Home / Arsip / Arsip 2016 / Ekonomi / Internasional / Reviews

Selasa, 12 April 2016 - 14:02 WIB

Pasukan Filipina Kalah Tempur, Padahal Sudah Dibantu AS Rp 5 Triliun

Viewer: 634
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 22 Detik

Kematian 18 tentara Filipina saat bertempur melawan milisi Abu Sayyaf berbuntut panjang, banyak pihak yang merasa negara yang dipimpin Benigno Aquino III itu tak becus dalam menghadapi terorisme. Padahal, mereka sudah mendapatkan bantuan dana untuk pelatihan dan uang jutaan dolar selama 15 tahun.

Pengamat keamanan Asia Tenggara, Zachary Abuza memandang Filipina tak bisa menggunakan dengan baik bantuan yang mereka terima dari AS. Apalagi dalam menghadapi Abu Sayyaf yang dilengkapi persenjataan cukup lengkap.

“Saya rasa (program bantuan AS) benar-benar buang uang dan investasi yang buruk: USD 50 juta (atau Rp 656 miliar) per tahun sejak 2002 dengan hasil yang kecil,” kata akademisi dari US National War College di Washington, demikian dikutip dari The Washington Street Journal, Senin (11/4).

Baca Juga  Ini Gadis Hijab Pertama Yang Muncul di Majalah Playboy

Sementara, pejabat di Pentagon enggan mengomentari pandangan tersebut.

Sejak 2002 sampai 2013 lalu, AS telah mengucurkan dana bantuan keamanan hingga mencapai USD 441 juta atau sebesar Rp 5,39 triliun. Sebagian besar dana itu digunakan untuk memperkuat unit militer antiteroris. Bahkan AS sampai menerjunkan sejumlah pasukannya ke selatan Filipina untuk membantu mereka menghadapi Abu Sayyaf dan militan Islam lainnya.

Seperti diketahui, dalam pertempuran yang berlangsung selama 10 jam, Sabtu (9/4) kemarin tak hanya menewaskan belasan prajurit, di mana empat di antaranya digorok militan, tapi juga menyebabkan 52 tentara lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa itu berlangsung saat mereka dalam perjalanan menuju medan pertempuran, dan disergap oleh ratusan anggota Abu Sayyaf.

Baca Juga  Doakan Indonesia, Cinta Laura Malah Dibully Netizen

Sedangkan korban dari pihak militan hanya berjumlah lima orang dalam baku tembak yang terjadi di Pulau Basilan, berjarak sekitar 550 mil di selatan Manila. Salah satu militan yang tewas adalah seorang warga asing asal Maroko bernama Mohammad Khattab, dia diketahui instruktur pembuat bom (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

ICW harap MA panggil Hakim Cepi lantaran menangkan praperadilan Novanto

Berita

Bawaslu Larang Paslon Sumbang Rumah Ibadah

Berita

Erdogan temui Paus Fransiskus di tengah gelombang unjuk rasa
Bom Bunuh Diri di Baghdad, 14 Tewas dan 20 Lainnya Terluka-kompasnasional

Arsip

Bom Bunuh Diri di Baghdad, 14 Tewas dan 20 Lainnya Terluka

Berita

Anies Tunggu Laporan Dinas Pariwisata soal Dugaan Prostitusi di 4Play

Berita

Resmikan Pelabuhan Wasior, Jokowi Diteriaki Warga Minta Listrik

Arsip

Tahanan Tewas, Paranormal Dipanggil Usir Roh Jahat di Polsek Siantar Barat

Arsip

Ini Alasan Ketua DPR Setuju Harga Rokok Naik Rp 50 Ribu Per Bungkus