Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Medan / Nasional

Selasa, 30 Agustus 2016 - 14:10 WIB

Proyek Diduga Tanpa Pengawasan

Viewer: 598
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 41 Detik

kompasnasional.com | MEDAN

Ternyata bukan hanya proyek pembangunan di tingkat kabupaten saja yang biasanya luput dari pengawasan karena tempatnya agak terpencil dan lokasinya sulit untuk dijangkau, akan tetapi proyek di Perkotaan ternyata juga bisa tanpa pengawasan.

Misalkan saja proyek pembuatan drainase atau pembuatan Parit Beton di  Jalan Muhammad Basir, Kelurahan Rengas Pulau  Kecamatan Medan Marelan Kota Medan yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja  Daerah  (APBD) tahun 2016 diduga tidak sesuai spek juklak dan juknis sehingga diduga sarat dengan unsur manipulasi data.

“Proyek Parit beton tersebut jelas terlihat tidak sesuai dengan bestek dan sudah melanggar Peraturan,” keluh warga setempat.

Ironisnya, plang proyek juga tidak dipasang pemborong. Pemborong diduga dengan sengaja membiarkan pekerja lapangan melakukan kecurangan tanpa komentar sedikitpun terhadap pekerjanya.

Baca Juga  Dampingi Petani, Upaya Babinsa Temajuk Tingkatkan Hasil Panen*

“Pemborong terkesan tidak mau tahu dengan hasil yang akan dicapai diakhir pekerjaan proyek Drainase tersebut,” tandas warga.

Pantauan Awak Media di lapangan melihat banyak kejanggalan saat pengerjaan proyek drainase tersebut. Diantaranya campuran semen tidak sesuai dengan Peraturan Beton Indonesia (PBI) Tahun 1971 – Campuran untuk Cor tidak sesuai dengan Spesifikasi, sehingga tidak jelas untuk beton ‘K’ apa yang dipakai’. Ketebalan taludnya pun tidak sesuai. Kejanggalan lainnya ialah pekerjaan parit Beton tanpa pengawasan dari PU maupun konsultan pengawas.

Dan banyak kejanggalan-kejanggalan lainnya saat pengerjaan proyek pembuatan drainase paket dari Dinas Bina Marga Kota Medan tersebut.

Sang Pemborong saat ditemui awak media, Kamis (25/8/2016) di lokasi proyek tidak bisa menjelaskan ketebalan talud yang dikerjakannya.

Baca Juga  4 Hari Hanyut Di Sungai Jasad Dafitri Ditemukan Sejauh 5 Km Tersangkut Ranting Pohon

“Saya hanya pemborong pengerjaan proyek drainase ini dan untuk teknisnya semua diatur oleh atasan,” ujarnya.

Ternyata bukan hanya proyeknya saja yang bermasalah, tetapi Sang Pengawas pun bermasalah, karena pada saat pengecoran tidak berada di lokasi proyek.

Terpisah AS, selaku pengawas proyek drainase tersebut saat di temui awak media di jalan Pasar I Medan Marelan mengaku baru saja pulang dari luar kota dan tidak mengetahui hal itu.

“Saya baru pulang dari luar kota, nanti akan saya cek pengerjaan proyek itu,” sebutnya enteng.

Warga meminta kepada pihak Pekerjaan Umum Bina Marga Kota Medan, agar segera turun ke lapangan melihat dan mengaudit pekerjaan proyek drainase tersebut (Zamal)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Wakil Bupati Kapuas Hulu Hadiri Rapat Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2022

Berita

4 PAKET PEKERJAAN PENINGKATAN JALAN DISNAKERTRANS, BELOM DILELANG, NAMUN PEKERJAAN FISIK SUDAH SELESAI.
Ket:Foto//Pimpinan Serikat buruh Darmawan Yusuf, SH,SE,M.Pd, MH sedang memberikan arahan kepada buruh.

Medan

Darmawan Yusuf Pimpinan Serikat Buruh Minta PPKM Darurat Tak Diperpanjang, Takut PHK Massal

Berita

Pukat Trowl dan Bom Ikan Merajalela, Ketua KTNA Tapteng Minta APH Bertindak

Berita

Sambut Hari Raya Natal, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Bantu Dekorasi Gereja Di Perbatasan.*

Berita

Pemprov Kalbar Langsung Distribusikan 5.500 Paket Sembako Bantuan Banjir Sintang Dan Melawi

Berita

HUT Kemerdekaan RI Ke – 77, Polda Sumsel Ajak Masyarakat Untuk Bangkit

Berita

Wakapendam XII/Tpr Ikuti Rakernispen TNI Tahun 2021 Secara Virtual*