Home / Arsip / Arsip 2016 / Hiburan

Jumat, 8 April 2016 - 13:07 WIB

Risty Tagor Ngaku Sedih: Sampai Kapan “Sinetron” Ini Berakhir

Viewer: 572
0 0
Terakhir Dibaca:44 Detik

KOMPASNASIONAL.COM

JAKARTA –  Melalui kuasa hukumnya, Ina Rachman, artis peran Risty Tagor meminta mantan suaminya, Stuart Collin, untuk tidak berbuat yang aneh-aneh setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan perceraian mereka.

Menurut Ina, Risty agak sedih dengan sikap Stuart yang meminta bantuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk menyelesaikan persoalan hak asuh anak.

Baca Juga  Pemilik dan Pemain Jackpot Diamankan

Padahal, hal tersebut bisa diselesaikan dengan jalan kekeluargaan.

“Ya Risty sedih, mau sampai kapan sih ini sinetron.

Maksudnya, sudah cukup, jangan buat aneh-aneh lagi. Risty hanya ingin bercerai,” kata Ina saat dihubungi, Kamis (7/4/2016).

Ina mengatakan, Stuart tidak hanya meminta bantuan KPAI, tetapi juga mengajukan banding atas putusan cerai ke PA Jaksel dengan dasar ingin mempertahankan pernikahannya.

Baca Juga  China Tutup Akses Informasi soal 'Panama Papers'

Meski demikian, kliennya akan tetap meladeni usaha yang dilakukan oleh Stuart.

“Sudah Stuart banding, terus ke KPAI juga. Ya sudahlah, mungkin itu hobinya Stuart, stripping. Kami ladenilah maunya apa,” kata dia.(kn/tbnb)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Oknum Wartawan Harian Langkat Ditangkap Saat Meliput Di PN Stabat

Arsip

Lebih Hemat Dari Elpiji, ESDM Bangun 200 Ribu Jaringan Gas 2017

Arsip

Putri Sulung Obama Terpergok Hisap Ganja di Konser Musik

Arsip

Biadab! Ini Video Muslim Palestina Sholat Ditendang Polisi Israel, Tiga Tewas
Rp16,4 Miliar Disita dari Bandar Narkoba Toni dan AKP Ichwan-KompasNasional

Arsip

Rp16,4 Miliar Disita dari Bandar Narkoba Toni dan AKP Ichwan

Arsip

Enggan Buka Jilbab, Walkot Jerman Pecat Muslimah Ini

Arsip

Diplomat Makin Banyak yang Membelot Kim Jong Un

Arsip

Pasukan Filipina Kalah Tempur, Padahal Sudah Dibantu AS Rp 5 Triliun