Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Korupsi / Nasional / Reviews

Selasa, 15 Agustus 2017 - 16:51 WIB

Usai KPK turun tangan, DPRD dan Pemkot Malang ketakutan

Viewer: 600
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 15 Detik

kompasnasional.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat di lingkungan DPRD dan Pemerintah Kota Malang. Pejabat di kedua lembaga tersebut mengaku mengalami ketakutan dan trauma.

“Ini kan ada traumatik dari teman-teman di Pemkot maupun Dewan. Sehingga saya minta advise, solusi bagaimana untuk mengembalikan semangat dalam rangka pelayanan masyarakat,” kata Wasto, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Selasa (15/8).

Saat ini proses yang mendesak diselesaikan adalah pembahasan KUAPPAS dari APBD Perubahan 2017 ke APBD 2018. Kalau APBD tidak disahkan, masyarakat akan rugi dan muncul persoalan baru karena kegiatan belanja daerah tidak berjalan.

Baca Juga  HUT RI ke-75, DPRD Samosir Paripurna Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI

“Arahan beliau (Penyidik KPK) agar mengirimkan surat kepada Ketua KPK untuk pendampingan dari direktorat pencegahan dan itu akan kami lakukan,” katanya.

Wasto menuturkan, DPRD dan Pemkot melalui Banggar (Badan anggaran) dan Timgar (tim Anggaran) sedang membahasnya. Agar tidak terjadi kesalahan yang dapat berkorelasi hukum, seperti sekarang ini perlu dilakukan pendampingan.

Wasto juga mengatakan, saat ini kinerja lembaga legislatif dan eksekutif menjadi ‘ekstra hati-hati’. Dikhawatirkan berdampak pada keberlanjutan APBD Kota Malang.

“Kalau itu sampai tertunda, Wali Kota sampai DPRD tidak boleh menerima hak-hak keuangan selama enam bulan. Gaji, honor dan macem-macem,” katanya.

Baca Juga  Pangdam XII/TPR dan Forkopimda Hadiri Penyerahan Santunan Untuk Ahli Waris Korban Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182*

Hal serupa juga disampaikan anggota DPRD Fraksi PDIP Abdul Hakim yang mengaku telah meminta permintaan serupa kepada penyidik. Pihaknya meminta pendampingan selama perancangan RAPBD.

“Kami minta KPK mendampinginya, mungkin Pemkot Malang dan DPRD Kota Malang minta pendampingan agar pembahasan detail dan tidak terulang lagi. Mudah-mudahan ada tindak lanjut. Dulu tidak ada pendampingan, agar hal ini bisa jadi hikmah,” katanya (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Tapsel Serahkan 2 Unit Tempat Cuci Tangan Portable Ke Rumah Ibadah

Berita

Daftar Iuran BPJS Kesehatan Berlaku Senin 20 Mei 2024

Arsip

Obama Desak Israel Segera Berdamai Dengan Palestina

Berita

Pencuri Papan Bunga Kena Batunya

Berita

Saat Demo tapi Piknik 17+8 di Depan DPR

Berita

Sidang PK Ahok Digelar Secara Terbuka

Berita

SMA RK Budi Mulia Pematangsiantar Laksanakan Ujian Sekolah Berbasis Online 

Berita

Polres Nias Selatan bersama Tim Dinas Kesehatan laksanakan Vaksin Covid – 19 Tahap II Kepada Personil Polres.