Home / Arsip / Arsip 2016 / Ekonomi / Internasional / Reviews

Rabu, 27 April 2016 - 13:47 WIB

Strategi Arab Saudi Bangun Usai Dihantam Harga Minyak

Viewer: 770
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 28 Detik

Perekonomian Arab Saudi tengah ambruk karena rendahnya harga minyak dunia sejak pertengahan 2014 silam. Harga minyak dunia sendiri turun dari puncaknya di atas USD 100 per barel hingga jadi USD 40 per barel saat ini.

Negara-negara penghasil minyak pun ikut kena imbas dari anjloknya harga minyak dunia. Arab Saudi pun tak tanggung-tanggung. Kerajaan Saudi langsung menambah utang akibat penurunan pendapatan negaranya sebesar USD 98 miliar. Memang, Arab Saudi selama ini mengandalkan minyak sebagai pendapatan utama untuk membiayai pembangunan negara tersebut.

Berbagai langkah dilakukan Arab Saudi untuk memperbaiki perekonomiannya. Salah satunya mengandalkan utang. Arab Saudi melakukan pinjaman luar negeri yang besar. Bahkan, pemerintah bakal meminjam USD 10 miliar dari JPMorgan Chase (JPM) dan HSBC (HSBC). Selain itu, untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir, Arab Saudi juga menjual surat utangnya untuk mendapatkan pendanaan sebesar USD 4 miliar.

Langkah lainnya, Kerajaan Arab Saudi juga berencana untuk menarik pajak penghasilan para warganya. Akan tetapi, usulan ini menjadi isu terakhir dalam meningkatkan perekonomian negara Petro Dolar.

Baca Juga  Singapura Kini Resesi karena Corona, Terburuk Sejak 1965

Akhirnya, Kerajaan Arab Saudi tak jadi memperkenalkan penarikan pajak penghasilan dalam waktu dekat. Kerajaan mengatakan penarikan pajak penghasilan bukan merupakan strategi dalam memecahkan ketergantungan ekonomi terhadap minyak.

Selain itu, Kerajaan Arab Saudi juga mempunyai cara-cara dalam memperbaiki ekonominya. Berikut rangkuman seperti dilansir CNNmoney.com:

1. Dana kemakmuran Arab Saudi

Kerajaan Arab Saudi berencana untuk membentuk Sovereign Wealth Fund (SWF) terbesar di dunia. SWF merupakan dana investasi khusus yang dibuat oleh pemerintah untuk memegang atau menguasai aset-aset asing untuk tujuan jangka panjang. Hal ini untuk untuk menciptakan arus pendapatan baru.

Arab Saudi berencana mengeluarkan dana USD 1,9 triliun pada 2030. Dana ini diklaim menjadi dana terbesar di dunia, mengalahkan dana kemakmuran Norwegia.

2. Privatisasi BUMN

Kerajaan Arab Saudi berencana menjual saham BUMN, Saudi Aramco ke publik dan ingin mengubah perusahaan menjadi ‘konglomerat industri global’.

Dia ingin sektor swasta untuk memperhitungkan hampir dua pertiga dari ekonomi pada tahun 2030, naik dari 40 persen dari saat ini. Arab Saudi juga berharap untuk menarik lebih banyak investasi asing.

3. Bangun industri baru

Kerajaan Arab Saudi harus membangun industri baru selain minyak. Negara ini bisa mengembangkan industri manufaktur, teknologi, pariwisata dan pertambangan lokal.

Baca Juga  Semester I 2016, Semen Baturaja Raup Laba Rp 130,81 Miliar

Dari industri baru ini, Arab Saudi diperkirakan bakal meraup pendapatan mencapai USD 266 miliar pada tahun 2030 dari USD 43 miliar tahun ini.

4. Memberi pekerjaan lebih kepada warganya

Arab Saudi berencana mengurangi pengangguran hingga 7 persen dari 11,6 persen. Selain itu, pemerintah juga bakal memberikan banyak lowongan pekerjaan kepada para perempuan. Saat ini, angkatan kerja perempuan hanya sebesar 22 persen.

Sektor ritel telah diidentifikasi sebagai salah satu pendorong pertumbuhan kerja di masa depan. Pemerintah berharap untuk membuat 1 juta pekerjaan tambahan di ritel dalam empat tahun ke depan.

5. Pariwisata

Arab Saudi dikenal sebagai negara impian umat muslim di seluruh dunia. Untuk itu, pariwisata keagamaan menjadi daya tarik sendiri.

Kerajaan Arab Saudi berencana meningkatkan jumlah jamaah setiap tahunnya dari 8 juta menjadi 30 juta pada 2030. Hal ini untuk meningkatkan pendapatan negaranya dari pariwisata. (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

‘Semedi’ di Gunung Lawu, Dimas Kanjeng Sempat-Sempatnya Gaet Pengikut

Berita

Setelah Sopir Truk, Kini Jokowi Terima Perwakilan Nelayan di Istana Negara

Internasional

Berfoto dengan Selebriti Israel, Penyanyi Mesir Hadapi Tuntutan Hukum

Arsip

Pemerintah bersyukur subsidi pupuk turun di 2018, ini alasannya
Tak Pernah Bisa Tidur Nyenyak Setelah Bunuh Marhaposan-kompasnasional

Arsip

Tak Pernah Bisa Tidur Nyenyak Setelah Bunuh Marhaposan

Berita

Ribuan Masyarakat Antar Jenazah KH. Nahduddin Royandi Abbas (Mbah Din) ke Tempat Pemakamannya

Arsip

Jokowi: Jangan Mengeluh Kalau Ada Tenaga Kerja Asing Ke Indonesia

Arsip

Sampai November Ini Kecamatan di Asahan Capaian PBB P2 100%