duterte Samakan Dirinya Dengan Hitler

Ekonomi

Ini Program Relaksasi Kredit Bagi Nasabah Bank UOB Indonesia

Arsip

Kapolda Metro Akan Selidiki Isu Pizza Hut Pakai Bahan Kedaluwarsa

Arsip

Ini Alasan Kuat Sri Mulyani Pangkas Anggaran

Arsip

Ahok: Jangan Paksa Siswi Pakai Jilbab, Sebaiknya Dibeginikan …
Kisah Artis Cilik Amel Carla dan Keluarga Saat Tertahan di Bandara Turki-kompasnasional

Arsip

Kisah Artis Cilik Amel Carla dan Keluarga Saat Tertahan di Bandara Turki
Kapal Penyelundup 200 Bal Monza dan 4 Ton Bawang Ilegal Ditangkap -kompasnasional

Arsip

Kapal Penyelundup 200 Bal Monza dan 4 Ton Bawang Ilegal Ditangkap