Viewer: 872
0 0

Home / Teknologi

Rabu, 30 Desember 2020 - 18:36 WIB

Indonesia Bakal Produksi 14 Juta Kendaraan Listrik pada 2035

Viewer: 873
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 41 Detik

Kompasnasional l Pemerintah menargetkan bisa memproduksi 4 juta mobil listrik dan 10 juta motor listrik pada 2035. Dalam prosesnya, pemerintah melalui konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggandeng perusahaan electric vehicle (EV) battery atau baterai kendaraan listrik asal Korea Selatan LG Energy Solution Ltd.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, target Indonesia mampu memproduksi 4 juta mobil listrik dan 10 juta motor listrik pada 2035 didasari atas bahan baku kendaraan listrik di Indonesia yang mencapai 80%.

“Indonesia mencanangkan 4 juta mobil listrik dan 10 juta motor listrik pada 2035,” ujar Bahlil, dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (30/12/2020).

Dalam proses produksi, material utama baterai yang saat ini digunakan dalam industri kendaraan listrik yaitu MNC811 atau nikel karena cadangan bahan energi tersebut di Indonesia mencapai 25%. Di mana, cadangan nikel itu memposisikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah nikel terbanyak di dunia.

Baca Juga  Bandara Soekarno-Hatta dipasangi 1.900 kamera pengawas

Bahlil menyebut, industri baterai di dunia diperkirakan tumbuh 4 kali lipat menjadi 1,3 terawatt hour (twh) dari saat ini. Sebab, 40-50% komponen mobil listrik merupakan baterai.

Sementara itu, ihwal lokasi pabrik, proyek ini nantinya akan berlokasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah yang sudah ditinjau oleh Presiden Jokowi pada akhir Juni lalu. Kawasan industri seluas 4.300 ha ini merupakan percontohan kerja sama pemerintah dan BUMN dalam menyediakan lahan yang kompetitif dari sisi harga, konektivitas, dan tenaga kerja.

Rencananya, sebagian baterai yang dihasilkan dari proyek ini akan disuplai ke pabrik mobil listrik pertama di Indonesia yang sudah lebih dahulu ada dan dalam waktu dekat akan segera memulai tahap produksi.

Baca Juga  Peneliti Korea Bikin Kacamata Pintar Lebih Canggih dari Smartwatch Fitbit

Pengembangan industri baterai listrik terintegrasi merupakan langkah konkret yang sesuai dengan target Presiden Jokowi untuk mendorong transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju 2045. Hilirisasi pertambangan adalah salah satu wujud transformasi tersebut.

Dalam realisasi investasi proyek, perusahaan patungan ini akan memprioritaskan bekerjasama dengan pengusaha nasional, pengusaha nasional yang ada di daerah dan UKM (Usaha Kecil dan Mikro) lokal yang memiliki kapabilitas dan kapasitas dalam setiap rantai pasok. Dengan demikian diharapkan dapat menggerakkan perekonomian nasional yang berdampak positif bagi daerah.
(OZ/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Teknologi

Jepang Minta Maskapai Hindari Operasional Boeing 777

Arsip

Kok Bisa Tiket Semifinal Indonesia Vs Vietnam Dijual di OLX?

Teknologi

NASA Bersiap Lakukan Eksplorasi Harta Karun di Asteroid Psyche 16

Arsip

Penemu Listrik Cilik, Rebutan, dan Ancaman
Teken Kontrak Ilegal, KPPU Prancis Tuntut Apple Rp 722 Miliar-KompasNasional

Arsip

Teken Kontrak Ilegal, KPPU Prancis Tuntut Apple Rp 722 Miliar

Teknologi

Menhan Prabowo ke Austria, Bahas Rencana Pembelian Jet Tempur Eurofighter

Teknologi

10 Bandara Terbaik Dunia 2020 Fasilitasnya Serba Mewah dan Modern
Bos Indosat Bantah Ancam Penjarakan yang Manfaatkan Errornya Carrier Billing-KompasNasional

Arsip

Bos Indosat Bantah Ancam Penjarakan yang Manfaatkan Errornya Carrier Billing