Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Korupsi / Nasional / Reviews

Selasa, 15 Agustus 2017 - 16:51 WIB

Usai KPK turun tangan, DPRD dan Pemkot Malang ketakutan

Viewer: 608
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 15 Detik

kompasnasional.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat di lingkungan DPRD dan Pemerintah Kota Malang. Pejabat di kedua lembaga tersebut mengaku mengalami ketakutan dan trauma.

“Ini kan ada traumatik dari teman-teman di Pemkot maupun Dewan. Sehingga saya minta advise, solusi bagaimana untuk mengembalikan semangat dalam rangka pelayanan masyarakat,” kata Wasto, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Selasa (15/8).

Saat ini proses yang mendesak diselesaikan adalah pembahasan KUAPPAS dari APBD Perubahan 2017 ke APBD 2018. Kalau APBD tidak disahkan, masyarakat akan rugi dan muncul persoalan baru karena kegiatan belanja daerah tidak berjalan.

Baca Juga  JUTAAN BUTIR PIL ZENITH DIMUSNAHKAN DENGAN CARA DIBLENDER

“Arahan beliau (Penyidik KPK) agar mengirimkan surat kepada Ketua KPK untuk pendampingan dari direktorat pencegahan dan itu akan kami lakukan,” katanya.

Wasto menuturkan, DPRD dan Pemkot melalui Banggar (Badan anggaran) dan Timgar (tim Anggaran) sedang membahasnya. Agar tidak terjadi kesalahan yang dapat berkorelasi hukum, seperti sekarang ini perlu dilakukan pendampingan.

Wasto juga mengatakan, saat ini kinerja lembaga legislatif dan eksekutif menjadi ‘ekstra hati-hati’. Dikhawatirkan berdampak pada keberlanjutan APBD Kota Malang.

“Kalau itu sampai tertunda, Wali Kota sampai DPRD tidak boleh menerima hak-hak keuangan selama enam bulan. Gaji, honor dan macem-macem,” katanya.

Baca Juga  Soal Kasus Djoko Tjandra, Kabareskrim: Ini Marwah Hukum, Polri Harus Dengar MasyarakatSoal Kasus Djoko Tjandra, Kabareskrim: Ini Marwah Hukum, Polri Harus Dengar Masyarakat

Hal serupa juga disampaikan anggota DPRD Fraksi PDIP Abdul Hakim yang mengaku telah meminta permintaan serupa kepada penyidik. Pihaknya meminta pendampingan selama perancangan RAPBD.

“Kami minta KPK mendampinginya, mungkin Pemkot Malang dan DPRD Kota Malang minta pendampingan agar pembahasan detail dan tidak terulang lagi. Mudah-mudahan ada tindak lanjut. Dulu tidak ada pendampingan, agar hal ini bisa jadi hikmah,” katanya (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Polsek Toba Grebek Judi Kolok-kolok di Desa Bagan Asam

Berita

Rapat Konsultasi GPEI Sumut Bahas Permasalahan di Pelabuhan

Berita

Kapolresta Pontianak Kota Kombes Pol Andi Herindra, S.I.K Kunjungi Keraton,Toga dan Tomas

Berita

Wali Kota Sidempuan Hadiri Acara Business Matching Tahap IV di Bali

Berita

Hj. Lismaryani Sutarmidji Minta Dharma Wanita Untuk Kreatif Dan Inovatif

Berita

Kapolres Sanggau Pimpin Apel Kesiapan Operasi Bina Karuna Kapuas 2022 Tahap IIĀ 

Berita

Pelaku Penganiayaan di Desa Keluas Hulu Ditangkap Polsek Kota Baru

Arsip

Selundupkan Sirip Hiu Divonis 2 Tahun, Djoko Malah Joget Didepan Hakim