Home / Berita

Selasa, 8 Januari 2019 - 16:06 WIB

Pengunjung RS di Bali Diimbau Kurangi Penggunaan Kantong Plastik

Ilustrasi kantong plastik. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi kantong plastik. (Foto: Pixabay)

Viewer: 497
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 16 Detik
KOMPASNASIONAL–Pemerintah Provinsi Bali telah melarang pemakaian kantong plastik, styrofoam, dan sedotan plastik di sejumlah pasar tradisional dan modern sejak 1 Januari 2019. Upaya ini tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 97 tahun 2018 tentang Larangan Penggunaan Kantong Plastik, Styrofoam, dan Sedotan Plastik.
Merespons larangan ini, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali, turut mengimbau para pengunjung, pegawai rumah sakit serta keluarga pasien mengurangi penggunaan kantong plastik di lingkungan rumah sakit. Aturan ini dinilai mampu mengurangi sampah nonmedis yang cukup besar di RS Sanglah setiap harinya.
“Kami belum bisa melarang secara penuh menggunakan kantong plastik. Apalagi, jangkauan warung makan di sekitar rumah sakit terbatas, terutama di malam hari , ” kata Kabag Humas RSUP Sanglah, Dewa Kresna, di RSUP Sanglah, Senin (7/1) .Dewa mengatakan, sampah medis RS Sanglah mencapai 400 kilogram per hari. Sementara, sampah nonmedis, khususnya plastik bisa mencapai sekitar 800 kilogram per hari.
Sampah medis biasanya terkait dengan bekas keperluan pasien seperti jarum suntik, infus yang sudah dipakai dan terdapat darah pasien, jaringan biologis sisa operasi, sisa-sisa obat, bungkus obat pasien, dan lainnya.
Sejauh ini, RS belum bisa menerapkan larangan penggunaan plastik bagi obat-obat untuk pasien. Sebab, plastik berfungsi untuk melindungi kualitas obat agar tetap terjaga.

Pengunjung RSUP Sanglah Bali. (Foto: Denita BR Matondang/kumparan)

“Plastik strip untuk obat atau kantong plastik untuk pasien rawat jalan masih terus digunakan agar obat-obatan tidak terkontaminasi. Kalau infus dan lain-lain juga sama. Tetapi, kalau obat untuk pasien inap kan ada wadah khusus,” lanjut Dewa. Sampah nonmedis merupakan sampah yang tidak terkait dengan pasien, seperti sampah pengunjung atau kertas-kertas administrasi dari rumah sakit. 800 kilogram sampah itu setidaknya berasal dari 3.000 karyawan RS Sanglah dan 1.000 pengunjung per harinya.
Larangan penggunaan plastik ini juga berlaku penuh untuk pedagang, toko tradisional dan modern di sekitar RSUP Sanglah. Ke depan, Dewa berencana meningkatkan sosialisasi larangan ini dengan memasang spanduk atau poster tentang pengurangan kantong plastik di RSUP Sanglah.
“Sosialiasi terus dilakukan. Pamflet, spanduk, atau poster mungkin juga akan disebar di RSUP Sanglah untuk mengingatkan pengunjung, ” kata dia.
Pantauan kumparan di Denpasar, Bali memang sejumlah toko modern telah menerapkan larangan penggunan sampah. Pengunjung harus membawa kantong plastik sendiri atau tas jinjing dari kain untuk membawa belanjaan. Sementara itu, di sejumlah toko tradisional belum menerapkan aturan ini. Salah satu pemilik warung di Kawasan Tukad Jinah, Renon, Denpasar yang enggan disebut namanya mengaku sudah mengetahui tentang larangan ini. Namun, ia belum menerapkannya karena masih sulit. Apalagi, sebagian besar konsumen selalu tak membawa kantong plastik sendiri.
“Bayangkan kalau beli daging ayam atau tahu kan masih harus pakai kantong plastik. Kalau beli (potongan) kecil-kecil bisa enggak dikasih (kantong plastik)? Enggak kan,” ujar dia.(Kumparan/AW)
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Baca Juga  Banjir Bandang di Sepauk Makan Korban Jiwa, Sang Anak Meninggal Terseret Banjir

Share :

Baca Juga

Berita

Hendak Bekerja di Malaysia, Satgas Pamtas Yonif 407 Amankan

Berita

Sandi Panen dan Tebar 2.500 Benih Ikan Bersama Nelayan di Kepulauan Seribu

Berita

Bamsoet Pamer Foto Ferrari B 1 RED, Samsat: Nama Pemilik Andi

Asahan

6 Bulan Ditangkap Polisi Perairan Malaysia, Nasib 24 Nelayan Tanjungbalai dan Asahan Tak Jelas

Berita

Kasubbag Program Dinkes Hadiri Rapat Penyusunan LKPj dan LPPD di Ruang Rapat Bupati

Berita

Bupati Tapsel Salurkan 100 Paket Daging Kurban ke Desa Siuhom

Berita

Pelaku Pembunuhan Sadis Terhadap Pasutri di Samosir Akhirnya Tertangkap  

Berita

Keluarga Besar Simanjuntak Kota Siantar Siap Menangkankan Asner – Susanti