Home / Berita

Selasa, 1 Juni 2021 - 19:13 WIB

Gubernur Dan Sekda Prov Kalbar Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila Dilaksanakan Secara Virtual

Viewer: 408
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 15 Detik

PONTIANAK KALBAR | KOMPAS Nasional – Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji S.H., M.Hum., dan Seketaris Daerah Provinsi Kalbar, A.L. Leysandri S.H.,, menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni secara daring (virtual) di Ruang Data Analitik, Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (1/6/2021).

Upacara virtual ini bertindak selaku pembina adalah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dari Istana Kepresidenan Bogor.

Dalam kesempatan ini, Presiden Joko Widodo mengenakan busana adat Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam upacara tersebut Gubernur Kalbar H. Sutarmidji S.H., M.Hum., juga menggunakan baju adat Teluk Belanga, sedangkan Seketaris Daerah A.L. Leysandri S.H., menggunakan pakaian adat corak Dayak Kalimantan Barat.

Baca Juga  Luar Biasa,Wali Kota Edi Kamtono Raih Opini WTP Sepuluh Kali Berturut Turut

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyebut peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni menjadi momen untuk memperkuat nilai kelima sila.

Nilai-nilai itu diyakini menopang Indonesia menghadapi tantangan global.

“Manfaatkan untuk mengukuhkan nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat, dalam berbangsa, dan dalam bernegara,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan Pancasila memang sudah menyatu sepanjang Republik Indonesia berdiri.

Namun tantangan yang dihadapi tidak semakin ringan.

Kepala Negara menilai salah satu tantangan muncul dari globalisasi dan interaksi antarbelahan dunia.

Baca Juga  Gubernur Sutarmidji Ajak Cendekiawan Dayak Bantu Tingkatkan IPM Kalbar.

Hal itu tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan.

“Yang harus kita waspadai adalah meningkatkan rivalitas antarpandangan, rivalitas antarnilai-nilai, dan rivalitas antarideologi,” tegas Jokowi.

Selain itu, kata dia, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga memengaruhi lanskap kontestasi ideologi.

Revolusi industri 4.0 menyediakan berbagai kemudahan berdialog, berinteraksi, dan berorganisasi.

“Kecepatan ekspansi ideologi radikal bisa melampaui standar normal ketika memanfaatkan disrupsi teknologi ini,” tutur dia.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

TERPAPAR 59 ORANG, PEMKAB TOBA HIMBAU WARGA PATUHI PROKES COVID-19

Arsip

Bocah 15 Tahun Jadi Mahasiswi Baru Termuda di UGM

Berita

YESSY MELANIA HADIRI DIALOG KHUSUS PERINGATAN HARI KARTINI DI KABUPATEN SINTANG

Berita

Pangdam XII/Tpr dan Forkopimda Ikuti Upacara HUT ke-76 TNI Secara Virtual

Berita

Walikota P.Sidimpuan Kukuhkan 5 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan 87 Jabatan Atministrator

Arsip

Selama Ini Warga Mampu Disubsidi Listrik Rp 105.000 per Bulan

Berita

Wakil Bupati Kapuas Hulu Meninjau Lokasi Balai Benih Ikan (BBI) Kelansin

Berita

Bhabinkamtibmas Sungai Malaya Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 di PT BPK