Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Reviews

Jumat, 26 Agustus 2016 - 16:00 WIB

Sinabung Tak Kunjung Tidur, Terus Erupsi dan Semburkan Awan Panas

Viewer: 616
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 4 Detik

Diiringi awan panas guguran (APG) dan lava pijar yang kian tinggi, Gunung Sinabung makin bergetar. Paling tidak, kemarin erupsi awan panas hingga 22 kali terus terjadi.

Kepala Pos Pemantau Gunung Api (PPGA) Sinabung, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Armen Putra kemarin, mengatakan, dalam laporan terkini, visual di sekitar Gunung Sinabung tertutup kabut. Cuaca mendung, angin sedang-kencang ke arah timur dan suhu udara antara 16-20°C.“Getaran gempa semakin kuat. Terjadi erupsi awan panas hingga 22 kali dalam 12 jam. Volume kubah lava semakin besar yakni mencapai 2,6 juta kubik,” jelas Armen Putra.

Dia menjelaskan, jarak dan arah luncur awan panas tidak teramati karena tertutup kabut. Seismisitas terjadi sebanyak ratusan kali guguran dengan jarak pada 5-120 mm pada data parameter seismograf.

Sedangkan lama gempa mencapai kisaran 37-776 detik. Disimpulkan, gunung api Sinabung masih tetap pada level tertinggi yakni Awas (Level IV).

Baca Juga  Lahan Gambut di Kawasan JSC Palembang Terbakar

Oleh karena itu, pihaknya merekomendasikan kepada masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas di radius 3 Km dari puncak gunung.

Masyarakat juga diminta untuk tidak berada dalam jarak 7 Km di sektor selatan-tenggara, jarak 6 Km di sektor Tenggara-Timur serta jarak 4 Km di sektor Utara-Timur Gunung Sinabung.

“Pemerintah diminta untuk mengevakuasi masyarakat ke tempat yang aman, apabila masih ada di lokasi tersebut. Masyarakat yang berada dan bermukim di sekitar sungai-sungai yang berhulu di gunung Sinabung, diminta tetap waspada terhadap bahaya banjir lahar dingin,” kata Armen.

Menurutnya, pihaknya juga sedang berupaya meminimalisir volume kubah lava dengan cara menggugurkan kubah lava tersebut dengan bantuan peralatan yang dimiliki.

Meski demikian, pihaknya belum dapat merinci jumlah besaran kubik yang sudah digugurkan, karena masih tertutup kabut dan rawan akan terjadinya awan panas guguran.

Baca Juga  Terdakwa Korupsi Bank Sumut Meminta Izin Hadiri Pernikahan Putri

“Jika kubah lava tersebut jatuh dari puncak gunung, akan mampu menutupi desa-desa yang terletak pada radius 5 Km. Hal ini sangat dikhawatirkan terjadi, mengingat aktivitas gunung Sinabung belakangan ini sangat tinggi,” jelas Armen.

Di tempat terpisah, Dandim 0205/TK Letkol (Inf) Agustatius Sitepu selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Tanggap Darurat Erupsi Sinabung mengatakan, mengantisipasi dampak meningkatnya eskalasi erupsi Gunung Sinabung.

Pihaknya mengajak semua instansi terkait termasuk vulkanologi dan jajaran Pemkab Karo untuk menghadiri rapat koordinasi di Makodim 0205/TK, hari ini, Kamis (25/8) pukul 09.00 WIB.

Menurutnya, hal ini perlu dilakukan guna mengantisipasi timbulnya korban jiwa apabila sewaktu-waktu terjadi erupsi yang besar.

“Kita mengajak semua pihak untuk menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi besok (hari ini-red), untuk menghimbau agar warga tidak berada di kawasan zona merah primer,” tutupnya (pjkst|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Tak Hanya Indonesia, Pekerja China Lebih Banyak Mengalir Kemana-mana

Berita

HUT Ke-66 Lalu Lintas Polresta Pontianak : Sederhana Dan Berbagi di Tengah Pandemi

Berita

Nelayan di Aceh Tewas Diterkam Buaya saat Cari Ikan dan Teripang

Berita

Lima Bocah di Pontianak Cabuli Anak Perempuan Usia Enam Tahun

Arsip

Serangan Balik Petinggi PKS Buat Fahri Hamzah

Berita

Pesan Kapolri ke Taruna-Taruni Akpol: Turun, Dengar dan Serap Aspirasi Masyarakat

Berita

Polri Terima Red Notice Terkait Kasus Alum Bocah Argentina

Berita

Sambut HUT RI Ke 76, Lanal TBA Gelar Donor Darah