
Sintang Kalbar, Kompasnasional.com – Wakil Menteri LHK Alue Dohong, PhD di sela-sela Kunjungan kerjanya di kab. Sintang menyempatkan diri untuk menghadiri Acara makan siang sekaligus Ramah tamah bersama Ikatan keluarga Besar Uud Danum ( IKADUM ) Kab. Sintang, Selasa 7 Desember 2021 di kediaman Wakil Ketua DPRD kab. Sintang Heri Jambri, SH, M.Si
Wakil Menteri LHK, Alue Dohong, PhD tiba di Kediaman wakil Ketua DPRD kab.sintang pada pukul 12,05 Wib dan di sambut oleh ketua DPRD kab sintang Heri Jambri, SH, M.Si dan di dampingi oleh Ketua IKADUM Kab.Sintang bapak Andreas Calon, Ketua Ikatan Cendikiawan Dayak Nasional ( ICDN ) Sopian, S.Sos, M.Si, tokoh masyarakat Dr.Drs. Nikodemus. R.Toun, MM, Fx Murniyanto, S.Sos, Legislator partai Hanura Zulkarnain, SH beserta keluarga besar IKADUM yg hadir, Selanjut di lanjutkan dengan Ritual adat Dayak Uud Danum MOHPAS NOHARANG OKON oleh Imam Adat Diansah, SH.
Pada kesempatan tersebut Wamen LHK yang Fasih berbahasa Uud Danum karena merupakan Putra asli Dayak Uud Danum dari kalimantan tengah menerima Penyerahan Aspirasi masyakat dalam bentuk tertulis, dan beliau berjanji akan mempelajari proposal aspirasi tersebut.beliau berpesan kepada masyarakat Serawai dan Ambalau, supaya Menjaga Hutan sekitar di wilayah dua kecamatan tersebut, karena dua kecamatan ini adalah penyelamat dari kabupaten Sintang, apalagi hutan di wilayah dua kecamatan ini adalah bagian dar “Heart of Borneo”. Lebih lanjut beliau berjanji akan mendorong percepatan pengesahan Hutan adat atau Hutan desa dan akan melakukan Reboisasi di bidang kehutanan di wilayah tersebut

Pada kesempatan yang Sama, Heri Jambri, SH.M.Si berharap dengan kehadiran wamen LHK di kabupaten Sintang dapat berdampak positif terhadap masyarakat, terkhusus Untuk wilayah Serawai Ambalau, beliau berharap agar Wamen LHK dapat memperjuangkan Hutan di sana tetap di lestarikan dan di jaga agar tetap asri, apalagi wilayah tersebut berstatus bagian Heart of Borneo yang memang wajib di jaga.lebih lanjut beliau berharap dengan Statusnya sebagai bagian dari jantung kalimantan tidak membuat masyarakat di sekitar Hutan seperti ” Ayam yang Mati di dalam lumbung padi”. Harapan kita melalui pak Wamen LHK ini supaya ada kegiatan kehutan di sana, berupa investasi yg dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,di mana nanti ada sistem pola bagi hasil dari investasi tersebut, dan harapan kita di berikan dalam bentuk bantuan non proyek, tidak hanyak dalam bentuk Reboisasi tapi dalam bentuk pengadaan alat berat, Fungsi alat berat tersebut nanti akan di gunakan untuk membuka, membangun dan memelihara jalan antar Desa di wilayah hutan paparnya.
Ketua ICDN kab.Sintang Sopian, S.Sos, M.Si berharap kepada wamen LHK agar dapat memperjuangkan penataan kembali peta tata ruang hutan lindung di wilayah Ambalau dan serawai. Menurut Sopian, sapaan akrab dari salah satu Dosen Unka ini, ada banyak ketimpangan dalam hal pemetaan hutan lindung, di mana dalam 2-3 tahun terakhir, pemukiman penduduk yang sudah ada semenjak ratusan Tahun yang lalu tiba-tiba masuk dalam kawasan Hutan lindung, ini sangat meresahkan masyarakat, karena mereka terancam ketika mengolah tanah di wilayah titik patok*
Yupinus Totom



