Home / Berita

Rabu, 25 Agustus 2021 - 18:34 WIB

TPID Kalbar Meraih Peringkat Terbaik 2020 Wilayah Kalimantan Dari Presiden

Viewer: 426
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 44 Detik

PONTIANAK KALBAR,KOMPAS NASIONAL.com – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Barat berhasil meraih peringkat TPID Provinsi Terbaik 2020 di Wilayah Kalimantan, dalam kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Pengedalian Inflasi Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Pada Rabu (25/8/2021).

Dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Kalbar Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., bersama Plh. Kepala Biro Perekonomian Provinsi Kalbar Wike Yolanda, S.T., M.T., turut menyaksikan penganugerahan tersebut.

“Alhamdulilah kita [Pemprov Kalbar] dalam rakornas TPID mendapatkan penilaian terbaik tingkat Kalimantan, tingkat inflasi terbaik di antara provinsi se-Kalimantan, yang dipimpin langsung oleh bapak Presiden Joko Widodo,” ungkap Wakil Gubernur Kalbar Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H.

Wakil Gubernur Kalbar berharap bahwa Pemerintah Daerah bisa bersinergi dengan instansi dan satuan kerja lainnya guna menekan angka inflansi di Provinsi Kalbar, terutama dalam menjaga harga-harga di pasaran yang ada di Provinsi Kalbar.

Baca Juga  Hampir 100 ribu Warga Kota Pontianak Sudah Divaksin

“Penyebab inflasi ini seperti cabai, bawang, dan ikan. Ini yang harus kita jaga biar tidak inflasi.

Alhamdulilah, kita juara dalam menjaga inflasi atau stimulan dan subsidi pada tahun 2020,” ujarnya.

Lebih lanjut Wakil Gubernur Kalbar menambahkan, pada tahun 2020 yang lalu TPID Provinsi Kalbar melalui Dinas Kelautan dan Perikanan memberikan subsidi kepada masyarakat dan para nelayan dalam bentuk bazar di pasar.

“Jadi pada tahun 2020 yang lalu Dinas Kelautan dan Perikanan kalbar memberikan subsidi sekitar Rp182 juta ke masyarakat dan para nelayan dalam bentuk bazar. Misalnya masyarakat membeli ikan tongkol di pasar bebas dengan harga Rp130 ribu. Nah, kita [TPID Kalbar] subsidi Rp10 ribu, lalu masyarakat beli ikan itu sebesar Rp120 ribu,” katanya.

Baca Juga  Rapat Dengan Komisi II DPRD, Kadisdik Pematangsiantar Bantah Adanya Sekolah Yang Belum Menerima Dana BOS

Tak hanya itu saja, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H. juga menjelaskan, dalam perubahan APBD tahun 2020 Pemerintah Provinsi Kalbar menambah besaran subsidi, sehingga masyarakat dapat membeli ikan dengan harga terjangkau.

“Dalam Perubahan APBD Tahun 2020 kita tambah lagi subsidi kepada masyarakat sebesar Rp280 juta, sehingga masyarakat dapat membeli ikan dengan murah, kemudian inflasi tidak terjadi di masyarakat.

Tindakan ini membuat Pemerintah Pusat menilai tindakan ini dan kita TPID Kalbar mendapatkan penilaian terbaik 2020 wilayah Kalimantan program keterjangkauan harga ikan tongkol,” tutupnya.

Hasnan Sutanto
.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Muncul Seruan Demo ‘Jokowi End Game’, Polisi: Lihat RS-Kuburan Penuh!

Berita

Pantang Menyerah Hadapi Pandemi, Koramil Kahayan Hilir Terus Ajak Masyarakat Patuhi Protkes*

Berita

Pengeboman Di Surabaya Gunakan Bom The Mother of Satan

Berita

BPJamsostek Cabang P.Sidimpuan Undang Kepala Daerah Hadiri Sosialisasi Surat Edaran Gubsu

Berita

BPBD dan Polres Kapuas Hulu Diskusikan PPKM Berskala Mikro

Berita

Risma Disebut Dapat Tawaran Jadi Menteri Sosial Menggantikan Juliari Batubara

Berita

Tanggap Pada Siswa Yang Kerap Bolos, Cabdis Siantar Bentuk Tim Operasi “Kasih Sayang”

Berita

Bupati Tapsel : Menjaga dan Melestarikan Alam Adalah Hadiah Terbaik Bagi Anak Cucu