DETIKASIA.COM
Yogyakarta– Akhir Desember 2015 lalu Yogyakarta sempat digegerkan dengan insiden siswi SMA di Kulon Progo yang tega membuang anaknya ke tempat sampah lalu membakarnya.
Hal itu terungkap adalam rekonstruksi pembunuhan dan pembuangan bayi yang dilakukan Al (18), Warga Klegen, Sendangsari, Pengasih, Kulon Kulon Progo, Yogyakarta.
Al yang tampak shock tak dapat menahan tangisnya saat memerankan 33 adegan dalam insiden pembunuhan tersebut.
Dalam rekonstruksi dikisahkan bagaimana Al telah melahirkan bayi pada Rabu, (23/12/2015) lalu. Bayi malang itu baru ditemukan pada Jumat, (25/12/2015) dalam kondisi tak bernyawa.
Pelaku mengisahkan bagaimana ketika sedang berada di dalam rumahnya dan tiba-tiba perutnya mules. Lalu dirinya ke kamar mandi yang berada di belakang rumahnya.
Di kamar mandi itulah, pelaku melahirkan bayi laki-laki tanpa bantuan orang lain. Bayi yang lahri dari hasil hubungan gelap itu pun lalu dibekap hingga tewas.
Yakin si bayi tak bernyawa lagi AL pun memasukkannya ke dalam kantung plastik hitam dan membuangnya ke tong sampah yang berada tak jauh dari tempat tinggal pelaku.
Dua hari berikurnya Radiyem, nenek korban merasa heran saat membakar sampah di tempat tersebut. Pasalnya selain mengeluarkan bau yang menyengat dirinya juga curiga dengan kantungan plastik yang tak kunjung terbakar.
Penasaran, di nenek pun langsung membukanya. Spontan si nenk merasa terkejut melihat jasad seorang bayi dalam kantungan plastik itu. Lalu, si nenek pun melpaorkan temuannya ke warga lain dan dilanjutkan ke polisi.
Saat itulah polisi mengungkap pelaku dengan menemukan bukti ari-ari di celana pelaku. Temuan tersebut diperkuat dengan hasil visum dokter.
“Setelah dilakukan penyelidikan, penyidik mematikan pelakunya adalah Al. Itu diperkuat dengan hasil visum dokter dari rumah sakit,” ujar (Pjs) Kapolsek Pengasih, AKP Salim. (knc/dac/msc)





