Home / Berita

Senin, 11 Oktober 2021 - 18:59 WIB

Sebanyak 80 Guru Penggerak Dari Siantar Terpilih di Angkatan 4 Pada Kegiatan Lokakarya Perdana

Viewer: 1095
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 46 Detik

Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) telah menjaring sejumlah guru yang mendaftar pada program guru penggerak di seluruh Indonesia. Setidaknya ada 80 guru yang lolos dari Kota Pematangsiantar dalam program angkatan empat ini.

Serangkaian pelatihan dan pendampingan akan mulai diberikan pada calon guru penggerak (CGP) ini. Seperti hari ini, Senin (11/10/21) dilakukan kegiatan lokakarya perdana untuk CGP angkatan 4 untuk wilayah Kota Pematangsiantar yang dilaksanakan di Siantar Hotel, dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pematangsiantar Plt. Rosmayana Marpaung .

Kegiatan lokakarya yang akan diadakan satu hari penuh ini diikuti oleh 80 orang Calon Guru Penggerak yang dinyatakan lulus setelah mengikuti beberapa tahapan seleksi guru penggerak yang dilakukan oleh Kemendiknas. Tak hanya untuk guru jenjang TK, SD, SMP, dan SMA; pada seleksi kali ini, Program Guru Penggerak juga dibuka untuk para guru SMK.

Perwakilan dari Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kemendikbud Ristek bidang PPPPTK PENJAS dan BK.  , Abdul Razak mengatakan, kegiatan lokakarya tersebut serentak di lakukan pada 10 provinsi di 48 kabupaten/kota.

Baca Juga  DLHK Pematangsiantar Tanggapi Kisruh Terkait Limbah Tinja Dari Ruko Jalan Merdeka - Sutomo Dibuang ke Parit

“Guru-guru yang lolos seleksi ini kemudian akan mengikuti pendidikan guru penggerak menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning (daring dan luring) selama sembilan bulan kedepan. Di antaranya pelatihan pendidikan daring, lokakarya dan pendampingan,” ucapnya dihadapan para CGP. 

Dia juga mengapresiasi semangat para CGP yang sudah melewati beberapa proses seleksi untuk bisa menjadi CGP. Dan berharap tetap menjaga kesehatan di situasi masih adanya virus Corona, dimana nantinya akan dilakukan pertemuan secara langsung sekali dalam sebulan. 

Namun, bagi CGP yang berada di wilayah yang masih dilarang melakukan pertemuan tatap muka, maka akan dilakukan secara daring. 

“Guru penggerak diharapkan menjadi pemimpin pendidikan masa depan di Indonesia yang mampu mencetak generasi unggul. Serta mampu menyebarkan pada guru – guru lainnya untuk menjalankan perannya dengan baik,”terang Rozak. 

Sementara itu, usai acara tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pematangsiantar Plt. Rosmayana Marpaung menyebutkan Kota Pematangsiantar akan terpilih menjadi sekolah penggerak datang tahun 2022. Maka dari itu, sejak saat ini sumber daya manusia (SDM) tiap-tiap sekolah sudah mulai di lakukan. 

Baca Juga  Upacara Pembukaan Patroli Terkoordinasi Satgas Pamtas Yonif 645/Gty (TNI AD) dan Unit REJ 4 KAD (TDM) di wilayah Aruk TA. 2022 

“Dengan adanya 80 orang guru penggerak ini nantinya akan bisa mengimbas kan ilmunya ke guru – guru lainnya. Jadi, mereka terjun ke sekolah – sekolah lainnya untuk merealisasikan program guru penggerak tersebut. Sehingga diharapkan semua guru di Siantar bisa menjadi guru penggerak di sekolahnya masing-masing,”tukas Rosmayana. 

Dia juga menjelaskan, ada beberapa keuntungan dari Kota Pematangsiantar atas terpilih sejumlah guru dari sekolah swasta maupun negeri menjadi CGP.  Salah satunya, Kota Pematangsiantar akan ditetapkan menjadi sekolah penggerak pada tahun 2022.

Selain itu, lanjut Rosmayana, Kementerian pusat akan lebih memperhatikan pendidikan  daerah yang sudah terdaftar menjadi sekolah penggerak. Seperti bantuan – bantuan akan mengalir ke sekolah – sekolah penggerak tersebut. Baik itu bantuan infrastruktur maupun sejumlah peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) seperti komputer. 

“Ada juga bantuan yang berbentuk dana, seperti dana afirmasi, dana kinerja, dan sebagainya. Beberapa program pemerintah pusat, kita akan dapat juga. Jadi, ini untuk peningkatan sekolah – sekolah di Kota Pematangsiantar,” Terang dia. 

Program ini sangat bagus sekali sebagai pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran pada peserta didiknya. Hal ini sesuai dengan Program Merdeka Belajar yang dirancang oleh Kementerian pusat, tak lepas dari peran Guru Penggerak dalam membentuk siswa yang kompeten, cerdas, dan berbudi luhur.

Toni Tambunan.

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Ajang MTQ XXIII Kubu Raya Capai Peringkat Ke Tiga

Berita

Kapolres Dukung Pelantikan Korda IJTI Sibolga Tapteng

Berita

Nusron Wahid Ungkap Skenario Koalisi Besar: Capres KKIR-Cawapres KIB

Berita

TINGKATKAN KUALITAS SDM, BUPATI KAMPAR TANDA TANGANI NOTA KESEPAHAMAN DENGAN UIN SUSKA RIAU

Berita

Kecelakaan Maut Di Jalan Palembang – Jambi KM 22 Menyebabkan Satu Orang Meninggal Serta Tiga Orang Lainnya Luka Luka

Berita

Bupati Tapsel Terima Donasi Alkes Covid-19 Dari PT Agincourt Resources

Berita

KPK Periksa Fuad Amin dan Wawan Terkait Kasus Suap Kalapas Sukamiskin

Berita

Gubernur Kalbar Sebut,Lahan Kalbar Miliki Potensi Untuk Pengembangan Perkebunan