Home / Berita / Daerah / Ekonomi / Medan / Nasional / Reviews

Sabtu, 8 September 2018 - 11:51 WIB

Sumut Targetkan Energi Baru Terbarukan 33 Persen dari Total Energi yang Ada

orkshop Jurnalistik Lingkungan Seri I Energi Kotor vs Energi Baru Terbarukan (Antara Sumut/Evalisa)

orkshop Jurnalistik Lingkungan Seri I Energi Kotor vs Energi Baru Terbarukan (Antara Sumut/Evalisa)

Viewer: 622
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 18 Detik

KompasNasional.com,Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan penggunaan energi baru terbarukan di daerah itu pada tahun 2025 bisa sebesar 33 persen dari total energi yang ada.

“Draft proyeksi penggunaan energi tersebut sudah selesai dan menunggu pembahasan bersama DPRD Sumut untuk menjadi perda (peraturan daerah),”ujar Kepala Bidang Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Neftiana Awalia Sitepu di Medan, Jumat.

Dia mengatakan itu dalam Workshop Jurnalistik Lingkungan Seri I Energi Kotor vs Energi Baru Terbarukan.

Menurut Neftiana, untuk kepentingan penetapan perda, dalam waktu tidak lama lagi juga diagendakan melakukan dengar pendapat sehingga menjadi rancangan perda atau ranperda.

Baca Juga  Kunjungi Yonif Mekanis 643/Wns, Pangdam XII/TPR : Disiplin dan Hindari Segala Bentuk Pelanggaran*

Neftiana menjelaskan, peningkatan penggunaan energi yang bersumber dari energi baru terbarukan tersebut sudah disusun dengan beberapa skenario.

Mulai dengan pemanfaatan panas bumi yang diprediksi mampu menghasilkan listrik sebesar 2.250 MW, pemanfaatan energi matahari lewat penggunaan panel surya hingga mendorong pembangkit listrik dengan biomasa.

“Potensi sumber energi terbarukan di
Sumut cukup besar khususnya dari limbah cair sawit,”katanya.

Dia menegaskan, dengan pengggunaan energi terbarukan, maka angka penggunaan energi dari bahan tidak terbarukan atau bahan fosil seperti BBM dan Batubara akan berkurang seperti yang diharapkan.

Baca Juga  Siang ini, Jokowi Lantik Mentri dan Wakil Menter ESDM

Kalau di tahun 2015, angka pemakaian batubara masih 21 persen dan minyak 54 persen, maka pada 2025 menurun menjadi 15 persen dan 37 persen.

Staf Walhi Nasional Kampanye Perkotaan dan Energi, Dwi Sawung mengatakan penggunaan energi baru dan terbarukan secara lebih banyak sudah mendesak dilakukan.

Apalagi, ujar dia, Pemerintah Indonesia dan secara global sudah ada komitmen pengurangan emisi rumah kaca.

“Oleh karena itu masih adanya pembangunan pembangkit tenaga listrik menggunakan batubara diprotes Walhi,”katanya.(PJKST/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Hindari KDRT, Ketua Persit KCK Daerah XII/Tpr Tekankan Pada Anggota Untuk Saling Menghargai Terhadap Pasangan

Berita

Misinformasi, Kadikbud Halsel Bantah Bahasa Mandarin Masuk Dalam Kurikulum

Berita

Terkait Penanggulangan Dampak Pandemi Virus Corona Pemerintah Diharap Tingkatkan Bantuan Kepada KPM BPNT

Daerah

Pangdam XII/Tpr Terima Kunjungan Silaturahmi DPW IPI Kalbar

Berita

KPK Kembali Panggil Rasamala Jadi Saksi Kasus TPPU Eks Mentan SYL

Berita

Minggu Kasih: Polres Samosir Jamin Keamanan Ibadah Minggu Gereja

Berita

Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Jalan Kampung Perbatasan
Ket:Foto// Pimpinan Buruh Se Sumatera Utara Sedang berdiskusi dengan Gubernur Sumut

Headline News

Di Hadapan Edy Rahmayadi, Darmawan Yusuf SBSI 92 Mewakili 20 Asosiasi Buruh di Sumut Janji Tak Demo Saat May Day Karena Covid 19