Kompasnasional l Simalungun
Ruas jalan Parapat yang sempat tertimbun material longsor pada Minggu (12/07/2020) kemarin, kini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat. Sedangkan Roda enam atau lebih, sementara dialihkan dari simpang palang menuju simpang Sitahoan.
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, mengakibatkan satu rumah ibadah dan lima unit rumah di Kawasan Kota Wisata Parapat rusak parah akibat tertimbun longsor.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Siantar-Simalungun sejak hari Sabtu malam hingga Minggu sore kemarin mengakibatkan perbukitan di sisi kiri Jalinsum Siantar-Parapat tepatnya di Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun tertimbun longsor.
“Jalur lalu lintas wisata parapat sudah dapat dilalui kendaraan roda empat,” Kata Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Jodhi Indrawan.
Diketahui, longsor bercampur material tanah dan bebatuan setinggi satu meter sempat menutup hampir seluruh ruas jalan sepanjang lebih kurang 30 meter.
Hingga mengakibatkan jalur lintasan di wilayah tersebut sempat mengalami putus total hingga beberapa jam.
Para pengendara yang melintas dari arah Parapat maupun yang datang dari arah Kota Pematangsiantar terpaksa dialihkan melalui jalur alternatif.
Selain menutup bahu jalan, longsor juga mengakibatkan satu rumah ibadah dan lima rumah warga di lokasi kejadian rusak parah akibat tertimbun material longsor.
Pasca terjadinya longsor, petugas dari kepolisian Polres Simalungun dan jajaran kemudian melakukan langkah antisipasi dan memindahkan material longsoran dari bahu jalan dengan menggunakan alat berat berkordinasi dengan PT Toba Pulp Lestari dan Dinas BPBD Kabupaten Simalungun.
Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Jodhi Indrawan menyampaikan, jalur lalulintas akses menuju kota wisata parapat dan sebaliknya saat ini sudah dapat dilalui roda empat dan roda dua. Namun kendaraan seperti truk dan sejenisnya masih dialihkan melalui jalur simpang palang-sitahoan.
Penulis : Toni Tambunan





