Home / Berita

Sabtu, 22 Mei 2021 - 22:38 WIB

Pemprov Kalimantan Barat Raih Opini WTP 8 Kali

Viewer: 461
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 24 Detik

PONTIANAK KALBAR | KOMPAS Nasional – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan RI terkait Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2020. Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan tersebut diterima Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum, dari Anggota VI BPK RI dalam Rapat Paripurna di DPRD Provinsi Kalbar, Jumat (21//5/2021).

Pemerintah Provinsi Kalbar telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 8 kali. LKPD Tahun Anggaran 2018 sempat mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Usai Rapat Paripurna, Anggota VI BPK RI DR. Harry Azhar Azis, M.A. mengatakan, untuk LKPD Tahun Anggaran 2020, BPK RI sepakat memberikan opini WTP kepada Pemerintah Provinsi Kalbar lantaran dinilai telah berhasil mencapai tiga indikator kemakmuran. Namun demikian, BPK RI meminta agar Pemprov Kalbar tidak hanya meningkatkan opini akuntabilitas saja, namun juga indikator kemampuan.

Baca Juga  Menang Versi Quick Count, Ini Janji Edy Rahmayadi Jika Tak Amanah

“Kalimantan barat di bawah pimpinan Pak Gubernur dan DPRD telah mencapai tiga indikator kemakmuran, yaitu kemiskinannya lebih baik dari rata rata nasional, penganggurannya lebih baik dan juga gini rasionya.

Tugas ke depannya adalah bagaimana meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia seperti yang disampaikan oleh Pak Gubernur,” ujar dia.

Di kesempatan yang sama, H. Sutarmidji mengatakan, selaku Gubernur selalu mempedomani penyusunan anggaran dengan apa yang disarankan.

Baca Juga  Muncul Virus Baru di China Selain COVID-19, Membunuh Hitungan Jam

Dia mengaku selalu sependapat dengan apa yang disampaikan BPK RI.

“Opini WTP itu sebetulnya adalah capaian minimum yang harus kita capai dalam tata kelola keuangan.

Tapi bagaimana membuat uang itu manfaatnya tinggi untuk kesejahteraan masyarakat, ini yang lebih penting,” tutur H. Sutarmidji.

Dikatakannya bahwa pelaksanaan belanja pemerintah harus bertujuan pada kesejahteraan masyarakat.

Dia mengatakan, ketiga aspek yakni gini ratio, kemiskinan, dan pengangguran sudah bisa ditekan.

Namun dalam aspek Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Gubernur merasa masih berat.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Uang Rp 700 Juta Panitera PN Jakut Bikin KPK Penasaran

Berita

Bupati Kapuas Hulu, Sis Nilai Pameran Art Preneurship Ekspresikan Bakat Pelajar

Berita

Gubernur Kalbar Targetkan 25 Ribu Vaksin Di Terima Masyarakat Dalam Satu Hari

Berita

ANTISIPASI, BULOG SINTANG SIAPKAN 100 TON BERAS KHUSUS UNTUK PENANGANAN BENCANA

Berita

KPID Kalbar Laporkan Kesiapan Digitalisasi Siaran

Berita

Polsek Putussibau Utara Monitoring Batingsor didaerah Hukum Polsek Putussibau Utara
Foto pemeran video viral Kebaya merah

Berita

Dua Pemeran Video Wanita Kebaya Merah Ditangkap!

Berita

Aipda Widi suryadi Hadiri Rapat MusrenbangDes Desa Parigi Kec. Mempawah Hulu