Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Internasional / Reviews

Rabu, 6 September 2017 - 14:23 WIB

Bosan, Agen Intel Jerman Pura-pura Rencanakan Aksi Teror

Viewer: 591
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 16 Detik

kompasnasional.com – Roque M, seorang agen intelijen Jerman, diadili karena kedapatan berpura-pura menjadi seorang teroris yang merencanakan aksi teror dalam sebuah forum percakapan di internet, hanya karena kebosanan.

“Itu hanya pelarian dari kenyataan,” ucap Roque dalam sidang perdananya di Pengadilan Dusseldorf, Rabu (6/9).

Roque menjadi sorotan sekitar November lalu, setelah ditangkap saat menawarkan diri untuk membeberkan informasi rahasia lembaganya kepada seseorang yang ternyata rekan kerjanya yang sedang menyamar.

Pria ini merupakan eks bankir dan ayah dari empat orang anak. Dalam sidang, dia bercerita bahwa selama bekerja sebagai agen intel di BfV, ia bertugas memonitor pergerakan terduga teroris.

Baca Juga  Bupati Tapsel : Ulama dan Umara Harus Jalan Berdampingan

Meski Roque menganggap pekerjaannya itu “sangat menyenangkan,” terkadang dirinya mengaku merasa bosan, khususnya saat akhir pekan.

Karena itu, dia memutuskan mencoba menelusuri dunia teroris online dengan berpura-pura merencanakan aksi teror. Roque bahkan sempat berencana bertemu dengan teroris di pusat kebugaran.

Dalam salah satu percakapan, Roque sempat menawarkan diri membantu terduga teroris mendapat akses ke kantornya di Cologne.

“Serangan ke markas [BfV] akan sejalan dengan kehendak Tuhan,” tulisnya seperti dikutip dari surat dakwaan.

Namun, dia menegaskan tidak pernah berniat untuk benar-benar bertemu dengan teroris tersebut.

Baca Juga  SATGAS COVID-19 TOBA PRIHATIN, MASYARAKAT SEBUT COVID TIDAK ADA LAGI

“Saya tidak pernah bertemu dengan teroris. Saya tidak akan pernah melakukan itu. Seluruhnya hanya permainan,” katanya.

Jaksa akhirnya membebaskan Roque dari tuduhan terorisme karena tak memiliki bukti cukup.

Kini, Roque dituntut atas tuduhan pembocoran rahasia negara dan pengadilannya dijadwalkan berlangsung selama lima hari.

Kasus ini sempat menimbulkan kritikan tajam bagi badan intelijen Jerman yang kemudian berencana merombak lembaga tersebut secara menyeluruh karena dianggap bisa disusupi teroris (cnn|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
100 %
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Naik Helikopter Bupati Lambaikan Tangan Tanda Salam Perpisahan

Arsip

Pesta LGBT di Sidimpuan Malah Difasilitasi Pemerintah. Parah Kali Bah

Berita

PLN Siap Hadirkan Listrik Yang Andal Dukung Peningkatan Dunia Usaha di Kabupaten Sintang

Berita

Volume APBD Kota Pontianak Tahun 2022 Rp1,87 Triliun Disetujui Legislatif

Berita

Kesederhanaan Ibu Negara Dapat Dijadikan Teladan

Berita

Terkesan di Biarkan, Areal Tanaman Perkebunan PTPN IV Jadi Tempat Pembuangan Sampah

Berita

Muncul Virus Baru di China Selain COVID-19, Membunuh Hitungan Jam

Berita

Siap Diperiksa Kejagung Hari Ini, Menpora: Ini Pengalaman Berharga