Home / Berita

Sabtu, 6 Maret 2021 - 19:27 WIB

Militer Myanmar Kaget Banyak Orang Protes Kudeta

Viewer: 463
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 27 Detik

Kompasnasional l Militer Myanmar ternyata tidak menyangka bahwa kudeta bakal menghadapi gelombang protes. Masyarakat setempat terus turun ke jalan meski korban jiwa berjatuhan.

Dilaporkan AP, Jumat (5/3/2021), utusan PBB berkata militer Myanmar “sangat kaget” karena gagal untuk mendirikan rezim militer tanpa adanya oposisi.

Militer Myanmar merebut kekuasaan dari Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021. Sebelumnya, junta militer Myanmar pernah berkuasa selama setengah abad. Terakhir mereka kudeta pada 1988.

Ketika militer melonggarkan kekuasaan, Aung San Suu Kyi menang pemilu 2015, sehingga dunia internasional ikut meringankan sanksi. Suu Kyi kembali unggul pada pemilu 2020, tetapi militer tidak terima kalah.

Baca Juga  Wawako Pematangsiantar Hadiri Launching Jaringan Media Nusantara Liranews.com dan Liratv.id

Utusan PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, mengaku menerima ribuan pesan dari rakyat Myanmar yang menantikan adanya respons dari dunia internasional. Ia berkata para anak-anak muda menolak hidup di dalam rezim diktator.

“(Mereka) terorganisir dengan baik dan sangat bertekad bahwa mereka tidak ingin kembali menuju kediktatoran dan isolasi,” ujarnya.

Para pengunjuk rasa mengumpulkan sampah saat mereka mengambil bagian dalam demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon (12/2/2021). (AFP/STR)

Para pengunjuk rasa mengumpulkan sampah saat mereka mengambil bagian dalam demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon (12/2/2021). (AFP/STR)

PBB telah berulang kali mengecam militer Myanmar agar tidak bertindak represif. Negara-negara Eropa juga memberikan sanksi.

Baca Juga  Sujiwo Harap Mall Rakyat Dongkrak Ekonomi Warga Desa Durian

Christine Schraner Burgener sudah berkomunikasi dengan militer, dan mengingatkan bahwa ada ancaman sanksi. Namun, militer Myanmar tidak gentar karena sudah biasa.

“Jawaban (militer) adalah: ‘Kita sudah biasa dengan sanksi-sanksi, dan kita pernah selamat dari sanksi-sanksi tersebut di masa lalu,'” ungkap Christine.

“Ketika saya juga memperingatkan akan ada isolasi, jawabannya adalah: ‘Kita harus belajar untuk berjalan dengan sedikit teman.'”

Hingga kini, Aung San Suu Kyi juga masih ditahan militer tanpa adanya kejelasan kapan dibebaskan.(L6/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Tahanan PNS Tewas, 3 Anggota Polres Subang Dicopot

Berita

Data Terbaru Real Count KPU Jakarta, Kans Pramono-Rano Menang Pilkada Menguat

Berita

Wali Kota Sidempuan Dengan Insan Pers Bersilaturrahmi dan Buka Puasa Bersama

Berita

Amar Manaf: Kerukunan Bergama Butuh Peran Aktif Semua Tokoh Agama

Berita

istri Setya Novanto diperiksa KPK

Arsip

Marsinah, Buruh Dibunuh Gara-gara Minta Upah Naik Rp 550

Berita

F.SP.TSI Kota Padang Sidimpuan Siap Berkomitmen Jaga Harkamtibmas

Berita

SIABU KELUHKAN JALAN YANG RUSAK PARAH, DI DESA GOA BOMA.