Home / Berita / Daerah

Selasa, 11 Desember 2018 - 10:31 WIB

Polisi: Bentrok Antarsuku Jadi Ancaman Serius di Papua Barat

Wakapolda Papua Barat Kombes Pol Tatang di Mapolda Papua Barat. (Foto: Mirsan Simamora/kumparan)

Wakapolda Papua Barat Kombes Pol Tatang di Mapolda Papua Barat. (Foto: Mirsan Simamora/kumparan)

Viewer: 591
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 5 Detik
KOMPASNASIONAL-Polda Papua Barat menaruh perhatian serius terhadap insiden penembakan pekerja Istaka Karya oleh KKB di Distrik Yigi dan Mbua, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua. Insiden tersebut dikhawatirkan menular ke bentrok antarsuku yang kerap terjadi di Papua Barat.
 Wakapolda Papua Barat Kombes Tatang mengatakan, ancaman paling serius di Papua Barat yakni bentrok antarsuku dan ormas, sedangkan penyebaran narkoba dan perampokan bisa dikendalikan jajarannya.
 “Ancaman di Papua Barat rawan bentrok antarsuku dan ormas sehingga (upaya kepolisian) tidak ada insiden (KKB) seperti di Polda, induk, Papua,” kata Tatang di Mapolda Papua Barat di Manokwari, Selasa (11/12).
 Tatang mengaku di Papua Barat masih terdapat simpatisan separatis KKB dan OPM. Namun, aksi para simpatisan tidak seekstrem di Papua yang disebutnya sebagai Papua induk, lokasi penembakan KKB.
 “Separatis di Papua Barat beda dengan Papua induk. Mereka tidak punya senjata, mereka lebih banyak melakukan orasi,” ucap Tatang.
 “Seperti kegiatan 1 Desember (ulang tahun OPM) boleh berunjuk rasa, tapi jangan membawa apa pun yang dapat membawa merusak NKRI,” lanjut Tatang.
 Lebih lanjut Tatang menyebut, kepolisian telah mendeteksi simpatisan separatis di Papua Barat. Umumnya aksi para simpatisan separatis menggunakan media sosial sebagai propaganda.
 “Kalau di Papua Barat, hanya bermain di medsos. Arahnya ke sana, tapi tidak setajam di Papua induk. Tapi masih dalam koridor toleransi. Umumnya prosesnya lebih ke arah masalah HAM,” pungkasnya.(Kumparan/AW)
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Baca Juga  Polres Melawi dan Pemkab Melawi Siap Antisipasi Kelangkaan Minyak Goreng

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Simalungun Perintahkan Camat Panei dan Lurah Panei Tongah Gerakkan Gotong-royong

Arsip

Sinabung Tak Kunjung Tidur, Terus Erupsi dan Semburkan Awan Panas

Berita

“Di situ pak Situmorang dan bupati cerita sebelumnya yang ngerjakan proyek jembatan di batubara Johan namanya, tapi kerjanya nggak beres. Kebetulan pak Situmorang mengaku perusahaannya ahli dibidang konstruksi jembatan,” sebut Ayen. Hingga akhirnya, OK Arya menyerahkan draft proyek Dinas PUPR Batubara kepada Ayen untuk diberikan kepada Maringan Situmorang. “Di Desember bupati ada kasih draft proyek untuk diserahkan ke Situmorang. Disitu ada ditandai tulisan ‘situ’. Karena saat itu saya mau olahraga, saya foto saja, kalau nggak salah dua atau tiga lembar. Setelah itu saya print lalu dikasih ke Situmorang. Saya tak terlalu perhatikan proyek-proyek apa saja,” jelasnya. Disinggung, mengapa mau menjadi tempat penitipan uang dari rekanan Pemkab Batubara untuk diserahkan kepada OK Arya, Ayen mengaku khilaf. “Saya khilaf. Semua demi menjaga hubungan bisnis karena keduanya sering beli mobil sama saya. Apalagi sebelumnya mereka ada nitip uang Rp 1 miliar, tapi nggak ada masalah. Tapi yang terakhir ini saya justru jadi terlibat,” sebutnya. KPK menangkap dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar beserta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Helman Herdadi dan pemilik Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen pada 13 September 2017 dari sejumlah lokasi berbeda di Medan dan Batubara. Penangkapan kelimanya dilakukan terkait kasus penyuapan senilai Rp 4,1 miliar. Total uang suap tersebut diberikan Maringan dan Syaiful, diduga sebagai persenan untuk OK Arya setelah mendapatkan sejumlah proyek yang dananya tertampung pada APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.(*)

Berita

Mengisi hari libur Kapenrem 121/Abw Mayor Inf Supriyono ikuti kegiatan gotong royong.

Berita

Lagi! Pemkab Tapsel Raih Penghargaan Sebagai Kabupaten Layak Anak Nasional 2022

Berita

Bina Kebersamaan Dan Kekuatan Mental, Pelajar SMA Budi Mulia Pematangsiantar Daki Puncak Pusuk Buhit

Berita

Meningkatnya Penyebaran Covid-19 di Kampar, Pemkab Kampar gelar apel Kesiapsiagaan dan Penyemprotan Disinfektan Massal

Berita

Gegara Ungkit Kasus Panci, Roy Suryo Minta Eko Ditangkap, Polisi: Mediasi Dulu Lah