KompasNasional.com
TANJUNGBALAI – Sehari dinyatakan hilang terseret arus sungai Asahan, Daniel Panjaitan (11) warga Gang Anggrek, Perumnas Batu 5, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai ini ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Mayat Daniel terapung di Sungai Asahan tepatnya di sekitar Sei Udang atau Pulau Lebos, Selasa (31/5) sekira pukul 11.30 WIB.
Mayat bocah kelas 5 SD ini ditemukan mengambang di pinggiran sungai dalam keadaan telungkup. Jenazah kemudian dievakuasi Tim gabungan petugas Basarnas dan BPBD Tanjungbalai ke rumah duka.
Kepala Pos Basarnas Tanjungbalai Asahan Zul Indra melalui petugas lapangan Romi Erwin Syahputra mengatakan, jasad korban ditemukan 2 mil dari TKP tepatnya dis ekitar Pulau Lebos atau Sei Udang
“Jasadnya kami temukan terapung di sekitar Pulau Lebos atau Sei Udang saat melakukan pencarian. Jasad korban kami temukan sekitar pukul 11.30 WIB,” ujar Romi.
Saat evakuasi jasad korban di Balai Diujung Tanjung ayah kandung korban Jhony Panjaitan yang melihat jasad anak lelakinya yang tak bernyawa menjerit dan meratap histeris. Terasa berat beban yang dialami Jhony atas kepergian anak kesayangannya itu. Selanjutnya jasad korban langsung dibawa ke rumah duka di Gang Anggrek, Perumnas Batu 5, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai untuk dikebumikan.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang bocah bernama Daniel Panjaitan (11) warga Perumahan Perumnas, Gang Anggrek, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar diduga terbawa arus Sungai Asahan saat mandi-mandi bersama temannya, Senin (30/5). Ibu korban yang mengetahui anaknya tenggelam di sungai menjerit histeris: “Tuhan Tolong Selamatkan Anakku.”
Informasi diperoleh kejadian berawal saat korban bersama 6 teman temannya Oka Abdurrahman, Adi, Jaya, Ino, Valen, Salem, berangkat dari Perumnas Sijambi naik sepeda menuju Balai di Ujung Tanjung Sungai Asahan, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai. Sesampainya di sana, korban mandi dengan bermain sebatang pisang di pinggiran sungai.
Korban bersama Adi dan Jaya kemudian naik ke atas batang pisang tersebut dan mengayuhnya. Diduga tanpa disadari mereka terseret arus hingga ke tengah dan akhirnya terjatuh dan tenggelam.Adi dan Jaya berhasil diselamatkan ABK kapal pukat apung yang sedang lego jangkar. Namun Daniel hilang dan sempat melambaikan tangan meminta pertolongan sebelum ditelan sungai. (kn/ms/mag02/syaf)






