Home / Berita

Kamis, 9 September 2021 - 20:07 WIB

Polres Ketapang Kembali Amankan Pekerja PETI Menggunakan Alat Berat Exavator

Viewer: 568
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 3 Detik

Mencegah Kerusakan Lingkungan di Ketapang

KETAPANG KALBAR,KOMPAS NASIONAL com-Jajaran Polres Ketapang kembali mengamankan sejumlah pelaku yang di duga melakukan aktivitas PETI (Penambangan Emas Tanpa Ijin) di wilayah kilo meter 26 Kecamatan MHS (Matan Hilir Selatan), Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, pada hari Senin 6 September 2021.

Upaya penertiban yang di lakukan oleh APH Polres Ketapang patut di apresiasi serta mencegah perusakan lingkungan dan kawasan di Kabupaten Ketapang

Seperti dikatakan Sumber bernama Ujang (red, bukan nama sebenarnya) kepada Awak Media selain pelaku, polisi juga mengamankan satu unit Exavator dan dua mesin dompeng. Exavator diangkut dengan tronton dan diduga akan dijadikan barang bukti bersama BB lainnya.

Namun diakui Sdr Ujang, pada saat penangkapan dia tidak berada di lokasi, persoalan tersebut di ketahui setelah adanya laporan warga.

“Saya mengetahui setelah mendengar cerita warga,” kata Ujang yang mengaku warga Desa Pelang Kecamatan MHS melalui telepon seluler, Rabu, (8/9/21).

Baca Juga  Pesan Bupati Pada Pejabat Baru, Jabatan Adalah Amanah Dan Laksanakan Tugas Dengan Inovatif

Bagi Ujang aktivitas PETI di KM 26 dan sekitarnya sudah lama berlangsung. “Ya., sudah menjadi rahasia umum lah,” cetusnya. Meski demikian bukan berarti dia mendukung adanya illegal mining tersebut. “Yang namanya illegal itu salah,” ucapnya lagi.

Dia berpendapat, penegakan hukum atau tindakan yang di berikan kepada pelaku PETI harusnya mengedepankan rasa keadilan dan tidak terkesan tebang pilih. Dijelaskan dia, kegiatan PETI tidak hanya di satu titik itu saja, namun masih ada tempat penambangan lainnya.

“Selain yang ditangkap sekarang ini masih banyak penambangan illegal di sana. Tangkap satu tangkap juga yang lainnya,” kata Ujang.

Demikian juga dengan sumber lainnya, pada dasarnya mereka sangat mendukung APH memberikan tindakan terhadap penambang illegal, namun sumber berharap agar tindakan kepada mereka dapat juga diterapkan terhadap pelaku lain.

“Kami dukung APH, tapi jangan terkesan pilih kasih. Tertibkan satu tertibkan PETI lainnya,” ujar sumber.

Baca Juga  Aliran Sesat Gemparkan Cianjur, Anggotanya Tak Diwajibkan Salat dan Puasa

Kapolres Ketapang ketika dikonfirmasi terkait penangkapan ini, Kapolres belum bisa memberikan keterangan karena berada di luar kota.

Kapolres mengarahkan awak media untuk menghubungi Kasat Reskrim.

“Silahkan hubungi Kasat Reskrim dulu ya Mas, saya masih giat interaktiv dengan Panglima dan Kapolri,” tutur AKBP Yani Permani santun melalui pesan watshaap kepada wartawan, Rabu (8/9/21).

Sementara Kasat Reskrim ketika dikonfirmasi Rabu (8/9) siang, tidak berhasil ditemui karena sedang melakukan zoom meeting bersama Kapolri.

“Maaf, bapak sedang Zoom meeting bersama Kapolri,” ucap seorang Polwan memberi kabar kepada awak media.

Pengamanan exavator terkait aktivitas PETI pernah dilakukan oleh APH sebelumnya di wilayah Indotani. Bahkan, sekitar setahun lalu pihak Polres berhasil mengamankan 7 (tujuh) unit excavator, dan dua unit telah diketahui pemiliknya dan dilakukan penahanan.

ABD.Rahman/Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

SELAMAT DATANG DI BANK SAMPAH BORNEO

Berita

Menjaga Keamanan dan Keselamatan Masyarakat, Satgas Ops Pekat Polres Melawi dan Polsek Nanga Pinoh Gelar Penertiban Petasan*

Asahan

Wali Kota H.M Syahrial Terima Pengurus PGRI Kota Tanjungbalai Yang Baru

Berita

Aceh dan Sumut Mencalonkan Diri Sebagai Tuan Rumah PON XXI/2024

Berita

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Vaksinasi di Ayani Mega Mall dan SMAN 1 Pontianak*

Berita

Kapuas Hulu HEBAT Dibangun Megah, Bupati Resmikan 8 Puskesmas di Kapuas Hulu

Berita

Sambut HUT Bhayangkara, Polri Bagi-bagi Uang Tunai Ke Sopir Angkutan

Arsip

Ini Alasan Polri Bawa Tiga Tersangka Kasus Teror Mapolda Sumut ke Jakarta