Home / Berita

Sabtu, 26 Juni 2021 - 07:14 WIB

Kangen Mabuk, Hand Sanitizer Ditenggak, 3 Napi Rutan Blora Tewas

Viewer: 363
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 6 Detik

Kompasnasional l Sepuluh narapidana di Rutan Kelas II B Blora yang kangen mabuk minuman keras, nekat menenggak hand sanitizer. Akibat ulah nekat itu, 3 orang di antaranya meninggal dunia.

Kepala Rutan Kelas II B Blora, Dedi Cahyadi membenarkan peristiwa itu. Dirinya menyebut ada sekitar 10 orang warga binaan di Rutan Blora yang kedapatan minum hand sanitizer di sel tahanan.

Dedi menceritakan, kejadian itu bermula pada Senin (21/6/2021) lalu, pihaknya usai membagikan sejumlah barang pengadaan untuk para warga binaan dalam rangka penanggulangan Covid-19. Barang yang dibagikan tersebut antara lain, yakni berupa madu, multivitamin, masker, dan hand sanitizer semprotan kecil 100 mili liter (ml).

“Kami baru dapat informasi dari petugas keamanan kejadiannya hari Rabu malam jam 21.00 WIB, ada beberapa warga binaan di salah satu blok kondisinya lemah,” ungkap Dedi.

Mengetahui kondisi itu, pihaknya lalu menelepon salah seorang teman untuk menanyakan ke dokter. Pasalnya Rutan Blora sendiri tidak memiliki tim dokter khusus.

Baca Juga  Edarkan Ganja di Balerong Hajoran, Pria 39 Tahun Diringkus Satu Resnarkoba Polres Tapteng

“Saya coba tanya ke teman saya gimana kondisi seperti ini, baiknya lebih baik di larikan ke RS atau dicek sama dokter, akhirnya kami ambil langkah-langkah untuk telepon TRC (Tim Reaksi Cepat). Alhamdulillah langsung direspons, tim kesehatan Blora datang langsung ditangani dan satu orang disarankan untuk rujuk,” katanya.

Menurut Dedi, satu warga binaannya itu kemudian dirujuk ke RSUD dr R Soetijono Blora. Selang beberapa jam kemudian, akhirnya yang bersangkutan dinyatakan oleh pihak rumah sakit meninggal dunia dengan disertai riwayat penyakit.

“Ditemukan titanus, meninggalnya diagnosanya titanus,” terangnya.

Dedi melanjutkan, keesokan harinya tepatnya saat tengah perjalanan sedang mengantarkan jenazah warga binaannya itu, pihaknya mendapat telepon terkait adanya dua orang warga binaan yang lain juga dalam kondisi kritis.

Dirinya lalu memerintahkan petugas yang ada di Rutan Blora untuk merujuk mereka ke rumah sakit. Tetapi, beberapa rumah sakit di Blora menolak karena di masa pandemi Covid-19 sekarang ini kebanyakan pada penuh.

Baca Juga  Pemko Lakukan Nota Kesepahaman Kerjasama Dengan PT PLN UP3 Psp

Namun begitu, keduanya akhirnya mendapatkan rujukan tetapi beda tempat dan kota. Yakni di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Blora dan yang satunya lagi di Rumah Sakit Bina Bhakti Husada Rembang.

“Diagnosanya yang dirawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Blora pernah stroke berkepanjangan. Diagnosa dokternya meninggalnya gara-gara itu. Yang di Rumah Sakit Rembang juga sama meninggal. Jadi 3 orang yang meninggal dunia,” kata Dedi.

Lebih lanjut dijelaskan, warga binaan Rutan Blora yang kedapatan meminum hand sanitizer hanya dalam satu blok yang diisi sebanyak 23 orang. Untuk blok yang lain tidak.

“Hand sanitizer lalu kita tarik, yang di blok lain alhamdulillah aman. Satu blok ada 23 orang, yang meninggal itu 3 orang. Jadi tinggal 20 orang,” kata Dedi. (L6/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

MAPAN RI Tapsel Minta Polisi Tindak Tegas Oknum DPRD yang Ketangkap Dugem

Asahan

Inilah Hasilnya, Pengundian Nomor Urut Paslon Bupati dan Wakil Bupati Asahan 2020

Berita

Bersama Warga Babinsa Laksanakan Karya Bakti Pembersihan Lingkungan

Arsip

Asyik Selfie, 7 Wisatawan Tergulung Ombak Besar

Berita

Kapolsek Nanga Pinoh Pimpin Patroli dan Pengecekan Gabungan Cegah Pembalakan Hutan

Berita

18 Personil Polsek Sungai Kunyit laksanakan Tes Swab Anti Gen

Berita

Terkait Kepariwisataan, Komisi II DPRD Samosir Kunker ke Aceh Tengah

Berita

Hindari KDRT, Ketua Persit KCK Daerah XII/Tpr Tekankan Pada Anggota Untuk Saling Menghargai Terhadap Pasangan