Home / Arsip / Arsip 2017 / Nasional

Jumat, 10 November 2017 - 14:01 WIB

Pemprov DKI Resmi Hentikan Izin Usaha Hotel Alexis

Viewer: 580
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 42 Detik

kompasnasional.com | JAKARTA – Gubernur DKI Anies Baswedan memenuhi janji kampanyenya. Ia memutuskan tidak melanjutkan izin usaha Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis.

Menurut Anies, keputusan ini diambil atas nama Pemerintah Provinsi Jakarta. Ia menyandarkan pertimbangannya pada hasil kajian Pemprov dan laporan warga.

“Seperti kita sampaikan dalam masa kampanye, kita mengambil sikap tegas dan kami mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan izin usaha mereka dari Pemprov DKI,” tegas Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (30/10/2017).

Surat tidak diperpanjangnya izin usaha Alexis ditandatangani sejak Jumat (27/10/2017). “Jadi kalau ada kegiatan, sudah tidak lagi legal,” jelas Anies.

Adanya dugaan praktik prostitusi terselubung menjadi salah satu alasan tidak dilanjutkannya izin usaha hotel tersebut. Anies tegas menolak praktik semacam itu.

Baca Juga  GU Diimbangi Persija, Ultrasmania Desak Liestiadi Mundur

“Posisi kita tegas tidak melegalkan prostitusi ya, seperti kita sampaikan dalam masa kampanye,” Anies memungkasi.

Tidak diperpanjangnya terhadap permohonan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) Alexis ini tertuang dalam surat Pemprov DKI bernomor 6866/-1.858.8.

Hal ini merupakan balasan dari surat yang dilayangkan pihak Alexis sehari sebelumnya, Kamis (26/10/2017). Lewat surat itu, Alexis menanyakan alasan mengapa daftar ulangnya belum diproses.

Sempat Didemo Sebelumnya, Forum Masyarakat Jakarta Utara (Formaju) berencana melakukan aksi unjuk rasa di depan Hotel Alexis, Jakarta Utara, Kamis (19/10/2017). Formaju mengatakan, aksi tersebut dilakukan karena menduga ada prostitusi di Hotel Alexis.

Ketua Presidium Formaju M Yusuf mengatakan, aksi tersebut akan diikuti oleh sekitar 1.000 orang dari berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga  Djarot Pastikan April 2018 Proyek MRT Rampung

“Jadi kami ini terdiri dari hampir 60 LSM dan Ormas, di antaranya ada Pemuda Masjid, Pemuda Pancasila, FBR, FPI, ada Laskar Merah Putih,” ujar Yusuf saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Yusuf menuturkan, aksi itu dilakukan sebagai bentuk keprihatinan masyarakat terhadap dugaan praktik prostitusi di hotel tersebut. Mereka ingin tempat hiburan malam di hotel itu ditutup lantaran disinyalir jadi sarang prostitusi.

“Kita mau mengingatkan janji kepada Mas Anies (Baswedan) agar tempat maksiat sebagaimana Kalijodo dengan mudah dibubarin, masa ini enggak bisa ditutup, yang lantai tujuhnya,” kata dia.

“Lantai tujuh saja, sisanya mah hotel jalan terus. Karena itu tempat maksiat lantai tujuh,” ucap Yusuf (Sukmajaya/Int)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Ini Ciri-ciri Penipuan Berkedok Lowongan Kerja
Karena Mabuk Berat, Dua Polisi Tabrak Gereja -kompasnasional

Arsip

Karena Mabuk Berat, Dua Polisi Tabrak Gereja

Arsip

Foto-Foto Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air Tergelincir di Papua, Korbannya…

Nasional

Pemerintah Tetapkan PPKM Mikro di Seluruh Provinsi Mulai 1-14 Juni

Arsip

Peringatan Hari Pangan Sedunia Ke-37 Tingkat Provinsi Sumatera Utara

Arsip

Rakyat Filipina Mulai Bangkit Perang Narkoba Ala Duterte

Arsip

[Video] Hebat, Ilmu Anggota TNI Ini, Bisa Buat Penjahat Kaku Kayak Patung
Foto Kombes Hengki haryadi datangi TKP mayat sekeluarga mengering di Kalideres

Berita

Ahli Patologi Anatomi-Toksikologi Periksa Jasad Sekeluarga Kalideres