Home / Berita

Kamis, 9 September 2021 - 20:07 WIB

Polres Ketapang Kembali Amankan Pekerja PETI Menggunakan Alat Berat Exavator

Viewer: 557
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 3 Detik

Mencegah Kerusakan Lingkungan di Ketapang

KETAPANG KALBAR,KOMPAS NASIONAL com-Jajaran Polres Ketapang kembali mengamankan sejumlah pelaku yang di duga melakukan aktivitas PETI (Penambangan Emas Tanpa Ijin) di wilayah kilo meter 26 Kecamatan MHS (Matan Hilir Selatan), Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, pada hari Senin 6 September 2021.

Upaya penertiban yang di lakukan oleh APH Polres Ketapang patut di apresiasi serta mencegah perusakan lingkungan dan kawasan di Kabupaten Ketapang

Seperti dikatakan Sumber bernama Ujang (red, bukan nama sebenarnya) kepada Awak Media selain pelaku, polisi juga mengamankan satu unit Exavator dan dua mesin dompeng. Exavator diangkut dengan tronton dan diduga akan dijadikan barang bukti bersama BB lainnya.

Namun diakui Sdr Ujang, pada saat penangkapan dia tidak berada di lokasi, persoalan tersebut di ketahui setelah adanya laporan warga.

“Saya mengetahui setelah mendengar cerita warga,” kata Ujang yang mengaku warga Desa Pelang Kecamatan MHS melalui telepon seluler, Rabu, (8/9/21).

Baca Juga  Ombudsman Pangkas Anggaran Rp 91 M, Dana Tuntaskan Laporan Warga Tak Cukup

Bagi Ujang aktivitas PETI di KM 26 dan sekitarnya sudah lama berlangsung. “Ya., sudah menjadi rahasia umum lah,” cetusnya. Meski demikian bukan berarti dia mendukung adanya illegal mining tersebut. “Yang namanya illegal itu salah,” ucapnya lagi.

Dia berpendapat, penegakan hukum atau tindakan yang di berikan kepada pelaku PETI harusnya mengedepankan rasa keadilan dan tidak terkesan tebang pilih. Dijelaskan dia, kegiatan PETI tidak hanya di satu titik itu saja, namun masih ada tempat penambangan lainnya.

“Selain yang ditangkap sekarang ini masih banyak penambangan illegal di sana. Tangkap satu tangkap juga yang lainnya,” kata Ujang.

Demikian juga dengan sumber lainnya, pada dasarnya mereka sangat mendukung APH memberikan tindakan terhadap penambang illegal, namun sumber berharap agar tindakan kepada mereka dapat juga diterapkan terhadap pelaku lain.

“Kami dukung APH, tapi jangan terkesan pilih kasih. Tertibkan satu tertibkan PETI lainnya,” ujar sumber.

Baca Juga  Bekali Siswa Untuk Mengenal Dunia Kerja, SMK Negeri 1 Siantar Rancang Program Wisata Industri

Kapolres Ketapang ketika dikonfirmasi terkait penangkapan ini, Kapolres belum bisa memberikan keterangan karena berada di luar kota.

Kapolres mengarahkan awak media untuk menghubungi Kasat Reskrim.

“Silahkan hubungi Kasat Reskrim dulu ya Mas, saya masih giat interaktiv dengan Panglima dan Kapolri,” tutur AKBP Yani Permani santun melalui pesan watshaap kepada wartawan, Rabu (8/9/21).

Sementara Kasat Reskrim ketika dikonfirmasi Rabu (8/9) siang, tidak berhasil ditemui karena sedang melakukan zoom meeting bersama Kapolri.

“Maaf, bapak sedang Zoom meeting bersama Kapolri,” ucap seorang Polwan memberi kabar kepada awak media.

Pengamanan exavator terkait aktivitas PETI pernah dilakukan oleh APH sebelumnya di wilayah Indotani. Bahkan, sekitar setahun lalu pihak Polres berhasil mengamankan 7 (tujuh) unit excavator, dan dua unit telah diketahui pemiliknya dan dilakukan penahanan.

ABD.Rahman/Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Escape to the Caribbean for Stress-Free Holidays

Berita

Bupati Kapuas Hulu Lantik 66 Pejabat Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu 

Berita

Dua Pemuda Di Amankan Polisi Nekad Mencuri Sepeda Motor

Berita

Pemko P.Sidimpuan Tandatangani Nota Kesepahaman Bersama PT. Adope Indonesia

Berita

Automated Containers Make Organic Urban Farming Feasible

Berita

Bupati Serahkan Bantuan ke Pondok Pesantren se-Kabupaten Tapsel

Berita

Pengendali TPL Sukanto Tanoto, Tambah Investasi di China Senilai Rp24,32 Triliun

Asahan

Panen Turun Harga Anjlok, Petani Sawit Padang Lawas Menjerit