Viewer: 699
0 0

Home / Kesehatan

Sabtu, 12 September 2020 - 20:24 WIB

Satgas: Banyak Anggapan Teman Dekat Tidak Tularkan Covid-19

Viewer: 700
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 28 Detik

Kompasnasional | Banyak masyarakat beranggapan teman atau orang terdekat tidak menularkan virus Covid-19. Dari anggapan itu membuat banyak masyarakat yang tidak patuh akan protokol kesehatan pada saat bertemu teman maupun sanak keluarga.

Demikian disampaikan oleh Ketua Bidang Perubahan Perilaku, Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry Harmadi dalam acara dalam Bincang Sore Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan tema “Edukasi Perubahan Perilaku pada Satuan Pendidikan”, Jumat (11/9/2020).

“Survei litbangkes 30 persen respondennya menyatakan bahwa ‘Saya tidak mungkin berisiko terkena wabah ini dari lingkungan terdekat (teman atau keluarga)’. Bayangkan itu. Kita sudah bisa menjawab, kenapa banyak yang tidak patuh pada 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan), karena mereka yakin tidak terkena covid-19,” ujar Sonny.

Baca Juga  Ketua DPR Minta Polisi Usut Label Susu Kental Manis

Padahal, bilang dia, penyuluhan 3M sampai saat ini terus digencarkan oleh pemerintah. Bahkan, Satgas Covid-19 juga meminta radio agar terus mensosialisasikan penerapan 3M.

Sonny menginginkan masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia. Makanya, pelaksanaan 3M itu harus dijalankan secara ketat.

“Bila melaksanakan 3M dengan baik, akan kita berikan insentif, bukan dalam bentuk uang. Misalnya restoran yang bisa mendukung kepatuhan orang terhadap protokol kesehatan, restoran itu kita beri stiker patuh. Jika restoran tidak patuh, maka kita tempelkan stiker, mereka kita tidak anggap patuh,” tegasnya.

Baca Juga  PBNU: Kehalalan Vaksin AstraZeneca tak Perlu Diperdebatkan

Jadi demi menghilangkan anggapan bahwa teman atau keluarga tidak menularkan Covid-19, bisa dengan melakukan intervensi individu, institusi, wilayah maupun komunitas.

Bila individu, misalnya untuk kelompok umur 7-12 tahun, maka institusi pendidikan yang bisa mengubah perilaku tersebut.

“Jadi di edukasi 3M, setiap anak belajar bisa berikan informasi tersebut. Untuk keluarga, bisa melalui penyuluh maupun petugas lapangan yang mereka akan masuk ke keluarga. Kalau untuk menangani kelompok paling sulit, paling kita ingatkan “Ingat pesan Ibu, pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan,” pungkas dia.(K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Lewat TikTok, Penderita Covid-19 Ini Beri Peringatan ke Orang-orang: Gue Muntah Sepanjang Malam!

Kesehatan

Uji Klinis Selesai, Indonesia Segera Punya Obat Covid-19

Kesehatan

Dokter Reisa: Masker Harus Diganti Setiap 4 Jam

Berita

Seorang Perempuan Diduga Jadi Korban Malapraktik Pengangkatan Indung Telur

Berita

Zega Pimpin PAC PP Sibolga Selatan Serahkan Bantuan Korban Ledakan

Kesehatan

Viral Video Pegawai Dinkes Berjoget Peringati Hari Kesehatan Nasional, Abaikan Protokol Kesehatan

Kesehatan

Cara Menentukan Masker Perawatan Wajah Sesuai Jenis Kulit

Gaya Hidup

UPDATE Corona 21 Juni, Tambahan Kasus Baru Tertinggi Kembali Terjadi di DKI Jakarta