Viewer: 809
0 0

Home / Teknologi

Minggu, 21 Juni 2020 - 10:23 WIB

Peneliti Korea Bikin Kacamata Pintar Lebih Canggih dari Smartwatch Fitbit

Viewer: 810
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 27 Detik

Kompasnasional | Para penelitidi Universitas Korea telah mengembangkan kacamata multifungsiyang dapat memantau kesehatan Anda. Kacamata ini juga dapat membantu kesehatan mata saat pengguna bermain video game. (Baca juga: Pengembang Call of Duty Bakal Tandai Pemain Rasis)
Kacamata buatan Korea Selatan ini merupakan teknologi baru yang dapat memberikan data kesehatan pribadi melebihi perangkat pintar seperti jam tangan pintar Fitbit. Perangkat akan mengukur sinyal listrik dari otak atau mata untuk membantu diagnosis kondisi seperti epilepsi dan gangguan tidur.
Meski begitu, tantangan bagi para peneliti adalah mengembangkan perangkat yang dapat mempertahankan kontak fisik. Sensor yang diterapkan harus mampu menyesuaikan kulit pengguna.
Para peneliti mengatasi masalah tersebut dengan mengintegrasikan elektroda konduktif yang lembut ke dalam teknologi kacamata. Secara nirkabel dapat memonitor sinya listrik yang dikeluarkan.
Teknologi buatan Korea juga dapat mendeteksi sinar ultraviolet (UV), menginterpretasikan gerakan tubuh dan bentindak sebagai antarmuka manusia dan mesin. Ini memungkinkan pemakainya mengontrol video game hanya dengan gerakan mata.
Bingkai kacamata dicetak dengan printer 3D sebelum menambahkan elektroda fleksibel di dekat telinga dan mata. Sirkuit nirkabel untuk merasakan gerakan dan sinar UV juga dimasukkan ke sisi kacamata dan gel yang responsif terhadap UV disuntikkan ke lensa. Artinya, itu dapat merespons cahaya dan dapat mengubah warna menjadi kacamata hitam.
“Aksesoris pribadi seperti kacamata dan jam tangan yang biasa kita bawa dalam kehidupan sehari-hari dapat menghasilkan informasi yang berguna dari tubuh manusia,” kata insinyur Suk-Won Hwang dari Universitas Korea, dilansir dari laman Dailymail.
Hwang menunjukkan bahwa kacamata buatan mereka masih terbatas pada parameter yang berhubungan dengan olah raga atau detak jantung sederhana. Keterbatasan karakteristik yang mungkin muncul antara benda dan benda dapat dijadikan sebagai salah satu alasan utama untuk memberi data yang bermakna secara biologis.
“Kacamata elektronik dapat berguna untuk layanan kesehatan digital atau aplikasi realitas virtual,” pungkasnya.(SN/Red)

Baca Juga  Facebook Minta Maaf Terkait Animasi Perayaan Gempa Lombok
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Teknologi

Indonesia Tidak Boleh Pandang Remeh Temuan Drone Tiongkok

Arsip

Tolak Aturan Performa, Driver GO-JEK Wanita Juga Ikut Aksi Demo

Arsip

Facebook Pekenalkan Chatbot Pintar di Aplikasi Messenger

Teknologi

Pamer Kalung Anti Virus yang Akan Diproduksi Massal, Mentan: Kalau Kena Iris Pisau, Bisa Tutup Luka
Canon Hadirkan Dua Printer Foto Portabel SELPHY CP1000 dan CP1200-KompasNasional

Arsip

Canon Hadirkan Dua Printer Foto Portabel SELPHY CP1000 dan CP1200

Teknologi

Canggih! Indonesia Bakal Punya Jalan Tol Pintar di Medan

Teknologi

Indonesia Bakal Produksi 14 Juta Kendaraan Listrik pada 2035

Teknologi

Mobil Terbang Mulai Legal Digunakan di Jalan Raya