Kompasnasional.com | Tapanuli Tengah – Viralnya salah satu Video tentang dugaan Oknum Polisi melakukan pemukulan saat melakukan penangkapan tersangka pengedar narkotika jenis sabu-sabu pada Januari 2021 lalu mendapat tanggapan serius dari sejumlah Mahasiswa Sekolah Tinggi Perikanan dan Kehutanan (STPK) Matauli Pandan.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Irwan Limbong selaku Dosen STPK Matauli beserta sejumlah Mahasiswa pada Jumat, (09/12/21). Dikatakannya, mungkin saja kejadian tersebut guna mengantisipasi perlawanan dari tersangka.
“Masalah pemukulan itu mungkin saja dilakukan karena adanya perlawanan sebelum kejadian penangkapan, karena tersangka itu bisa saja melawan saat ditangkap, atau berusaha untuk melawan atau kabur, kita tidak tau, karena yang kita lihat setelah ditangkap saja,” kata Irwan Limbong.
Ia mengatakan, untuk memberantas peredaran narkoba pihak kepolisian memang harus tegas dan tidak bisa ditoleransi, karena narkoba merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) karena saat ini tengah menjadi proxy war yang dapat melumpuhkan kekuatan bangsa.
Daya rusak dari kejahatan Narkoba ini sangat besar, karena bisa menyasar semua kalangan mulai dari petani, pejabat publik hingga aparat negara, narkoba juga sangat berdampak pada kerugian negara lebih besar dari korupsi dan terorisme.
“Ancaman bahaya Narkoba ini secara nyata terus berkembang luas serta menyasar semua kalangan dan usia. Jaringan pengedar Narkoba dalam setiap waktu terus bertambah mulai dari kota besar sampai dengan pedalaman desa. Bila ini dibiarkan dan tidak ada tindakan tegas, maka tak heran bila para pelaku semakin merajalela, apa yang dilakukan oknum pada saat penangkapan itu sudah sepantasnya, bahkan lebih baik lagi dilumpuhkan agar menjadi perhatian bagi pelaku lainnya yang masih berkeliaran,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Rahmad Hidayat Panggabean selaku Ketua Himpunan Komisariat Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan (STPK) Matauli Pandan, menurutnya masalah tersebut tidak perlu dibesar-besarkan karena akan memberikan kenyamanan bagi para pengedar maupun pengguna narkoba, sebab video tersebut diduga sengaja diviralkan sekelompok orang yang berkepentingan tentang narkoba, dan orang orang tersebut patut diduga merupakan jaringan peredaran narkoba, jika tidak, pastinya mereka harusnya mengapresiasi kinerja Personil Satnarkoba yang sudah kerja keras selama ini memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Dalam hal ini kami sangat mengapresiasi kinerja Personil Polres Tapteng, terlebih Satnarkoba, bahkan belakangan ini tak jarang kami mendengar dan membaca pemberitaan tentang keberhasilan personil Satnarkoba Polres Tapteng melakukan penangkapan terhadap para pengedar maupun pengguna narkoba,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain video tersebut viral dimedia sosial, video klasifikasi dari Wakapolres Tapteng juga muncul di media sosial. Tentang pernyataan dan pemberian saksi kepada oknum polisi yang melakukan pemukulan tersebut, urusan narkoba memang bukan kasus biasa melainkan ancaman bagi negara.
“Disisi lain kejadian ini memang miris, namun disisi lain ketegasan juga perlu dilakukan kepada para pelaku, jika tidak, para pengguna narkoba ini akan merasa senang, dan kita khawatir kedepan bisa saja para pelaku kejahatan ini akan melakukan perlawanan berlebihan kepada oknum polisi saat melakukan penangkapan, karena apa bila oknum melakukan perlawanan apa lagi sampai terjadi pemukulan, Polisi akan diberi sanksi, hal ini perlu dipertimbangkan kembali,” tegas Rahmad
Analisa meluasnya jaringan tersebut disebabkan pelaku Narkoba pertahun terus bertambah. Pemakai awal (baru) bergeser menjadi pemakai tetap, kemudian dalam waktu setahun levelnya itu bakal meningkat menjadi pengedar.
Untuk itu, dalam menangani bahaya Narkoba ini tidak bisa dibebankan kepada Kepolisian saja. Seluruh komponen mulai dari unsur masyarakat, pemerintah dan multi Lembaga Negara harus bersinergi saling mengisi dan bahu membahu memerangi peredaran Narkoba.
“Narkoba ini jelas harus kita perangi bersama. Bila ini dibiarkan, kita khawatir adek-adek, rekan-rekan dan keluarga kita akan hancur terjerumus,” tegasnya.(Jerry).




