Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Ekonomi / Nasional / Reviews

Jumat, 6 Oktober 2017 - 14:39 WIB

Pemerintah Godok Instrumen Pembiayaan Baru Infrastruktur

Viewer: 612
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 10 Detik

kompasnasional.com Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) tengah merampungkan kajian instrumen pembiayaan baru bagi proyek infrastruktur dari sekuritisasi pendapatan (income) suatu perusahaan di pasar modal.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, sekuritisasi ini akan lebih menguntungkan lantaran tanpa pengenaan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Sedangkan dua skema sekuritisasi sebelumnya, yaitu Kontrak Investasi Kolektif (KIK) Efek Beragunan Aset (EBA) dan KIK Dana Investasi Real Estate (DIRE) masih dikenakan BPHTB.

“Sudah ada KIK DIRE dan KIK EBA. Ada satu lagi sebenarnya, KEK DIRE tapi bukan yang EBA. Yang disekuritisasi income-nya. Ke depan, tidak perlu berurusan dengan BPHTB segala macam,” jelas Darmin.

Baca Juga  SEKDA KALBAR : FORCLIME DIANGGAP DAPAT BERSINERGI

Sayang, Darmin masih enggan merinci lebih dalam terkait kajian instrumen pembiayaan infrastruktur baru ini. Sebab, masih dalam proses kajian bersama BI.

Namun, Darmin bilang, bila selesai dirampungkan, sekuritisasi income ini akan diterapkan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Di sisi lain, ia memastikan, instrumen ini akan memperkaya sumber pembiayaan proyek infrastruktur yang terus digenjot oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga 2019 mendatang.

Baca Juga  Wali Kota Diminta Evaluasi atas Pelayanan Puskemas di Medan yang Dikeluhkan Pasien BPJS

“Supaya lebih banyak pilihan untuk pembiayaan infrastruktur, baik yang greenfield maupun brownfield,” terangnya.

Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk menerbitkan produk sekuritisasi aset dengan skema KIK EBA senilai Rp2 triliun atas ruas tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi).

Selain itu, ada juga PT Indonesia Power (IP) yang turut melakukan sekuritisasi aset berskema KIK EBA mencapai Rp4 triliun atas piutang penjualan ketenagalistrikan PLTU Suralaya 1-4 (cnn|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Jual Beli Ular Sepi Selama Pandemi, Nyoman Yasa Lepas 70 Ekor Ular ke Sungai Karena Tak Laku Dijual

Berita

Pemprov Kalbar Berterima kasih Kemenkeu RI Dukung Inpor Oksigen Dari Malaysia

Berita

MUSREMBANG 2022 TK.KECAMATAN RESMI DI BUKA BUPATI TOBA

Berita

Balasan TPN soal Ganjar Pranowo Dilaporkan ke KPK

Berita

Pangdam II/Sriwijaya Pimpin Rakor Bahas Percepatan Vaksinasi Selama Bulan Ramadhan

Berita

Nikmati Panorama Danau Toba Dari Ketinggian, Objek Wisata Togaraja Resmi Dibuka

Berita

PENCANANGAN VAKSIN SINOVAC COVID-19 DI TOBA DIMULAI

Berita

Kejati Kalbar Resmi MenahanTersangka Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Tanah Di Sei Kunyit