KompasNasional.com
RANTAU – Rizal (35), warga Dusun Wonosari, Desa Lingga Tiga, Kecamatan Bilah Hulu, mengalami luka di wajah akibat dipopor pakai gagang senjata api jenis pistol oleh kawanan perampok di areal perkebunan PT Siringo-ringo, Jalan Aek Matio Rantauprapat, Rabu (1/6) sekira pukul 9.30 WIB.
Akibat peristiwa itu, uang sebanyak Rp100 juta yang baru diambil korban dari BNI Jalan A Yani Rantauprapat, lewong dibawa kabur keempat perampok yang mengenderai dua sepedamotor.
Rizal menceritakan, peristiwa perampokan itu berawal ketika ia yang baru saja mengambil uang dari BNI Jalan A Yani Rantauprapat. Rizal menduga bahwa kawanan perampok telah membuntuti sejak dari bank. Tiba-tiba saat melintas di jalan tanjakan di kawasan perkebunan sawit milik PT Sisirongo-ringo, Rizal kaget karena dipaksa berhenti oleh pelaku di bawah todongan pistol yang diarahkan ke kepalanya.
Semula, korban ingin melawan. Namun salah seorang diantara pelaku yang mengancam dengan pistol itu, langsung memukulkan popor (gagang) senjata ke wajah dan mulut korban. Akibatnya, bibir dan kening korban pecah.
“Uang yang saya simpan di pakaian langsung dirampas pelaku,” kata Rizal, Rabu (1/6).
Setelah merampas uang yang disimpan di dadanya, keempat pelaku langsung kabur berboncengan dengan dua sepedamotor.
Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Labuhanbatu.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie melalui Kasubag Humas AKP Viktor Sibarani mengatakan, korban sempat dipukul beberapa kali oleh salah seorang pelaku dengan menggunakan gagang pistol.
”Makanya, dikening dan mulut korban terdapat luka dipukul pelaku dengan senjata pistol. Dua peluru jatuh saat senjata pistol itu dipukulkan ke wajah korban, karena dia melakukan perlawanan,” kata AKP Viktor Sibarani.
Informasi keluarga korban, korban perampokan merupakan pria yang berbisnis jual beli sawit dan sudah terbiasa mengambil uang di bank tanpa pengawalan polisi. Uang ratusan juta dimasudkan untuk pembayaran sawit kepada pengempul TBS. Naas korban menjadi korban perampokan.
“Keempat pelaku perampokan masih dalam lidik polisi,” tandasnya. (kn/ms/nik/rah)







