Home / Berita / Korupsi

Senin, 22 Oktober 2018 - 15:39 WIB

KPK Periksa Fuad Amin dan Wawan Terkait Kasus Suap Kalapas Sukamiskin

Fuad Amin (tengah) penuhi panggilan KPK dalam pemeriksaan terkait kasus suap Kalapas Sukamiskin, di Gedung KPK, Senin (22/10). (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)

Fuad Amin (tengah) penuhi panggilan KPK dalam pemeriksaan terkait kasus suap Kalapas Sukamiskin, di Gedung KPK, Senin (22/10). (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)

Viewer: 563
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 6 Detik
Kompasnasional.com, Jakarta-Penyidik KPK memanggil Fuad Amin dan Tubagus Chaeri Wardana (Wawan) sebagai saksi. Kedua terpidana kasus korupsi itu diperiksa dalam perkara dugaan suap terhadap Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.
“Fuad Amin dan Wawan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka WH (Wahid Husen, mantan Kepala Lapas Sukamiskin) dalam kasus dugaan suap di Lapas Sukamiskin,” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah, Senin (22/10).
Fuad dan Wawan yang tiba dengan di KPK dengan mobil tahanan itu enggan berkomentar terkait pemeriksaannya. Mereka memilih bergegas masuk ke dalam lobi gedung.
Fuad merupakan terpidana kasus korupsi jual-beli gas dan pencucian uang. Sedangkan, Wawan merupakan terpidana kasus suap terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.

Fuad Amin (tengah) penuhi panggilan KPK dalam pemeriksaan terkait kasus suap Kalapas Sukamiskin, di Gedung KPK, Senin (22/10). (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)

Pemeriksaan terhadap Fuad dan Wawan diduga berkaitan dengan posisi keduanya saat operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Wahid Husen di Lapas Sukamiskin pada 21 Juli 2018.
Saat itu, Fuad dan Wawan tidak berada di dalam sel lantaran sedang menjalani proses pemeriksaan kesehatan di rumah sakit luar lapas.
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat orang tersangka. Mereka adalah Wahid Husen, staf Wahid bernama Hendry Saputra, dan narapidana kasus suap Badan Keamanan Laut (Bakmala), Fahmi Darmawansyah, serta terpidana kasus umum, Andri Rahmat.

Tubagus Chaeri Wardana penuhi panggilan KPK dalam pemeriksaan terkait kasus suap Kalapas Sukamiskin, di Gedung KPK, Senin (22/10). (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)

Wahid dan Hendry diduga menerima suap dari Fahmi dan Andri berupa dua mobil dan uang sebesar Rp 279 juta serta USD 1.410. Diduga, suap itu terkait pemberian fasilitas di dalam lapas serta izin keluar-masuk tahanan oleh Wahid Husen selaku kalapas terhadap sejumlah warga binaan.
Atas perbuatannya, sebagai penerima, Wahid dan Hendry disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 128 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
Sementara sebagai pemberi, Fahmi dan Andri disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.(Kumparan/AW)
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Baca Juga  Awali Tahun Baru, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Beri Sosialisasi Dan Bagikan Masker Kepada Warga Pelosok Perbatasan.

Share :

Baca Juga

Berita

Luhut Dorong Penyusunan Protokol Usaha di Era New Normal

Berita

Pasi Intel Wakili Komandan Kodim 1205/Sintang Hadiri Rapat Koordinasi Pilkades Serentak

Berita

Dandim 1206/Psb Letkol Inf Sri Widodo pimpin upacara hari SantriĀ 

Berita

Bhabinkamtibmas Sungai Malaya Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 di PT BPK

Berita

Langkah Polda Kalbar Bentuk Pengawasan Koperasi di Kalimantan Barat

Berita

Prajurit Satgas Pamtas Yonif 645/Gardatama Yudha Bantu Padamkan Kebakaran Pondok Pesantren Al-MizanĀ 

Berita

Dukung Pemberdayaan Masyarakat, Ketua TP. PKK Tapanui Utara Sosialisasikan Pola Hidup Sehat Agar Semakin Produktif Berkarya.

Berita

Wali Kota Sidempuan Hadiri Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Anggota Korpri Wilayah Tabagsel dan Tapteng