Home / Berita

Rabu, 6 Oktober 2021 - 21:11 WIB

Wako Edi Kamtono Ajak Warga Kota Pontianak Jaga Toleransi

Viewer: 458
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 22 Detik

Pontianak Kalbar,KOMPAS NASIONAL – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengimbau seluruh warga Kota Pontianak untuk tetap menjaga toleransi agar kehidupan bermasyarakat tetap rukun dan damai.

Apalagi Pontianak sebagai ibukota Provinsi Kalbar merupakan kota yang sangat terbuka.

“Kalau ini bisa kita jaga, Insya Allah Kota Pontianak akan menjadi kota yang mempunyai toleransi tinggi,” ujarnya usai menghadiri Focus Group Discussion (FGD) dan rakor menyikapi berkembangnya sikap intoleransi dan radikalisasi di Kalbar di Hotel Grand Mahkota, Rabu (6/10/2021).

Sejauh ini, kehidupan beragama di Kota Pontianak sudah berjalan baik.

Setiap momen ibadah tiap-tiap agama juga mengedepankan toleransi dan pengertian antar pemeluk agama. Dan tak kalah pentingnya memahami lingkungan sekitar dengan kearifan lokal bahwa semua bersaudara.

Baca Juga  Serius Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Petugas Lapas Kelas IIA Pematangsiantar gelar Razia Rutin Siang Malam

Dialog juga sebagai wadah dalam mempererat hubungan antar pemeluk agama maupun suku.

Forum dialog tersebut bisa dilakukan organisasi masyarakat, paguyuban, suku, agama dan sebagainya.

“Melalui forum itu diharapkan persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” tuturnya.

Kemudian, Edi juga mengimbau kepada masyarakat agar jangan membawa isu-isu ras dan agama atau isu SARA dalam suatu pertikaian.

Ia meminta semua pihak harus bisa menahan diri berkaitan dengan primordialisme agar masalah tersebut tidak dibesar-besarkan.

Baca Juga  Tapanuli Selatan (Tapsel) telah melaksanakan vaksinasi "Merdeka" untuk anak usia 6 hingga 11 tahun.

“Kita semua adalah saudara sehingga kita mengharapkan bagi para elit dan para kelompok dan lain sebagainya tidak membesar-besarkan masalah primordialisme dalam keseharian,” ungkapnya.

Dia mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial.

Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap postingan-postingan yang mengarah pada intoleran dan perpecahan.

Untuk itu dirinya mengimbau masyarakat tidak memposting hal-hal yang membuat situasi menjadi panas sehingga dapat memicu pertikaian.

“Kadang-kadang postingan medsos ini kejadian sudah beberapa tahun yang lalu dimunculkan sekarang sehingga memicu pertikaian,” pungkasnya.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pesta Pernikahan Dilarang Di P.Sidimpuan Selama 14 Hari, Warkop Buka Sampai Jam 21 Malam

Berita

Keluhkan Ikan predator  “ Iblis Merah”  di Danau Toba, Nelayan Tradisional: Ini Ancaman Serius Bagi Kami !

Berita

Panglima TNI Mutasi 286 Perwira: Kadispenad hingga Sesmilpres

Berita

Empat Pejabat BPN Terjaring OTT ,Kejari Sita Rp32,4 juta

Berita

Peduli Korban Banjir, Babinsa Semuntai dan Pramuka Gugus Depan Riam Buih Salurkan Bantuan

Berita

Coffee Morning di Kejati, Kasdam XII/Tpr : Sinergitas Penthahelix Tentukan Keberhasilan Penanganan Karhutla*

Berita

Tiga Bulan Dilantik, Kades Sipungguk Bikin Program Unggulan “Kampung Tangguh Anti Narkoba”

Berita

Militer Myanmar Kaget Banyak Orang Protes Kudeta