Home / Berita

Sabtu, 22 Mei 2021 - 22:38 WIB

Pemprov Kalimantan Barat Raih Opini WTP 8 Kali

Viewer: 488
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 24 Detik

PONTIANAK KALBAR | KOMPAS Nasional – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan RI terkait Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2020. Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan tersebut diterima Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum, dari Anggota VI BPK RI dalam Rapat Paripurna di DPRD Provinsi Kalbar, Jumat (21//5/2021).

Pemerintah Provinsi Kalbar telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 8 kali. LKPD Tahun Anggaran 2018 sempat mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Usai Rapat Paripurna, Anggota VI BPK RI DR. Harry Azhar Azis, M.A. mengatakan, untuk LKPD Tahun Anggaran 2020, BPK RI sepakat memberikan opini WTP kepada Pemerintah Provinsi Kalbar lantaran dinilai telah berhasil mencapai tiga indikator kemakmuran. Namun demikian, BPK RI meminta agar Pemprov Kalbar tidak hanya meningkatkan opini akuntabilitas saja, namun juga indikator kemampuan.

Baca Juga  Gubsu Lantik 344 Kepala SMA/SMK/SLB, 5 Diantaranya Dari Cabdis Siantar

“Kalimantan barat di bawah pimpinan Pak Gubernur dan DPRD telah mencapai tiga indikator kemakmuran, yaitu kemiskinannya lebih baik dari rata rata nasional, penganggurannya lebih baik dan juga gini rasionya.

Tugas ke depannya adalah bagaimana meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia seperti yang disampaikan oleh Pak Gubernur,” ujar dia.

Di kesempatan yang sama, H. Sutarmidji mengatakan, selaku Gubernur selalu mempedomani penyusunan anggaran dengan apa yang disarankan.

Baca Juga  Sejarah Kota Sintang Di Hut Ke 660 Pada 10 MEI 2022 Terungkap

Dia mengaku selalu sependapat dengan apa yang disampaikan BPK RI.

“Opini WTP itu sebetulnya adalah capaian minimum yang harus kita capai dalam tata kelola keuangan.

Tapi bagaimana membuat uang itu manfaatnya tinggi untuk kesejahteraan masyarakat, ini yang lebih penting,” tutur H. Sutarmidji.

Dikatakannya bahwa pelaksanaan belanja pemerintah harus bertujuan pada kesejahteraan masyarakat.

Dia mengatakan, ketiga aspek yakni gini ratio, kemiskinan, dan pengangguran sudah bisa ditekan.

Namun dalam aspek Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Gubernur merasa masih berat.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pontianak Dapat Pelatihan Adaptasi dan Mitigasi Bencana dari GCoM.

Berita

Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Acara Pembukaan MTQ ke 54 Tahun 2022 Tingkat Kecamatan Siantar Martoba

Berita

Babinsa Kodim 1203/Ktp Motivator Petani Didesa Binaanya.

Berita

MTQ Kalbar, Wabup Wahyu Suport Kafilah Kapuas Hulu

Berita

Walikota Irsan Efendi Pastikan Membuka Diri Terhadap Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan

Berita

Hadiri GSSB, Bupati Tapsel Berharap Manajemen di Masjid Dikelola Dengan Profesional dan Akuntabel

Berita

TERUNGKAP SUDAH, PEMBUNUHAN SEORANG WANITA DI ASOBE DUSUN LUMBAN SONANG HUMBAHAS

Berita

Terapkan Protkes Kepada PMI, Upaya Satgas Pamtas Yonif 642 Cegah Penyebaran Covid-19*