Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Korupsi / Nasional / Reviews

Selasa, 15 Agustus 2017 - 16:51 WIB

Usai KPK turun tangan, DPRD dan Pemkot Malang ketakutan

Viewer: 589
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 15 Detik

kompasnasional.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat di lingkungan DPRD dan Pemerintah Kota Malang. Pejabat di kedua lembaga tersebut mengaku mengalami ketakutan dan trauma.

“Ini kan ada traumatik dari teman-teman di Pemkot maupun Dewan. Sehingga saya minta advise, solusi bagaimana untuk mengembalikan semangat dalam rangka pelayanan masyarakat,” kata Wasto, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Selasa (15/8).

Saat ini proses yang mendesak diselesaikan adalah pembahasan KUAPPAS dari APBD Perubahan 2017 ke APBD 2018. Kalau APBD tidak disahkan, masyarakat akan rugi dan muncul persoalan baru karena kegiatan belanja daerah tidak berjalan.

Baca Juga  DUKUNG KETAHANAN PANGAN KOREM 121/ABW LAKSANAKAN SOSIALISASI PEMBINAAN KETAHANAN PANGAN

“Arahan beliau (Penyidik KPK) agar mengirimkan surat kepada Ketua KPK untuk pendampingan dari direktorat pencegahan dan itu akan kami lakukan,” katanya.

Wasto menuturkan, DPRD dan Pemkot melalui Banggar (Badan anggaran) dan Timgar (tim Anggaran) sedang membahasnya. Agar tidak terjadi kesalahan yang dapat berkorelasi hukum, seperti sekarang ini perlu dilakukan pendampingan.

Wasto juga mengatakan, saat ini kinerja lembaga legislatif dan eksekutif menjadi ‘ekstra hati-hati’. Dikhawatirkan berdampak pada keberlanjutan APBD Kota Malang.

“Kalau itu sampai tertunda, Wali Kota sampai DPRD tidak boleh menerima hak-hak keuangan selama enam bulan. Gaji, honor dan macem-macem,” katanya.

Baca Juga  KAPOLRES TOBA BERIKAN TALI ASIH KEPADA KORBAN BENCANA PUTING BELIUNG

Hal serupa juga disampaikan anggota DPRD Fraksi PDIP Abdul Hakim yang mengaku telah meminta permintaan serupa kepada penyidik. Pihaknya meminta pendampingan selama perancangan RAPBD.

“Kami minta KPK mendampinginya, mungkin Pemkot Malang dan DPRD Kota Malang minta pendampingan agar pembahasan detail dan tidak terulang lagi. Mudah-mudahan ada tindak lanjut. Dulu tidak ada pendampingan, agar hal ini bisa jadi hikmah,” katanya (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pengelolaan Buruk, Sampah di TPA Pematangsiantar Cemari Udara dan Lingkungan Hidup

Berita

Wali kota Irsan Lepas Kontingen P.Sidempuan Ke Porprovsu 2022 Dan Atlit Renang Ke Kejurda Sumut

Berita

Info Wisata, Liburan ke Danau Toba

Berita

Rasian Meminta Kepada Pemkab Melawi Agar Segera Terbitkan Perda/Perbup Tentang Mutasi dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Berita

Dalam Program Karya Bhakti Koramil 04/Tanah Pinoh Bangun Tempat Pembuangan Sampah

Berita

Kasdim 1208/Sambas Resmi Menutup Pelantikan Dewan Saka Wira Kartika Cabang Kodim 1208/Sambas

Berita

Satgas Pamtas Rl-Malaysia Yonif 645/ Gty Bantu Proses Pemakaman Warga 
KPK Bidik Maruli, Terkait Kasus Bansos di Sumut-kompasnasioal

Arsip

KPK Bidik Maruli, Terkait Kasus Bansos di Sumut