Home / Berita

Rabu, 27 Januari 2021 - 14:29 WIB

Untuk Kelancaran Pembangunan Waterfront, Bangunan Terkena GSS Mulai Dibongkar

Viewer: 559
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 15 Detik

Pontianak Kalbar Kompas Nasional | – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mulai melakukan pembongkaran bangunan yang terkena Garis Sempadan Sungai (GSS) di Jalan Sultan Muhammad tepian Sungai Kapuas.

Pembongkaran tersebut bagian dari pembangunan waterfront sepanjang 990 meter dari Kapuas Indah hingga Pelabuhan Senghie.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerangkan, pembongkaran ini sebagai tahap awal dalam penataan waterfront segmen di Parit Besar atau Jalan Sultan Muhammad.

“Saat ini kita lakukan beberapa pembongkaran bangunan yang terkena penataan, ada lebih dari 60 bangunan yang bagian belakangnya harus dipotong,” ujarnya usai meninjau pekerjaan pembongkaran, Rabu (27/1/2021).

Edi menambahkan, rata-rata bangunan yang terkena pemotongan atau pembongkaran antara enam hingga sepuluh meter.

Intinya, lanjut dia, sepanjang 15 meter dari turap harus bebas dari bangunan karena itu termasuk dalam GSS.

Penataan kawasan itu akan menonjolkan konsep waterfront dengan promenadenya.

Selanjutnya, bangunan-bangunan yang ada di lokasi tersebut bisa menyesuaikan dengan keberadaan waterfront nantinya.

“Baik itu konstruksinya maupun bentuk serta fungsinya sehingga bisa menunjang keberadaan waterfront,” kata Edi.

Baca Juga  KPK Apresiasi Pemko Padangsidimpuan Terbanyak Sertifikasi Aset Daerah

Bangunan-bangunan yang ada di sepanjang waterfront tersebut diharapkannya bisa menyesuaikan dengan membuat bagian belakang menghadap ke sungai menjadi muka bangunan.

“Dengan begitu tampilan bangunan di sepanjang waterfront akan lebih menarik, ditambah lagi adanya penghijauan,” sebutnya.

Edi menyebut, sejauh ini pemilik bangunan mendukung dengan adanya pembangunan waterfront.

Meskipun masyarakat sempat mempertanyakan masalah keamanan tetapi persoalan itu bisa dikolaborasikan dengan pihak keamanan agar nantinya disediakan pos-pos pengamanan pada lokasi tersebut.

Ia berharap proses pembangunan waterfront Kapuas Indah-Senghie bisa berjalan lancar dan tertata rapi. Pembongkaran ditargetkan selama satu hingga dua bulan ke depan.

“Karena pemancangan telah dimulai sehingga konstruksi harus segera dikerjakan,” sebutnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Firayanta menjelaskan, area yang akan dibangun adalah GSS seluas 15 meter ke turap, di mana 10 meternya digunakan untuk promenade dan 5 meternya untuk area penghijauan.

Dengan dibangunnya waterfront di lokasi itu, maka bangunan-bangunan yang ada akan diminta menyesuaikan dengan menjadikan bagian belakang sebagai muka atau teras depan menghadap ke sungai.

Baca Juga  Dampingi Petani, Upaya Khusus Babinsa Matang Danau Tingkatkan Swasembada Pangan*

“Jadi bagian muka bangunan ada dua, yang satu menghadap ke Jalan Sultan Muhammad, dan satunya lagi menghadap ke Sungai Kapuas,” imbuhnya.

Sementara untuk fungsi bangunan, sambung dia, diserahkan kepada masing-masing pemilik bangunan, apakah masih tetap beraktivitas seperti biasanya atau membuka usaha lainnya.

“Kita berharap mereka bisa menyesuaikan untuk mendukung fungsi waterfront misalnya restoran, kuliner atau berjualan kerajinan,” tutur Firayanta.

Dijelaskannya, untuk target pembangunan multiyears ini selama tiga tahun dari 2020 hingga 2022.

Dalam jangka waktu tersebut jika bisa dipercepat maka ditargetkan pada pertengahan 2022 sudah bisa selesai.

Ia menyebut, sebagian besar masyarakat mendukung pembangunan waterfront sebab kawasan itu merupakan cikal bakal pengembangan ekonomi di Kota Pontianak.

“Sehingga fungsi dari keberadaan ruko tersebut sangat penting selain untuk Kota Pontianak juga untuk pedalaman,” pungkasnya.

(Hasnan Sutanto)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Banjir di Kapuas Hulu Meluas Sudah Ada 20.113 Jiwa Yang Terdampak

Berita

Normal Baru yang Terproteksi

Berita

Satgas Bantu Percepatan Konvergensi Penurunan Stunting di Melawi

Berita

Ungkapan Syukur Tim SIHODA, Kolaborasi Anak Siantar-Simalungun Untuk Tampil Di Turki

Berita

Pemancing Tewas Diterkam Buaya, Potongan-potongan Tubuh Ditemukan

Berita

Bupati Simalungun Perintahkan Camat Panei dan Lurah Panei Tongah Gerakkan Gotong-royong

Berita

Rupiah Jumat pagi melemah empat poin

Berita

Kompak, Babinsa dan Babinkamtibmas Sukakarya, Jajaran Kodim 1203/Ktp Terus Bergerak Berpatroli Bagikan Masker Kepada Masyarakat.