Home / Berita / Internasional / Kriminal / Nasional / Reviews

Senin, 19 Maret 2018 - 11:56 WIB

TKI Asal Bangkalan Dieksekusi dihukum pancung di Arab Saudi

Ilustrasi Hukum Pancung

Ilustrasi Hukum Pancung

Viewer: 771
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 42 Detik

KompasNasional.com, Arab Saudi – Tanpa pemberitahun kepada perwakilan Indonesia di Arab Saudi, seorang pekerja migran dihukum mati karena didakwa membunuh majikannya pada 2004.

Muhammad Zaini Misrin Arsyad asal Bangkalan Madura, telah dihukum mati di Arab Saudi pada Minggu (18/3/2018).

Anis Hidayah, salah satu pendiri Migran Care dan aktivis hak asasi manusia, menyampaikan dalam sebuah postingan di Instagram bahwa buruh migran  itu dieksekusi sekitar pukul 11.30 waktu setempat.

Menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeri RI yang diterima dari Migran Care, otoritas Kerajaan Arab Saudi sama sekali tidak memberitahu terkait eksekusi itu kepada perwakilan Indonesia.

Zaini didakwa membunuh majikannya pada 2004 dan divonis hukuman mati oleh Mahkamah Aamah Makkah pada 17 November 2008.

Baca Juga  Jelang Perayaan Idul Fitri Tahun 2022, Polres Kapuas Hulu Gelar Rakor Linsek

Menurut Anis, pihak KBRI baru mengetahui kasus tersebut setelah vonis dijatuhkan. Upaya banding yang dilakukan pengacara KBRI tidak mengubah vonis yang telah ditetapkan sebelumnya.

Berdasarkan keterangan Migran Care, jika merunut pada pengakuan Zaini bahwa dia dipaksa untuk mengakui melakukan pembunuhan setelah mengalami tekanan dan intimidasi dari otoritas Arab Saudi.

Sementara itu Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo menambahkan, eksekusi mati terhadap Zaini adalah pelanggaran hak asasi manusia, karena selama proses pengadilan dia tidak mendapatkan pendampingan dari perwakilan Indonesia di Saudi.

Pemberitahuan soal hukuman mati juga baru disampaikan kepada Kementerian Luar Negeri RI setelah eksekusi dilakukan.

“Ini melanggar kaidah HAM karena orang yang dihukum mati -terlepas setuju atau tidak setuju pada hukuman mati- seharusnya disediakan penerjemah, bantuan hukum, dan ada perwakilan KBRI (Kedutaan Besar RI) yang mendampingi. Ketiga syarat ini tidak dilakukan,” kata Wahyu

Baca Juga  Muhammad Pagi: PWKI Harus Selalu Berkarya dan Bersinergi Membangun Kabupaten Mempawah

Wahyu mendapatkan info dari Kemlu bahwa perwakilan RI di Jeddah hanya mendapat dua kali pemberitahuan, yaitu ketika vonis telah dijatuhkan lalu banding dan usai eksekusi.

“KJRI mendengar pengakuan dari almarhum bahwa dia dipaksa memberi pengakuan atas perbuatan yang tidak dia lakukan. KBRI kemudian melakukan upaya pembebasan berdasarkan pengakuan itu,” kata Wahyu.

Belum ada informasi terperinci dari Kementerian Luar Negeri terkait eksekusi mati ini. Namun Direktur Perlindungan WNI dan BHI di Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal, membenarkan berita eksekusi tersebut. Rencananya sore ini Kemlu akan memberikan keterangan resmi terkait eksekusi Zaini Misrin.(Tri)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Dekranasda Pontianak Latih Pelaku Kriya Teknik Sospeso Trasparente

Berita

Polwan Polda Kalbar Kunjungi Polpes Al-Ikhsan Menjelang Hari Jadi Polwan Ke-74

Arsip

Obama Ajak Turki Kerjasama Lawan ISIS

Berita

Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi tentang Pertanggungjawaban Dana Hibah dan Bantuan Sosial*

Berita

Personel Satgas Pamtas Yonif 645/Gty bersama masyarakat perbatasan mempersiapkan acara Gawai Dayak

Berita

Angka Stunting Kalbar di Targetkan 14% Di Tahun 2024

Berita

Setelah Cirata, PLN Siap Kerjakan Proyek PLTS Terapung Singkarak dan Saguling untuk Wujudkan Transisi Energi 

Berita

Antisipasi Maraknya Prostitusi Anak, Pemkot Pontianak Gelar Sidak ke Sejumlah Hotel.