Viewer: 833
0 0

Home / Kriminal

Kamis, 6 Agustus 2020 - 15:42 WIB

Terkuak Uang Ratusan Juta Mengalir ke Kelompok ini

Viewer: 834
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 44 Detik

Kompasnasional | Enam orang ditangkap karena melakukan pemalsuan dan daur ulang materai. Perbuatan tersebut membuat para tersangka mendapat untung sebesar Rp342 juta dari hasil penjualan.Setiap satu lembar materai 6000 oleh tersangka dijual kepada pembeli dengan harga Rp5.800.

Para tersangka mengaku, ribuan lembar materai itu dijual kepada warga yang akan mengurus kelengkapan surat pengajuan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) serta kepada pihak lembaga pendidikan. “Surat-surat yang menggunakan materai palsu itu sudah kita amankan terlebih dulu sebelum digunakan,” ungkap Kapolres.

Perbuatan tersangka, kata Kapolres, merugikan negara. Kasus pemalsuan materai itu terungkap setelah ada masyarakat yang merasa curiga. Setelah dilaporkan ke polisi, petugas melakukan penyelidikan dan didapati adanya pelanggaran hukum. Kasus pemalsuan itu dilakukan tersangka mulai 2 Juli 2020 lalu.

Baca Juga  Aksinya Terekam CCTV, Pencuri 27 Tanaman Aglonema di Pekanbaru Ditangkap

Lima tersangka yang berasal dari Kabupaten Bojonegoro, Muhibbul Abror (31) seorang guru asal Kecamatan Dander, Edy Suyono (48) seorang wiraswasta asal Desa Karangdayu, Kecamatan Baureno, AH Muhibbudin (44) seorang guru asal Desa Karangdayu Kecamatan Baureno.

Serta Moch Nur Kamim (34) seorang pedagang asal Kecamatan Baureno, dan Subowo (35) asal Desa Kedungrejo, Kecamatan Baureno membeli matera palsu dan hasil daur ulang dari sebuah akun belanja online dari Semarang. Setelah dikembangkan, petugas kemudian berhasil mengamankan penjual, atas nama Abd Rosyid (35) asal Kelurahan Tlogomulyo, Kecamtan Pedurungan Kabupaten Semarang. “Ada 59.049 lembar materai bernomor seri sama dan hasil daur ulang yang dilakukan tersangka,” ujar Kapolres.

Sementara, aslah seorang tersangka, Muhibbudin mengatakan, hasil dari materai palsu dan daur ulang itu dijual kepada panitia yang mengurusi PTSL dan lembaga pendidikan. Dari tangan tersangka petugas mengamankan barang bukti sebanya 1.200 lembar materai 6000 yang diduga palsu dan daur ulang.

Baca Juga  3 Tahun Ayah di Lampung Perkosa Anaknya, Terbongkar gegara Foto

“Membeli dari akun jual beli online di Semarang, kemudian menjual lagi kepada petugas PTSL,” ujar tersangka kepada Kapolres Bojongoro saat pers rilis.

Atas kejadian tersebut, polisi menyangka tersangka dengan Pasal 13 Undang-undang RI nomor 13 tahun 1985 huru B dan C, dan atau Pasal 253 KUHP tentang peniruan atau pemalsuan materai yang dikeluarkan oleh Pemerintah Negara Indonesia dengan maksud aan menggunakan atau meyuruh orang lain menggunakan materai itu sebagai materai asli dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (IC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Foto sejumlah oknum polisi yg diduga menyerang RS Bandung

Berita

Sejumlah Oknum Polisi Penyerang RS Bandung Diperiksa Propam Polrestabes Medan

Kriminal

Lagi Ngobrol dengan Mertua, Petani di Aceh Tiba-tiba Dibacok Adik Ipar
Foto Ferdi Sambo

Berita

Ferdy Sambo Minta Dibebaskan di Kasus Pembunuhan Brigadir J

Berita

Alasan Beli Minuman, Saudara Angkat Melarikan Sepeda Motor Di Aceh Tenggara 

Berita

Selundupkan Sabu Dalam Sepatu, TKI dari Malaysia Ditangkap di Nunukan
Tabrakan Beruntun di Tembung,Seorang Pelajar Tewas Terlindas-kompasnasional

Arsip

Tabrakan Beruntun di Tembung,Seorang Pelajar Tewas Terlindas

Berita

Polisi berhasil Tangkap Dua Penculik Minta Tebusan Rp250 jt di Aceh

Arsip

Diduga Diculik, Gadis Cantik Dibawa Kabur Pria Ngaku Anggota TNI AU