Home / Berita

Selasa, 8 Juni 2021 - 18:41 WIB

Debt Collector Tewas di Hakimi Massa di Subang, Diteriaki Begal Oleh Kreditur Motor

Viewer: 637
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 42 Detik

Kompasnasional l Seorang penagih utang atau debt collector di Kabupaten Subang, Jawa Barat, tewas dihakimi massa.

Peristiwa tersebut terjadi di Sagalaherang Kabupaten Subang, Jumat petang (4/6/2021).

Dia diduga tewas dikeroyok usai menarik kendaraan roda dua milik kreditur warga Ujung Berung Kota Bandung.

Sepeda motor tersebut diduga telat setoran selama satu tahun.

Saat diambil, sepeda motor tersebut sedang digunakan di wilayah Jalancagak Kabupaten Subang pada Jumat siang (4/6/2021).

Setelah dicabut sepeda motor tersebut rencananya akan dibawa ke daerah Lembang Kabupaten Bandung Barat bersama seorang pengendaranya.

Namun belum sampai di daerah Jabong Kabupaten Subang seorang pengendara tersebut minta turun lalu berteriak meminta pertolongan warga mengaku dihipnotis dan dibegal oleh DC tersebut.

Dandi rekan DC tersebut menuturkan, mereka dikejar oleh warga Jabong hingga tertangkap di wilayah Sagalaherang, bahkan rekaman CCTV menunjukkan DC tersebut sempat ditabrak.

Baca Juga  Tokoh Birokrat Banyak Karya Monumental Di Kalbar L. H. Kadir Tutup Usia 79 Tahun

Pas sampai di dekat pasar Sagalaherang dia gak bisa bawa motor kenceng, terus sempat jatuh dari motor pas dia bangun langsung ditabrak sama yang ngejar,” lanjut Dandi.

Setelah ditabrak, korban (DC) tersebut lalu dibawa oleh warga yang mengejar ke tempat sepi.

“Dia sempat dicekoki minuman, sambil terus dipukuli,” imbuhnya.

Karena saya di Polsek Jalancagak cagak, dia (korban) saya minta diambil dari Polsek Sagalaherang ke Polsek Jalancagak, karena saya ada disini,” ujarnya.

“Dia dibawa ke Puskesmas dari Polsek Jalancagak, tapi menurut keterangan Puskesmas katanya gak ada luka parah, karena kami sudah ada upaya damai korban kami bawa ke rumah sakit Pamanukan,” kata Dandi.

Baca Juga  Babinsa Desa Senaning Melaksanakan Pendampingan Pembagian Bantuan Langsung Tunai(BLT) Kepada Warga Masyarakat yang Berhak Menerima.

Namun sesampainya di rumah sakit, pihak rumah sakit tidak menyanggupi penanganan korban.

“Di rumah sakit Pamanukan itu gak sanggup katanya, saya hubungi keluarga korban terus dibawa ke rumah sakit Siloam Purwakarta,” kata dia.

“Korban meninggal itu tak lama setelah sampai di rumah sakit Siloam Purwakarta, pada hari Sabtu,” katanya.

Dandi menuturkan, ia bersama korban melakukan penagihan atas perintah kantor Federal International Finance (FIF) Cabang Pamanukan.

“Kita dapat data penagihan itu dari FIF Pamanukan, karena posisi unit sekarang adanya di Subang meskipun unit itu dari Bandung jadi kita yang narik,” pungkasnya. (TN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Menkes Budi Puji Puskesmas Gang Sehat, Contoh Bagi Puskesmas Lain

Berita

Pesawat Saudi Airlines Alami Gangguan, Penerbangan 440 Jemaah Umroh Tertunda 8 Jam

Berita

Dandim 1203/Ktp pimpin Upacara Pelepasan Purna Tugas Prajurit Terbaiknya.

Berita

Edi Kamtono Perbanyak Trotoar di Kota Pontianak Wujudkan Kota Ramah Pejalan Kaki dan Pejogging

Berita

Permudah Wajib Pajak, Pemkot Luncurkan Aplikasi e-Ponti

Berita

Ini Alasan Pengusaha Lakukan Vaksinasi Mandiri

Berita

Berikan Rasa Aman Saat Beribadah Imlek, Satgas Aman Nusa Polres Melawi Semprot Disinfektan di Vihara dan Klenteng*

Berita

Novel Baswedan Dilaporkan ke Bareskrim