Home / Internasional

Rabu, 21 Juli 2021 - 17:36 WIB

Singapura ‘Lockdown’ Lagi Imbas Lonjakan Kasus, Batal Damai dengan Corona?

Viewer: 477
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 24 Detik

Kompasnasional l Usai nyaris tiga minggu membuka roadmap hidup berdampingan dengan COVID-19, Singapura kembali menerapkan ‘lockdown’ sebagian wilayah selama sebulan.

Kasus COVID-19 kembali meningkat, tertinggi sejak 11 bulan lalu yaitu 195 kasus harian Corona per Selasa (20/7/2021).
Di hari yang sama, pemerintah Singapura mengatakan kembali memperketat pembatasan COVID-19 karena kasus terus meningkat. Termasuk melarang kegiatan makan di restaurant, membatasi jumlah maksimum orang yang diizinkan berkumpul dari sebelumnya maksimal 5 orang, kini menjadi 2 orang.

Banyak klaster COVID-19 di Singapura yang bekalangan melonjak di beberapa pekan terakhir. Di antaranya klaster karaoke, klaster COVID-19 di pasar basah dan pusat makanan jajanan. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan para pejabat.

Baca Juga  Bila program vaksinasi berhasil, Inggris akan cabut lockdown di pertengahan Februari

Sementara data Kementerian Kesehatan Singapura pekan lalu mencatat 480 kasus COVID-19 komunitas, melonjak dari catatan 19 kasus yang dilaporkan dalam tujuh hari sebelumnya. Menaiknya angka kasus COVID-19 menunjukkan angka penularan di masyarakat meningkat tajam.

“Ini sangat memprihatinkan, karena dapat mempengaruhi banyak orang di komunitas kami di seluruh pulau,” kata Kementerian Kesehatan Singapura dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNBC.

“Ketika kami terus melakukan pengujian ekstensif untuk individu yang terpapar risiko infeksi, kami dapat memperkirakan jumlah kasus meningkat dalam beberapa hari mendatang,” tambahnya.

Baca Juga  Olimpiade Tokyo 2021 Diprediksi Ciptakan Varian Baru COVID-19

Antara 12 Juli dan 18 Juli, ada rata-rata 46 kasus komunitas yang terdeteksi per hari, jumlah kasus tertinggi yang terdeteksi sejak April 2020, berdasarkan data kementerian kesehatan Selasa.

Pembatasan terbaru akan berlaku mulai Kamis, 22 Juli hingga 18 Agustus. Aturan tersebut berada di bawah situasi Fase II (peringatan tertinggi).

“Pesan umum untuk semua orang di bawah Fase 2 (Peringatan Tinggi) adalah tetap di rumah, minimalkan gerakan dan interaksi sosial Anda sebanyak mungkin,” kata Wong, yang juga Menteri Keuangan.(DN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Assad Ancam Bakal Usir Paksa AS dan Sekutunya dengan Militer

Berita

Massa buruh SBSI 92 ikut merayakan May Day dan memadati Lapangan Merdeka Medan

Arsip

Gitaris Aerosmith Pingsan Di Panggung

Internasional

DPR Menekan Mike Pence untuk Mencopot Donald Trump, Pemakzulan Dilakukan Jika Wapres Tak Bertindak

Berita

DJM 1 Kali Lagi Gelar Refleksi Kegiatan

Internasional

Regulator penerbangan Eropa sebut pesawat Boeing 737 Max ‘aman untuk terbang’

Internasional

Kerajaan Timbang Tunjuk Kepala Keberagaman usai Kisruh Meghan

Internasional

China Diduga Akan Ambil Alih Alibaba dan Ant Group dari Jack Ma