Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Medan / Nasional

Selasa, 30 Agustus 2016 - 14:10 WIB

Proyek Diduga Tanpa Pengawasan

Viewer: 617
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 41 Detik

kompasnasional.com | MEDAN

Ternyata bukan hanya proyek pembangunan di tingkat kabupaten saja yang biasanya luput dari pengawasan karena tempatnya agak terpencil dan lokasinya sulit untuk dijangkau, akan tetapi proyek di Perkotaan ternyata juga bisa tanpa pengawasan.

Misalkan saja proyek pembuatan drainase atau pembuatan Parit Beton di  Jalan Muhammad Basir, Kelurahan Rengas Pulau  Kecamatan Medan Marelan Kota Medan yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja  Daerah  (APBD) tahun 2016 diduga tidak sesuai spek juklak dan juknis sehingga diduga sarat dengan unsur manipulasi data.

“Proyek Parit beton tersebut jelas terlihat tidak sesuai dengan bestek dan sudah melanggar Peraturan,” keluh warga setempat.

Ironisnya, plang proyek juga tidak dipasang pemborong. Pemborong diduga dengan sengaja membiarkan pekerja lapangan melakukan kecurangan tanpa komentar sedikitpun terhadap pekerjanya.

Baca Juga  Massa Tolak MBG Juga Gelar Aksi di Patung Kuda, Terpisah dari Massa Dukung MBG

“Pemborong terkesan tidak mau tahu dengan hasil yang akan dicapai diakhir pekerjaan proyek Drainase tersebut,” tandas warga.

Pantauan Awak Media di lapangan melihat banyak kejanggalan saat pengerjaan proyek drainase tersebut. Diantaranya campuran semen tidak sesuai dengan Peraturan Beton Indonesia (PBI) Tahun 1971 – Campuran untuk Cor tidak sesuai dengan Spesifikasi, sehingga tidak jelas untuk beton ‘K’ apa yang dipakai’. Ketebalan taludnya pun tidak sesuai. Kejanggalan lainnya ialah pekerjaan parit Beton tanpa pengawasan dari PU maupun konsultan pengawas.

Dan banyak kejanggalan-kejanggalan lainnya saat pengerjaan proyek pembuatan drainase paket dari Dinas Bina Marga Kota Medan tersebut.

Sang Pemborong saat ditemui awak media, Kamis (25/8/2016) di lokasi proyek tidak bisa menjelaskan ketebalan talud yang dikerjakannya.

Baca Juga  Tujuh Personel Polres Bengkayang Terima Penghargaan dari BP2MI dan Ketua DPRD 

“Saya hanya pemborong pengerjaan proyek drainase ini dan untuk teknisnya semua diatur oleh atasan,” ujarnya.

Ternyata bukan hanya proyeknya saja yang bermasalah, tetapi Sang Pengawas pun bermasalah, karena pada saat pengecoran tidak berada di lokasi proyek.

Terpisah AS, selaku pengawas proyek drainase tersebut saat di temui awak media di jalan Pasar I Medan Marelan mengaku baru saja pulang dari luar kota dan tidak mengetahui hal itu.

“Saya baru pulang dari luar kota, nanti akan saya cek pengerjaan proyek itu,” sebutnya enteng.

Warga meminta kepada pihak Pekerjaan Umum Bina Marga Kota Medan, agar segera turun ke lapangan melihat dan mengaudit pekerjaan proyek drainase tersebut (Zamal)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

BPJS Ketenagakerjaan Sumatera Utara Sosialisasi Manfaat dari program BPJS Ketenagakerjaan Kepada Sektor Lembaga Keumatan Kristen BPU(Bukan Penerima Upah)

Berita

Ketua Dekranasda Tapanuli Utara Harapkan Pelaku UMKM Tetap Solid Demi Kemajuan Bersama

Berita

Plt Wali Kota Pematangsiantar Silaturahmi Dengan Ephorus GKPS

Berita

Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Bersinergi Dengan Aparat Terkait Dan Masyarakat , Gotong-royong Bersihkan Rumah Warga Akibat Tertimbun Longsor.*

Berita

Disiplin Protokol Kesehatan, Satgas Yonif 642/Kps Bagikan Masker kepada Warga Perbatasan.*

Berita

Dukung Pemberdayaan Masyarakat, Ketua TP. PKK Tapanui Utara Sosialisasikan Pola Hidup Sehat Agar Semakin Produktif Berkarya.

Berita

Monitoring Relisasi TA 2019, Gabungan Komisi DPRD Samosir Kunker ke Palipi dan Nainggolan

Arsip

Trio Teroris Blak-blakan Soal Aksi Radikalisme di Indonesia