Home / Berita

Rabu, 24 Februari 2021 - 10:49 WIB

Plh Bupati Tapsel Minta BPOM Medan Awasi Jajanan Anak Sekolah Dan Pasar Tradisional

Viewer: 449
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 10 Detik

Tapsel, Kompas Nasional – Plh Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Parulian Nasution, menegaskan, jajanan anak sekolah yang beredar di pasaran, perlu pengawasan yang lebih tinggi. Sebab makanan yang beredar saat ini, sebagian ada yang mengandung zat kimia tinggi.

“Begitu juga di pasar-pasar tradisional yang ada di Tapsel perlu juga diawasi. Karena banyak makanan-makanan yang sudah kadaluwarsa,” Ujar Parulian saat menerima kunjungan Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Medan beserta jajarannya diruang rapat Sekda Tapsel, Senin (22/2/2021).

Plh Bupati Tapsel, Parulian Nasution mengatakan, bahwa selama ini pihaknya selalu mengawasi makanan yang beredar di pasaran. Namun demikian,  diakuinya kalau hanya Pemkab Tapsel tidak akan mungkin. Tentu harus ada sinergitas yang antar semua pihak. Dengan adanya kegiatan itu, lanjut dia, diharapkan akan berimbas ke Desa-desa yang ada di Tapsel, Ungkap Parulian

Sebelumnya Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Medan, Drs. I Made Bagus Geramettan,Apt menjelaskan berdasarkan Inpers No. 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), yang bertujuan mempercepat dan mensinergikan upaya promotif dan preventif hidup untuk meningkatkan produktivitas penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat penyakit. 

Baca Juga  Pemkab Asahan Dukung Penuh Pelaksanaan TMMD ke 115 Kodim 0208

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diintruksikan untuk menjamin keamanan dan mutu pangan olahan yang beredar di masyarakat, serta memperkuat dan memperluas pengawasan dan intervensi keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS).

“Ini merupakan gerakan Nasional yaitu gerakan keamanan pangan Desa, pasar aman dari bahan berbahaya dan yang terakhir pangan jajanan anak sekolah. Sumatera Utara (Sumut) mendapatkan enam bagian salah satunya Kab Tapsel. Program tersebut terdiri dari satu Desa, satu pasar serta satu sekolah. Semua pembiayaan dalam intervensi di tanggung oleh Balai BPOM sendiri,” Jelasnya.

Selanjutnya program ini menjadi komunitas serta outputnya nanti akan di lombakan di tingkat Sumut baru ke tingkat Nasional. Dengan adanya program ini kami memerlukan dukungan dari Pemkab Tapsel. Serta apabila ada industri pangan yang belum mendapatkan izin edar dari BPOM, kami siap membantu dan dampingi. Sedangkan kegiatan ini yang paling utama ialah untuk melakukan pendampingan serta memberikan informasi serta edukasi bagaimana produk-produk yang ada di daerah.

Baca Juga  Fahrul Rozi Komamdoi BP3 Tapsel Periode 2021-2025

“Tentu harapan kita Tapsel bisa lebih maju, ini bukan program yang baru tetapi kita bersinergi dengan program yang sudah ada. Contohnya seperti sekolah yang sudah memiliki kantin, dengan adanya program ini maka kantin sekolah tersebut akan menjadi bagus serta akan di ikuti kantin sekolah yang lainnya,” Ungkapnya.

Turut hadir pada acara tersebut, Kadis Kesehatan Tapsel, dr. Sri Khairunnisa, Kadis Perdagangan Koperasi dan UKM, Ahmad Raja Nasution, Ka. Bappeda, Abadi Siregar, Kadis Ketahan Pangan, Efrida Yanti Pakpahan, Kadis PMD, M Yusuf, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kabag Humas & Protokol Tapsel, Isnut Siregar serta Pejabat lainnya. (K Ikhfan)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Wagub Kalbar Hadiri Rapat Paripurna Tentang Penyampaian LKPJ Gubernur TA 2020

Berita

Waka Polres Sintang Kompol Firah Maydar Hasan Jadi Inspektur Upacara Hari Kesaktian Panca Sila

Berita

Dirjen PAS : “Terbukti Bersalah Maka Akan Ditindak Tegas”

Berita

Lapas Kelas IIA Pematang Siantar Gelar Razia Rutin

Berita

BUPATI TOBA APRESIASI PRESTASI SISWA TOBA TINGKAT INTERNASIONAL

Berita

Bupati Halsel Sebut Ada Perampokan Terstruktur di Sekertariat Daerah

Berita

Pemerintah Pusat Akan Bangun Jalan Tol Di Kaimantan Barat

Berita

Ketua Persit KCK Koorcab Rem 121 ibu Rissa Ronny mendampingi Ketua Umum Persit KCK saat memberikan arahan kepada isteri prajurit yang ditinggal tugas.