Home / Arsip / Arsip 2016 / Reviews

Jumat, 29 April 2016 - 14:29 WIB

Abu Sayyaf Berencana Culik Petinju Manny Pacquiao

Viewer: 529
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 15 Detik

KompasNasional.com

MANILA – Pemenggalan kepala terhadap sandera asal Kanada, John Ridsdel, membuat militer Filipina meningkatkan operasi militer untuk menekan kelompok militan Abu Sayyaf.

Namun peningkatan operasi militer itu membuat sandera lain menjadi semakin ketakutan.

Wong Chie Ming, ayah sandera bernama Wong Teck Chi asal Malaysia, mengatakan sang anak menghubunginya pada Sabtu (23/4/2016) lalu.

Dikutip dari The Iquirer, Kamis (28/4/2016), Wong Teck Chi mengatakan dirinya dan sandera lain dalam situasi bahaya.

Mereka terus dipaksa berpindah-pindah tempat oleh kelompok penyandera, di tengah bombardemen yang dilakukan pasukan pemerintah menggunakan pesawat militer.

Ia minta agar pihak keluarga segera membayar uang tebusan paling lambat 30 April atau mereka bakal dipenggal.

Ketika dikunjungi anggota Barisan Nasional (partai koalisi pemerintah Malaysia), keluarga korban penyanderaan mengatakan kekhawatiran bakal terjadinya pembunuhan kalau uang tebusan tak segera dibayar.

Rekaman pembicaran antara Wong dan ayahnya telah beredar luas melalui sosial media, di antaranya WhatsApp, WeChat and Facebook.

Baca Juga  Hina BPK, Ahok bisa Dijerat Pasal Penghinaan Lembaga Negara

Dalam komunikasi terakhir, Wong mengatakan kepada ayahnya, para sandera akan segera dieksekusi jika uang tebusan tidak dibayar.

Wong menambahkan para penyandera tidak menjelaskan bagaimana proses penyerahan uang tebusan sedang pihak keluarga korban tidak tahu pasti berapa jumlah yang diminta.

Keluarga korban meyakini para penyandera akan menghubungi kembali dalam dua hari ke depan. Ada empat warga negara Malaysia yang menjadi korban penyanderaan.

Menteri Besar Sarawak Adenan Satem berjanji akan membantu keluarga korban yang semuanya merupakan warga negara bagian tersebut.

Ia mengatakan upaya tersebut akan dikoordinasikan dengan Menteri Luar Negeri Malaysia.

Culik Petinju

Presiden Filipina Benigno Aquino III , Rabu lalu mengatakan kelompok Abu Sayyap berencana menculik dan membunuh petinju asal negeri itu, Manny Packquiao.

Sosok Manny Packquia, yang akrab dipanggil Packman, dikenal di Indonesia karena menjadi bintang iklan sebuah perusahaan jamu.

“Mereka diduga merencanakan aksi penculikan terhadap Manny Pacquiao atau anaknya. Begitu juga ada rencana melakukan aksi serupa terhadap adik saya, Kris, atau seorang di antara anak-anaknya,” kata Aquino.

Menurutnya, kalau rencana itu berhasil, korban penculikan akan dipakai sebagai alat tawar menawar untuk pembebasan pimpinan kelompok Abu Sayyaf yang ditangkap militer Filipina. Adik kandung Presiden Aquino adalah seorang aktris terkenal.

Baca Juga  Annisa Meregang Nyawa Terpental dari Motor saat Mengejar Penjambret

Ia juga menyatakan Abu Sayyaf berniat meledakkan bom di Manila untuk mendapatkan pasokan dana dari kelompok ISIS di Timur Tengah. Namun rencana itu dapat digagalkan oleh militer Filipina.

Aquino menolak melakukan dialog dengan kelompok Abu Sayyaf.

“Kami selalu percaya terhadap kekuatan dialog dan keterlibatan positif tanpa senjata. Namun mereka memilih jalan kekerasan sehingga kami hanya bicara dengan mereka (kelompok Abu Sayyaf) menggunakan cara serupa,” kata Aquino.

Dalam kesempatan itu Presiden Filipina mengungkapkan dirinya telah berkirim surat kepada keluaga John Ridsdel, untuk menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya.Ridsdel diekskusi kelompok Abu Sayyaf Senin (25/4/2016) lalu karena pihak keluarga tidak memberikan yang tebusan 300 juta peso. (kn/tbn/inquirer/feb)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Avengers: Infinity War cetak rekor

Berita

Dua Kepala Daerah Aceh Terjaring OTT KPK

Arsip

Demi Uang Kampanye, Ahok Rela Ikut Stand Up Comedy

Arsip

Baim Wong Ketahuan Punya Pacar Baru

Berita

Pencuri Papan Bunga Kena Batunya

Arsip

Turki Cabut Larangan Jilbab di Kepolisian

Arsip

150 Brimob Polda Jateng Siap Eksekusi 15 Terpidana Mati Bulan Ini

Arsip

Negara Luar Angkasa Asgardia Bisa Tampung hingga 1,5 Juta Jiwa