Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, Jawa Barat, mencatat sebanyak 433 jiwa mengungsi akibat banjir bandang yang menyapu kawasan setempat. Para korban ditempatkan di pos pengungsian Makorem 062 TNI.
Kepala BNPB Willem Rampangilei juga telah melaporkan perkembangan penanganan bencana banjir bandang di Garut kepada Presiden Joko Widodo, Rabu (21/9) malam. Kepala BNPB telah berada di lokasi bencana sejak kemarin untuk mendampingi BPBD dalam penanganan darurat.
“Pengungsi ditempatkan di aula Korem dalam keadaan baik. Ketersediaan permakanan, air bersih cukup. Plus bantuan dari masyarakat,” ungkap Willem di Posko Bencana Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor Garut.
Willem menambahkan bahwa Bupati Garut Rudi Gunawan juga menyiapkan Rusun dengan kapasitas 100 orang.
BNPB telah mengirim bantuan logistik senilai Rp 2 miliar untuk BPBD Garut dan BPBD Provinsi Jawa Barat. Bantuan berupa makanan siap saji, selimut, tikar, tenda, pakaian sekolah dan kidsware dan lainnya.
“Dana Siap Pakai dari Pemerintah untuk mendukung operasional tanggap darurat sebesar Rp 400 Juta,” kata Willem.
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat sangat baik. “Jumlah relawan yang tercatat sebanyak 360 orang dari 16 lembaga,” ungkap Willem (mdk|dwk)






