Home / Internasional

Rabu, 21 Juli 2021 - 17:36 WIB

Singapura ‘Lockdown’ Lagi Imbas Lonjakan Kasus, Batal Damai dengan Corona?

Viewer: 439
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 24 Detik

Kompasnasional l Usai nyaris tiga minggu membuka roadmap hidup berdampingan dengan COVID-19, Singapura kembali menerapkan ‘lockdown’ sebagian wilayah selama sebulan.

Kasus COVID-19 kembali meningkat, tertinggi sejak 11 bulan lalu yaitu 195 kasus harian Corona per Selasa (20/7/2021).
Di hari yang sama, pemerintah Singapura mengatakan kembali memperketat pembatasan COVID-19 karena kasus terus meningkat. Termasuk melarang kegiatan makan di restaurant, membatasi jumlah maksimum orang yang diizinkan berkumpul dari sebelumnya maksimal 5 orang, kini menjadi 2 orang.

Banyak klaster COVID-19 di Singapura yang bekalangan melonjak di beberapa pekan terakhir. Di antaranya klaster karaoke, klaster COVID-19 di pasar basah dan pusat makanan jajanan. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan para pejabat.

Baca Juga  Ledakan Menghancurkan Sebuah Toko di Inggris Lukai 6 Orang

Sementara data Kementerian Kesehatan Singapura pekan lalu mencatat 480 kasus COVID-19 komunitas, melonjak dari catatan 19 kasus yang dilaporkan dalam tujuh hari sebelumnya. Menaiknya angka kasus COVID-19 menunjukkan angka penularan di masyarakat meningkat tajam.

“Ini sangat memprihatinkan, karena dapat mempengaruhi banyak orang di komunitas kami di seluruh pulau,” kata Kementerian Kesehatan Singapura dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNBC.

“Ketika kami terus melakukan pengujian ekstensif untuk individu yang terpapar risiko infeksi, kami dapat memperkirakan jumlah kasus meningkat dalam beberapa hari mendatang,” tambahnya.

Baca Juga  Presiden Trump Peringatkan: 'Amerika Hancur Jika Gereja Tidak Dibuka Kembali'

Antara 12 Juli dan 18 Juli, ada rata-rata 46 kasus komunitas yang terdeteksi per hari, jumlah kasus tertinggi yang terdeteksi sejak April 2020, berdasarkan data kementerian kesehatan Selasa.

Pembatasan terbaru akan berlaku mulai Kamis, 22 Juli hingga 18 Agustus. Aturan tersebut berada di bawah situasi Fase II (peringatan tertinggi).

“Pesan umum untuk semua orang di bawah Fase 2 (Peringatan Tinggi) adalah tetap di rumah, minimalkan gerakan dan interaksi sosial Anda sebanyak mungkin,” kata Wong, yang juga Menteri Keuangan.(DN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Internasional

Stok Makanan Makin Menipis, Kim Jong Un Buru Anjing Peliharaan Para Elit Korea Utara untuk Dijadikan Santapan di Restoran

Internasional

Perusahaan Ini Denda Karyawan yang Izin ke Toilet Lebih dari Sekali

Berita

Kesepakatan dengan AS Gagal, Iran Kembali Buka Instalasi Nuklir

Internasional

Irak Gantung 21 Terpidana Teroris dan Pembunuh

Internasional

Miris, Tunawisma Ini Tinggal di Kantong Sampah Bersama 6 Anjing

Berita

Majikan Ditangkap Polisi Setelah Video TKI di Hong Kong Dianiaya Hebohkan Dunia Maya

Arsip

Bunga Sakura Jepang Mulai Mekar 25 Maret di Fukuoka, Kagoshima dan Nagasaki

Arsip

Dipecat, Mantan Karyawan Sebut Facebook Mirip Korea Utara