Viewer: 735
0 0

Home / Kesehatan

Sabtu, 12 September 2020 - 20:24 WIB

Satgas: Banyak Anggapan Teman Dekat Tidak Tularkan Covid-19

Viewer: 736
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 28 Detik

Kompasnasional | Banyak masyarakat beranggapan teman atau orang terdekat tidak menularkan virus Covid-19. Dari anggapan itu membuat banyak masyarakat yang tidak patuh akan protokol kesehatan pada saat bertemu teman maupun sanak keluarga.

Demikian disampaikan oleh Ketua Bidang Perubahan Perilaku, Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry Harmadi dalam acara dalam Bincang Sore Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan tema “Edukasi Perubahan Perilaku pada Satuan Pendidikan”, Jumat (11/9/2020).

“Survei litbangkes 30 persen respondennya menyatakan bahwa ‘Saya tidak mungkin berisiko terkena wabah ini dari lingkungan terdekat (teman atau keluarga)’. Bayangkan itu. Kita sudah bisa menjawab, kenapa banyak yang tidak patuh pada 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan), karena mereka yakin tidak terkena covid-19,” ujar Sonny.

Baca Juga  Abaikan Pasien, Kapus dan Kabid Dilaporkan ke Mapolres Tapteng

Padahal, bilang dia, penyuluhan 3M sampai saat ini terus digencarkan oleh pemerintah. Bahkan, Satgas Covid-19 juga meminta radio agar terus mensosialisasikan penerapan 3M.

Sonny menginginkan masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia. Makanya, pelaksanaan 3M itu harus dijalankan secara ketat.

“Bila melaksanakan 3M dengan baik, akan kita berikan insentif, bukan dalam bentuk uang. Misalnya restoran yang bisa mendukung kepatuhan orang terhadap protokol kesehatan, restoran itu kita beri stiker patuh. Jika restoran tidak patuh, maka kita tempelkan stiker, mereka kita tidak anggap patuh,” tegasnya.

Baca Juga  Kim Jong-Un dan Keluarga Telah Diberi Vaksin Corona Buatan China

Jadi demi menghilangkan anggapan bahwa teman atau keluarga tidak menularkan Covid-19, bisa dengan melakukan intervensi individu, institusi, wilayah maupun komunitas.

Bila individu, misalnya untuk kelompok umur 7-12 tahun, maka institusi pendidikan yang bisa mengubah perilaku tersebut.

“Jadi di edukasi 3M, setiap anak belajar bisa berikan informasi tersebut. Untuk keluarga, bisa melalui penyuluh maupun petugas lapangan yang mereka akan masuk ke keluarga. Kalau untuk menangani kelompok paling sulit, paling kita ingatkan “Ingat pesan Ibu, pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan,” pungkas dia.(K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Foto gunung merapi erupsi

Berita

Gunung Marapi Erupsi Lagi, Tinggi Kolom Abu Mencapai 200 Meter

Kesehatan

Airlangga sebut pemerintah mulai lakukan vaksinasi Covid-19 pekan depan

Berita

Sejarah Wabah Besar yang Melanda Dunia Setiap 100 Tahun (1720, 1820, 1920, 2020)

Internasional

Sekolah Kembali Dibuka, Ratusan Murid Positif Terinfeksi Corona

Kesehatan

Enggak Nyangka, Nasi Merah yang Dianggap Selalu Sehat, Ternyata Jauh Lebih Beracun Daripada Nasi Putih! Begini Alasannya

Kesehatan

Awas, Rumah Makan Jadi Tempat Penularan Covid-19
Bisnis Vaksin Palsu Tebongkar dari Kasus Kematian Bayi-kompasnasional

Arsip

Bisnis Vaksin Palsu Tebongkar dari Kasus Kematian Bayi

Kesehatan

Lewat TikTok, Penderita Covid-19 Ini Beri Peringatan ke Orang-orang: Gue Muntah Sepanjang Malam!