Kisaran | kompasnasional.com
Pada zaman sekarang Profesi ganda sepertinya sudah menjadi sebuah keharusan. Jangankan untuk pekerjaan yang halal, dalam dunia hitam kriminal, hal ini sepertinya juga berlaku.
Andi Rahmad Khalik (18) contohnya. Meski sudah malang melintang di dunia Bajing loncat selama 3 tahun terakhir dan belum ditangkap, pria putus sekolah yang mengaku memiliki wilayah oprasi sepanjang jalinsum simpang kawat hingga polsek air batu ini mencoba sampingan menjadi pengedar sabu diantara rekan-rekanya sesama bajing loncat sebagai penghasilan tambahan.
“Kami kalo gak make (nyabu,red) dulu, gak pede kerja (bajing) bang. Jadi kupikir, daripada capek-capek belanja, bagus sekalian aku yang megang. Toh yang beli juga kawan-kawanku. disamping itu juga tidak menjadi hambatan untuk kerjaan ku sehari-hari sebagai bajing” akunya usai pelimpahan dirinya oleh Polsek Air Batu di Satnarkoba Polres Asahan, Senin (8/8) sekira pukul 13.40 WiB.
Kapolsek Air Batu melalui kanit Reskrim Iptu S Siahaan ditanyai M24 menjelaskan, pelaku awalnya diringkus atas laporan Andika Hutauruk, atas pencurian minyak makan merk Bimoli, senilai Rp 4.350.000,-, Jumat (5/8) lalu.
Usai melakukan lidik, akhirnya petugas memastikan Andi salah satu dari pelaku pencurian tersebut. Tak lama, Andi berhasil diringkus disalah satu warung disekitar Simpang Kawat Asahan, Senin (8/8) pagi.
“Pas udah dimasukkan ke sel, dari CCTV yang sengaja kita pasang, gerak gerik pelaku mencurigakan. Sikit-sikit seperti memperbaiki letak sesuatu di dalam kantong celananya. Begitu kita suruh buka celana, ternyata didalam celana dalam yang dipakainya ada 6 paket kecil sabu siap edar,” ungkap mantan Kanit PPA Satreskrim Polres Asahan ini didampingi Kanit II Satnarkoba Polres Asahan Ipda Syamsul Adhar SH.
“Kita menangani kasus narkobanya. Kalau pencuriannya, itu wewenang satreskrim. Pokoknya bakal dalam lah dia,” ujar Saymsul. (purba/knc)







