Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Internasional / Reviews / Teknologi

Sabtu, 29 Juli 2017 - 16:18 WIB

Negara Luar Angkasa Asgardia Bisa Tampung hingga 1,5 Juta Jiwa

Viewer: 680
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 57 Detik

kompasnasional.com – Asgardia tengah diperbincangkan khalayak. Walau baru sebatas konsep, nama tersebut akan menjadi sebuah negara yang akan berdaulat di luar angkasa. Lantas, bagaimana bisa sebuah negara berdiri di luar Bumi? 

Seperti dijelaskan pendiri Asgardia Igor Ashurbeyli, negara tersebut akan bertempat di sebuah wahana antariksa–ia menggambarkannya seperti Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS, International Space Station), dengan ukuran yang lebih megah.

Wahana bisa menampung setidaknya 150 ribu jiwa, dan dirancang oleh ahli-ahli antariksa dari Kanada, Rumania, Rusia, dan Amerika Serikat (AS). Namun, ke depannya Ashurbeyli ingin menambah ruang wahana Asgardia agar bisa menampung hingga 1,5 juta jiwa. Apakah rencana itu bisa direalisasikan?

Ashurbeyli menjelaskan, untuk saat ini Asgardia memang sudah membuka pendaftaran calon Asgardian–julukan untuk para calon penduduk Asgardia. Cuma, untuk sekarang Asgardia baru bisa menampung hingga 150 ribu jiwa.

Baca Juga  Menjelang Reshuffle, Jokowi Dua Hari Rapat Internal

Memang, bukan perkara mudah seperti membalikkan telapak tangan bagi Ashurbeyli untuk bisa mendirikan negara di luar angkasa dengan lebih dari satu juta jiwa.

Untuk bisa mengajak sekitar 1,5 juta jiwa pun, ia butuh sokongan dana dari sejumlah pihak. Dana tersebut sudah pasti ditujukan untuk pembangunan wahana raksasa Asgardia.

Ilmuwan asal Rusia ini mengungkap, pendanaan hampir memasuki tahap akhir putaran pertama. Pendanaan pertama didapat dari perusahaannya sendiri, Aerospace International Research Center. Adapun jumlah dana yang dibutuhkan olehnya saat ini berkisar di US$ 100 miliar (setara dengan Rp 1331 triliun).

“Jika dibayangkan, wahana raksasa Asgardia akan lebih besar dari ISS. Karena kami menargetkan ingin membawa 1,5 juta jiwa ke dalam wahana tersebut,” ujar Ashurbeylum sebagaimana dilansir Earth Sky pada Kamis (27/7/2017).

Ia melanjutkan, dana itu akan digunakan untuk pengembangan gagasan demokrasi yang akan diusung Asgardia, termasuk pengembangan infrastruktur di dalam wahana, pemilihan bendera Asgardia, hingga merancang lagu kebangsaannya.

Baca Juga  Bupati Simalungun Pimpin Upacara Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 76 Tahun 2021

Layaknya negara-negara Bumi, Asgardia juga akan membentuk pemerintahan demokrasi berdasarkan hukum. Warga negara Asgardia pun nanti diminta untuk turut andil memberikan suara demi sistem perumusan dasar konstitusi negara tersebut.

Tujuan dibangunnya Asgardia didasari tiga asas utama dari aspek ilmu alam dan teknologi. Pertama, Asgardia didirikan untuk menjamin kehidupan antariksa secara damai. Kedua, Asgardia hadir untuk melindungi Bumi dari ancaman objek luar angkasa, seperti komet, badai matahari, dan masih banyak lagi.

Asgardia akan menjadi wilayah yang demokratis, warga negara pun diberikan kebebasan untuk berkreasi dengan teknologi buatan mereka.

Mereka bahkan diberikan kesempatan untuk menciptakan ilmu pengetahuan luar angkasa ke negara-negara berkembang yang belum memiliki akses (lptn|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kapolda Kalbar Silaturahmi Bersama Perkumpulan Merah Putih Kalimantan Barat

Berita

Walkot Pontianak : Antisipasi Karhutla, Siagakan Posko Terpadu

Arsip

Fakta Google Raup Rp 5,5 Tapi Nunggak Pajak Rp 2 T di Indonesia

Berita

Tiket Kereta buat Mudik Lebaran Bisa Dibeli Mulai Besok

Arsip

Diplomat Makin Banyak yang Membelot Kim Jong Un

Berita

Pajak PPN 12% Naik Mulai 2025, Ini Kemungkinan Dampaknya bagi Pekerja

Berita

Rapat Koordinasi Dana Desa Poring Terjadi Kericuhan *

Berita

Optimalisasi Peran Petugas Yantek, Wujud Komitmen PLN UP3 Sanggau Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan