Home / Berita / Headline News

Rabu, 26 Desember 2018 - 11:47 WIB

11 Nelayan di Rajabasa, Lampung Selatan, Masih Hilang Akibat Tsunami

Perahu nelayan rusak usai dihantam gelombang tsunami di Desa Kenali, Rajabasa, Lampung Selatan. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

Perahu nelayan rusak usai dihantam gelombang tsunami di Desa Kenali, Rajabasa, Lampung Selatan. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

Viewer: 584
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 27 Detik
KOMPASNASIONAL-Sebanyak 11 nelayan dari Kecamatan Rajabasa, Kalianda, Lampung Selatan, hingga saat ini masih belum diketahui keberadaannya setelah bencana tsunami yang menerjang Lampung dan Banten pada Sabtu (22/12) malam. Rincian 11 nelayan yang hilang itu terdiri dari 8 orang dari Desa Kenali, 1 orang dari Desa Tangkul, dan 2 orang lainnya dari Desa Cukung.
Pihak keluarga dan kerabat dari para nelayan yang hilang itu meminta kepastian pihak Basarnas. Salah satunya Idham, nelayan di Desa Kenali, yang pamannya menjadi salah satu dari 11 korban hilang.“Pengakuannya itu sudah (dicari), tapi kita tidak tahu bagaimana. Kita orang di sini bukan apa-apa, kalau masih hidup ada orangnya, kalau sudah mati, mayatnya ada, sudah, itu. Kita minta kepastian,” kata Idham di lokasi, Rabu (26/12).
“Tujuan saya itu tidak mau diinterograsi, maksud saya, tolong sampaikan kepada Basarnas pencarian disegerakan. Kita siap untuk membantu petugas, di sana karena yang 11 hilang itu masyarakat kita, ada paman saya. Jangan sampai tidak ada jalan keluar, kita butuh kesigapan, kita butuh kerjanya,” ucap Idham.

Perahu nelayan rusak usai dihantam gelombang tsunami di Desa Kenali, Rajabasa, Lampung Selatan. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

Sementara Kapolres Lampung Selatan, AKBP Syahran, mengatakan timnya sedang berusaha keras untuk mencari para nelayan itu. Syahran meminta pihak keluarga untuk tetap bersabar karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. “Jadi tolong dimengerti, kami lagi berupaya, tapi kondisi alam kita tidak bisa melawan. Semua tergantung kondisi alam. Jadi tolong bersabar, kita pahami kondisi ini, kita terus akan melakukan upaya,” ucap Syahran.
Data terakhir yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (25/12) mencatat sebanyak 429 orang meninggal, 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang, dan 16.082 orang mengungsi akibat bencana tersebut.(KUMPARAN/AW)
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Baca Juga  PRESIDEN JOKOWI SERAHKAN 22.007 SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH DI BUMI HUMBANG HASUNDUTAN

Share :

Baca Juga

Berita

PEMKAB TOBA DAN BAWASLU SEPAKATI PENGUATAN PENGAWASAN PEMILU

Berita

PISAH SAMBUT KAJARI BALIGE DI PENDOPO BUPATI TOBA

Berita

Polres Sintang Musnahkan Barang Bukti Kasus Narkoba

Berita

DPRD SAMOSIR PARIPURNAKAN PENGUMUMAN BERAKHIRNYA MASA JABATAN BUPATI

Berita

Ingin kesamaan persepsi, Kadis Kominfo Sintang Ajak Kaum Perempuan Bijak dan Cerdas Gunakan Media Sosial.

Berita

RSUD Kota Psp Kini Miliki Mesin Penguji Sampel Swab

Berita

Danramil Senaning Temukan Air Terjun di Perbatasan.

Berita

PANDANGAN UMUM FRAKSI DPRDHUMBAHAS TERHADAP NOTA PENGANTAR BUPATI ATAS RANPERDA T. A. 2021